Apa sih yang jadi topik hangat kalo para pria berkumpul....??? pasti tentang wanita dan hubungan-hubungan yang mereka jalin bersama wanita-wanita itu. Apa sih yang jadi topik hangat kalo para pria gay berkumpul....??? pasti tentang pria-pria cucok dan hubungan-hubungan yang mereka jalin bersama para pria itu terutama tentang sex (maaf, itulah yang kerapkali aku ketahui….). Apa sih yang jadi topik hangat kalo para wanita lesbi berkumpul....??? pasti tentang wanita-wanita cucok dan hubungan-hubungan yang mereka jalin bersama. Apa sih yang jadi topik hangat kalo para wanita berkumpul....??? yaaa tentu saja juga tentang para pria dan hubungan yang mereka jalin. Apa sih yang jadi topik pembicaraan kalo pria dan wanita berkumpul..?
Ini hanya masalah topik yang diangkat dalam pembicaraan, aku baru bicara secara global dan merata-ratakan saja ya (tentunya ada banyak topik pembicaraan berkualitas lainnya yang juga sering dibicarakan).
Udah dua minggu aku tinggal ma Rani, karena sama-sama punya kesibukan sendiri kami hanya bertemu malam harinya dan pagi hari. Tapi kami sering terlibat pembicaraan seru tentang topik beragam, namun yaa seringnya siy tentang para pria-pria dalam kehidupan kami, keluarga & sahabat-sahabat, tentang Islam (dia wanita muslimah yang udah insyaf jadi wanita tomboy, karena lngkungan mendukung banget), tentang mb’ Gilda yang menjadi tokoh favorite yang sangat dikaguminya, tentang event-event (dia kuliah di MICE poltek UI, seru banget kayaknya) dll. Aku yang notabene selalu tertarik pada hal-hal baru dan suka penasaran ma apapun, sering banget nyeletuk membuka pembicaraan hingga kami terbiasa tidur larut malam saking serunya diskusi, paginya kami tetap berusaha bangun pagi-pagi... karena ada Rani aku rajin bangun pagi meski tetap aja subuh selalu telat, hix hix...
Hampir saban pagi Rani punya kebiasaan berulang yang hanya bisa membuatku bergeleng-geleng...
6.40 pagi, waaaah subuh udah abis, tapi gak papa deh, acara sholat tetap kudu dijalankan... sambil sedikit belek-belek tersisa dipelupuk mata, Rani yang hanya kucek-kucek mata bergegas ke kamar mandi untuk wudlu, lalu sholat entah jadinya sholat Subuh atau sholat Dhuha jarang aku perhatikan. Aku yang ikut terbangun karena alarm handphoneku selalu bergetar berkali-kali dipagi hari (sengaja disetting bergetar tiap lima menit mulai jam 6 pagi sih tapi baru berhasil membuatku sadar pada getar yang kesekian kalinya mendekati pukul 7, tanganku ampe reflek matiinnya, hehehe) ikut bangun juga. Sambil terhuyung-huyung dengan perut yang selalu kelaparan (gak tau kenapa ya kalo pagi baru bangun tu aku selalu lapar mulu bawaannya), aku langsung beranjak keluar kamar setelah membereskan bantal, melipat selimut & alas tidur (konsep awalnya siy Japanese style, tapi sebenarnya ya karena gak ada duit beli kasur, hehehehe). Terus nongkrong deh di teras (kalo dulu ada sofa, aku suka banget duduk2 disana, sekarang jadi lesehan, mana ubinnya adem, gak nyaman lagi deh, kalo ada rejeki aku pengen beli sofa juga aaah).
Beberapa menit kemudian (sekitar 30 menit deh biasanya diem tanpa kata, hanya mengamati, mendengar, menghirup udara, mengagumi pagi, berfikir, mencerna...hehehehe), aku mulai masuk lagi ke kamarku untuk membereskan kamar secara keseluruhan, menyiapkan beberapa hal untuk aktivitasku hari ini ato mungkin menghidupkan komputer aja mengetik seperti sekarang ini. Tapi begitu masuk kamar yang seringkali aku jumpai adalah tubuh Rani yang sudah tergolek melanjutkan tidurnya tetap dalam balutan mukenah setelah sholat pagi tadi, hihihihih... kalo udah gini biasanya aku keluar lagi beli bubur kacang ijo, ato jalan-jalan ato kalo ada sepeda ya keliling naik sepeda.
8.45 pagi, Rani terbangun lagi, sambil kepumpungan dan bibir komat-kamit entah menggerutu apa, dia memeriksa handphonenya, ”Okey jam 8.45 telat deh mb’ di BTB bisa uring-uringan lagi Rani telat setiap hari” (hahahaha... Rani wanita di TBM/Team Bunga Matahari, hehehe yang langganan telat juga, tapi tetap punya gaya yang cool dalam menyingkapi hal-hal seperti itu). Sambil merangkak-rangkak seolah sedang bergerilya di medan perang (padahal kamarku paling pol luasnya cuman 3x3 meter doank), Rani yang masih tergoda untuk terlelap lagi membuka-buka tas-tasnya yang entah apa aja isinya. Satu per satu dia mengluarkan baju... ”Okey hari ini ada meeting nanti sore mau ketemuan ma orang buat event konferensi, cocoknya pake baju apa ya? Aduuh, Baju Rani belum pada dicuci niy. Aduuuh baju yang kemaren di laundry belum diambil. Aduuuh baju di jemuran belakang semalam lupa diambil, waaah ujan ya basah lagi deh. Duuuh pake baju apa ya?? Hu hu hu (dengan gaya & mimik sedih yang dilebih-lebihkan, hehehehe).” Sambil masih mengorek-ngorek sisa pakaian di beberapa tas ranselnya, Rani mencocokkan & memadupadankan baju-baju plus jilbabnya. Proses memadupadankan berdasarkan kriteria berlapis, mulai serasi warna, bentuk, jenis, kesesuaian dengan acara & orang yang akan ditemui hingga matching juga dengan sepatu yang akan dipake hari itu. Proses selanjutnya adalah mencocokkan dengan pernak-pernik seperti misalnya bros atau aksesoris apa gitu yang cocok. Semua proses ini cukup rumit juga keliatannya (menurut pengamatanku siy).
Setelah segala hal dirasa pas, tiba proses berikutnya, yaitu setrika.... lalu mandi. Tapi ada acara pencarian dulu sebelumnya, ya nyari sabun mandi lah, odol lah... yang tercecer di kamar, handuk yang nyelip laah, hihihihi. Abis mandi, dandan... mulai lagi tampak sibuk nyari-nyari sesuatu, kalo gak tas peralatan makeup yang biasanya tertindih tas-tas lainnya, ya lipgloss yang tiba-tiba ada di tas lainnya, ato parfum yang abis, deodoran yang kemaren pagi lupa ditaro dimana...
9.35 pagi, Setelah badan udah selesai diurus, tas ransel dicek lagi biar gak kelupaan barang yang penting malah gak dibawa. Kadang kalo aku gak tahan ma laparku, aku beli nasi kuning buat sarapan berdua. Rani yang tadinya udah bergegas berangkat terpaksa sarapn dulu, hihii... sambil ngobrol basa-basi tentang agenda hari ini ato tentang agenda bu Gilda hari ini (hihihi, nama ini sering muncul disela-sela pembicaraan kami). Setelah melirik jam dinding yang sengaja aku majukan 15 menit (karena aku biangnya toleransi berlebihan ma waktu, hehehe), Rani tergopoh-gopoh panik & menambah speed makannya lalu dengan malu-malu bilang terimakasih, minum seteguk & menitip sendok kotornya, Rani seperti dikejar bandit bergegas menuju sepeda motornya. Eeeh, gak ada semenit kembali ke kamar lagi mencari-cari kunci sepeda motornya yang ternyata lupa dibawa. Setelah kunci ketemu, say gudbye dan akhirnya melaju juga menuju BTB. Aku kembali meneruskan makanku dengan anggun (maksudnya bukan makan bersama Anggun si penyanyi itu, ini sindiran untuk makanku yang lemot). Selang 5 menit kemudian terdengar deru sepeda motor parkir didepan kamar kosku, kupikir siapa ya pagi-pagi gini bertandang dikosku, teman2ku jarang yang manusia pagi, hehehehe. Eeeh ternyata sosok Rani muncul lagi dari balik pintu dengan masih tergopoh-gopoh meraih dua buah handphonenya yang ternyata ditinggal di samping komputerku. Aku menghela nafas panjang... panjang sekali... tapi kemudian aku tak bisa membendung tawaku yang seketika meledak melihat segala tingkah lakunya sepanjang pagi ini... ^_^
Hahahahaha.... ini bukan anekdot, akupun tak bermaksud mencemarkan nama baik siapapun... ini hanyalah sebuah fenomena dalam kehidupan. Ada fragmen-fragmen dalam suatu waktu yang pabila kita cermati lagi ternyata menggelikan. Ada banyak tindak tanduk kita yang ternyata unik, dan itu terjadi secara berpola hingga terbentuk lah kebiasaan-kebiasaan dan akhirnya menjadi budaya yang melekat di diri kita. Aku hanya sedang bercermin... tanpa bermaksud menghakimi ataupun memvonis. Bisa jadi nama Rani itu digantikan oleh Lindia Palupi, atau bisa juga diganti dengan namamu.... ^_^
Gud morning dunia.... ^_^
No comments:
Post a Comment