Tuesday, June 24, 2008

Diary

Aku menemukan coretan diaryku yang isinya macem-macem. Sudah bertaon-taon tersimpan. Mulai dari semenjak SD hingga yang aku ketik di computerku. Tulisan-tulisan yang mengantarkanku melayang ke kisah-kisah masa lalu yang membuatku tersenyum-senyum sendiri. Yaaa ternyata itulah gunanya diary, membangkitkan kenangan lama yang meski ada kisah sedihnya tapi kini membuat kita tersenyum sendiri, membangkitkan kisah dan perasaan masa lalu yang terkadang mingkin saja saat ini sedikit terlupakan.

ita bisa menuliskan apapun, siapapun, dan mau ditulis seperti apapun suka suka kita aja deh. Gak perlu terbelenggu ma EYD ato struktur kalimat. Tulis aja yang ada dipikiran kita, lama kelamaan kita akan terbisa menulis dan menemukan gaya menulis kita. Disanalah kita akan belajar menulis yang nantinya kita belajar menulis yang lebih baik. Aku mulai suka dengan duniaku yang bisa aku tuangkan dalam tulisan. Kepalaku seringkali berat menyimpan banyak hal.

Tulisan menjadi bentuk alternative penyaluran pikiran yang cukup efektif. Dari tulisan-tulisan yang kadang hanya iseng aja bisa jadi akan memberikan inspirasi kepada kita. Bukankah diri kita adalah tambang emas, so kita kudu menggali lebih dalam lagi diri kita untuk mencari emas itu. Menggali ke dalam diri kita sendiri! Diri kita terlampau luas untuk dijelajahi. Jagat raya yang penuh misteri aja gak mampu menandingi luasnya misteri diri manusia. We have great great great power….!!!

Karakterku sering aku temukan dalam tulisanku. Kitalah yang lebih mengenal diri kita sendiri. Aku sulit berkomunikasi verbal dengan orang lain. Makanya mending berkomunikasi dengan diri sendiri aja deh. Melalui tulisan kita bisa berkomunikasi dengan siapa aja. Setiap orang bisa aja membuat penilaian-penilaian menurut kacamata mereka sendiri, tapi diri kitalah sang nahkoda, sang penentu atas diri kita sendiri. Temanku bilang aku egois dan keras kepala, yaaa benar. tapi semua ada kadarnya sayang…!!! Temanku juga bilang akulah law of the world… yaa benar juga. Tapi aku juga tau kalo hak asasi kita aja berbatasan dengan hak asasi orang lain, kita hidup bersosial bersama orang laen, aku sadari itu kok.

Itu dah, orang laen bisa dan boleh aja membuat penilaian-penilaian from their perpective, dan mereka biasanya mereka akan mulai merasa mengenal kita dan memberikan vonis-vonis mereka untuk kita. Bahkan seperti kata temanku juga, kita curhat tuw sebenarnya hanya pengen didengar, bukan diberi solusi-solusi apalagi vonis salah benar. sebenarnya, kita bayar psikiater hanya karena mereka bisa mendengarkan kita dan kita merasa aman karena psikiater punya kode etik untuk menyimpan rahasia kita yang membuat kita tenang. Manusia tu pengen didengar oleh manusia juga kan. Ya iya lah kita terbiasa bicara dengan manusia dengan bahasa manusia. Kalo cuman buat didengar doang, kita bisa aja bicara ma apapun kallee, ma kucing dirumah, ma ikan-ikan di akuarium, ma burung yang lagi bertengger, ma pepohonan dipinggir Jalan, ato bicara aja ma diri sendiri. Ngoceh ngalor ngidul sendiri ato melalui tulisan. Banyak alternative honey, jangan ampe stress karena berkutat ma pilihan terbatas, ato pusing karena banyaknya pilihan, sehingga malah gak milih apapun…!!! Enjoy the way your life aja dech…. ^_^

No comments: