Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang, Uang,...
Maaf pabila deretan kata repertisi diatas mengganggu mata terlebih lagi mengusik pikiran. Kata itu menjadi sensitif bagiku beberapa minggu ini. Banyak cerita dibaliknya... lucu aja sih, selain CINTA tenyata kata UANG juga banyak sekali didengungkan..
Well, aku cuma mau sharing tentang buku itu yang menurutku bisa kucerna untuk mempelajari tentang "uang" dalam arti luas...
Ini point-point yang ada dalam buku itu, nanti bakal kuceritakan penjelasannya per point2 (dengan bahasaku tentunya, maaf gak terima protes kalo kemudian bahasaku ternyata lebih sulit dicerna, hehehe).
Don’t Sweat the Small Stuff about Money
Jangan Terlalu Mempersoalkan Uang
- Ingat, perjalanan sejauh 10.000 kilometer dimulai dengan langkah pertama
- Beri, Beri, Beri
- Sikap tidak terikat
- Rasakan gairah kerja namun tetap santai
- Jadilah penyetop stress
- Upahi diri kita sendiri dahulu
- Berbuat baik sekaligus sukses
- Jangan mengurusi masalah, ubahlah masalah yang bersangkutan
- Belajarlah tentang suasana hati dan uang
- Pertimbangkan kemungkinan bahwa jika sesuatu tampak sukar dipercaya, mungkin tidak demikian
- Pekerjakan tenaga ahli
- Jangan cemas soal pasar, investasikan saja
- Jangan terlalu reaktif, jadilah lebih responsive
- Usahakan untuk “mengetahui” tidak hanya “mempercayai”
- Ingatlah bahwa hidup kita kita dimulai sekarang
- Kelilingi diri kita dengan para ahli
- Sadarilah tentang yang tidak kita ketahui dan yang tidak kita kuasai
- Sadarilah mengenai factor “gairah”
- Jangan biarkan sukses membuat kita besar kepala
- Bersiplah untuk meninggalkan meja perundingan (biasanya kita bisa kembali lagi)
- Bersedialah untuk berubah
- Sediakan bagian terbesar waktu kita untuk “bagian paling penting” dari bisnis atau proyek kita
- Ungkapkan terimakasih kita kepada orang lain
- Tinggalkan kesan istimewa (jangan hanya kesan baik)
- Tetaplah merasa kaya
- Menunggu ilham
- Manfaatkan kekuatan perenungan
- Tertawakan kesalahan kita (dan jangan mengulanginya)
- Bersantaplah siang
- Mintalah yang kita inginkan
- Matikan spiral reaksi kita
- Buanglah keyakinan yang paling merusak diri sendiri
- Ingatlah bahwa keadaan tidak menciptakan seseorang, keadaan menyingkapkannya
- Bentuklah kemitraan saling menguntungkan
- Singkirkanlah pikiran-pikiran yang meresahkan
- Pikirkan hal-hal BESAR!
- Buat keputusan berdasarkan keuntungan inormasi jangka panjang, bukannya kerugian informasi jangka pendek
- Belajarlah kapan harus bertaruh, kapan menahan diri, dan kapan harus berhenti
- Ubah yang dapat kita ubah, terima yang dapat kita terima
- Jalin hubungan dengan orang lain sebelum kita memerlukan sesuatu dari mereka
- Sadarilah tentang “Stacking Order” unik kita
- Jangan panic!
- Menciptakan dari dalam ke luar
- Usir keraguan kita
- Menyingkapi rahasia keheningan
- Tabunglah biaya sehari-hari kita selama dua tahun
- Usir rasa taku itolak
- Jangan pernah meremehkan kebajikan
- Jangan bergantung pada data yng berlbihan
- Cari seorang menor
- Turu senang ketika orang lain sukses
- Tanyakan pada diri sendiri, “kemana arah keputusan ini?”
- Jangan lupa aturan emas
- Jangan takut meminta rekomendasi
- Ketahuilah pkitangan bahwa “Peluang hanya datang sekali” Cuma isapan jempol
- Jangan melempar keslahan
- Jngan sekali-kali menulis E-mail ketika kita sedang marah
- Tariklah sejumlah uang yang kita pertaruhkan
- Belilah asuransi yang memberi potongan besar
- Bersiullah ketika bekerja
- Dukunglah kreativitas orang lain dan percayai mereka
- Jangn terlalu pasrah
- Pasang tarif yang sesuai dengan nilai kita
- Dengarkan, dengarkan dengan sungguh-sungguh
- Tumbuhkan humor dan belajarlah tersenyum
- Jangan merisaukan kemunduran
- Bangunlah “dana perwalian” yang besar
- Jual aromanya juga, bukan hanya dagingnya
- Maju terus dan kerjakan
- Bersedia menerima saran
- Tanyakan pada diri sendiri, “Apa perananku, sehingga timbul masalah ini?”
- Ingat bahwa kbijakan bisa jauh lebih penting daripada IQ
- Hilangkan ungkapan, “Aku bukan wiraniaga” dari pembendarahaan kata kita
- Pertimbangkan bahwa kesibukan dapat menjadi pnghalang
- Bayangkan “melati” berwarna “ungu”
- Jangan menggali kenangan buruk
- Hilangkan ketakutan bahwa jika kita santai atau bersenang-senang, kita akan gagal
- Sadarilah sisi positif hilangnya gairah
- Langsung memulai
- Sesekali, cobalah sesuatu yang berbeda
- Bantulah orang lain meraih sukses
- Bersikaplah gigih
- Pertimbangkan bijaknya sikap optimis
- Pegang erat-erat, lepaskan dengan rela
- Bersedia meminta maaf
- Jika kita sudah tenggelam dalam lubang, jangan menggali lebih dalam
- Ingat bahwa segala sesuatu menjadi bekas sehari sesudah kita membelinya
- Ingatlah bahwa lebih murah tidaklah lebih baik
- Jangan takut mengambil langkah sekecil apapun
- Ingatlah bahwa hidup kita bukan musuh, pikiran kitalah yang bisa jadi musuh
- Perhatikan semua apek pekerjaan kita
- Tolak godaan untuk terus menaikkan stkitar hidup kita
- Jangan merisaukan risiko kecil
- Buat rencana
- Jangan tenggelam dalam rencana kita
- Berhenti berbagi duka
- Usahakan dengan sepenuh hati
- Ciptakan kemajuan kita sendiri
- Jangan lupa menikmati hidup
- Jangan pusing-pusing, jadilah kaya
No comments:
Post a Comment