Pembukaan : Rabu, 19 Oktober 2011, pukul 18.00 Wita
Pameran : 20 – 29 Oktober 2011, pukul 10.00 – 18.00 Wita
Diskusi : Kamis, 20 Oktober 2011, pukul 18.30 Wita
di
Bentara Budaya Bali
Jl. Prof Ida Bagus Mantra 88 A
Kota Denpasar (Denpasar, Bali, Indonesia) Istilah tradisi seringkali berkonotasi masa lalu. Tradisi dalam berbagai kebudayaan di dunia melahirkan wujud berupa aktivitas dan artefak yang beragam. Dalam pameran tunggalnya kali ini, perupa Wayan Wirawan akan mencoba mengeksplorasi ikonografi Wayang dengan pemaknaan baru. Hasilnya adalah karya dua dan tiga dimensi, yang tidak hanya mengedepankan kekuatan visual melainkan menampilkan pula “tafsir baru” atas cerita Mahabarata dan Ramayana. Sebuah upaya kontekstualisasi yang merujuk pada realita sosial politik kekinian. Masalah korupsi, misalnya, disikapinya dengan kreatif dan kritis. Dengan kata lain ia menyadari bahwa seni (rupa) dapat menjadi media perlawanan, penyadaran sekaligus pencerahan. Wayan Wirawan lahir di Sukawati Gianyar, 27 November 1975. Sedini awal belajar seni lukis tradisi gaya Batuan kemudian melanjutkan ke Institut Seni Yogyakarta, serta aktif mengikuti berbagai pameran lukis dan instalasi. Antara lain, pameran Tri Taksu Ina Gallery, Jakarta, Pameran Sanggar Dewata Indonesia di Galeri Nasional, Finallis Philip Morris Indonesian Art Awards di Gallery Nasional Jakarta, Pameran Jaman Edan di Bentara Budaya Yogyakarta, Pameran Instalasi festival Hujan di Bentara Budaya Bali, pameran finallis UOB Buana Painting of The Year Jakarta tahun 2011. Penghargaan; Nominasi Affandi Prize Art Award (1999), Finalis Nokia Award(2000) dan Penghargaan Dies Natalis XVI dari ISI Yogyakarta (2001).info via facebook
Thursday, October 20, 2011
Pameran Seni Rupa WAYAN WIRAWAN “MEMBAJAK TRADISI” di @BentaraBudaya Bali
Labels:
theYC_Diary
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment