Dipilihnya anak-anak sebagai sasaran dari perwujudan kesadaran akan budaya daerah tersebut dikarenakan kesadaran akan kekayaan budaya harus dimulai semenjak dini. Lebih mudah menanamkan rasa Cinta dan kebanggaan akan akar budaya bangsa kepada anak-anak. Untuk mendukung misi tersebut Wira dan teamnya memadukan dengan lomba-lomba yang bersifat kebudayaan serta familiar dimasyarakat diantaranya lomba mewarnai, lomba menggambar, lomba tari daerah, fashion show busana daerah, serta story telling.
Keanekaragaman budaya tampak mewarnai serangkaian kegiatan Child Talent Competition tersebut. Hiburan-hiburan menarik seperti Jogged Bumbung, free game zone area, movie entertainment, art & culture workshop, free jogging track dan Sutha AFI menjadi nilai tambah dalam acara tersebut. Selain itu, pemilihan tempat di Desa Budaya Kertalangu, Tohpati mampu memberikan atmosfir kebudayaan.
Daya tarik lainnya yaitu dengan total hadiah yang hingga puluhan juta rupiah serta tropy dari Gubernur Bali membuat peserta semakin antusias untuk mengikuti berbagai lomba-lomba. Acara tersebut pun cukup banyak mendapat dukungan dari para sponsor.
Semua itu merupakan kerja keras dari team kreatif yang terdiri atas 24 orang yang pantang menyerah demi terwujudnya event tersebut. Berbagai kendala pun sempat menerpa selama masa persiapan event. Mulai dari pengunduran waktu pelaksanaan event yang tadinya dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2008. Namun karena para siswa masih dalam masa ujian nasional maka mereka pun mengalihkan event ini pada bulan Juni. Sasaran utama mereka yang semula adalah sekolah-sekolah internasional pun tak tercapai maksimal, karena ternyata sekolah-sekolah umum lebih antusias mengikuti lomba-lomba tersebut. Aplikasi ilmu-ilmu dari kampus mereka terapkan untuk menggaet para sponsor untuk mendukung dan membiayai acara tersebut.
Bagi mahasiswa semester 8 Diploma 4 Management Perhotelan STP Bali ini suatu pengalaman yang sangat berharga. Meskipun diantara mereka tak ada satupun yang mempunyai pengalaman dalam membuat event semacam itu dan belum mempunyai link-link sponsor, namun event tersebut cukup sukses. Seperti kata temanku, bahwa pada dasarnya kita cukup memerlukan common sense dalam berbagai hal. Banyak hal bisa dipelajari, ilmu dan pengalaman hanyalah faktor pendukung. Ketekunan, disiplin, semangat pantang menyerah, serta yang tak kalah pentingnya adalah common sense tadi yang membuat kita peka dan tanggap untuk menghadapi berbagai keadaan. Kept on creative guys… ^_^
GAMBARAN UMUM DESA BUDAYA KERTALANGU
Betapa sangat indah dan harmonisnya lingkungan apabila setiap orang menyadari dan mengembangkan kepariwisataan dengan memberdayakan masyarakat local. Visi inilah yang melatar belakangi Aji Dewa Gede Ngurah Rai untuk membangun Desa Budaya Kertalangu yang berlokasi di Jl. By Pass Tohpati no.88x, Sanur – Bali. Bapak Dewa Anom Suta sebagai manager dari Desa Budaya Kertalangu mengungkapkan tujuan dari Desa Budaya Kertalangu adalah untuk meningkatkan kesejahteraan para petani disekitarnya, melestarikan subak, mempertahankan budaya Bali, dan ingin membuat desa ditengah kota secara lebih higienis.
Desa Budaya Kertalangu dibangun semenjak tahun 2003 dan baru dibuka untuk umum sebagai kawasan wisata terpadu pada tahun 2007. Desa Budaya Kertalangu yang berbasis potensi alam dan produksi kerajinan tangan masyarakat terdiri atas 204 kepala keluarga dengan rata-rata tiap keluarga memiliki anak sekitar 2-3 anak yang sebagian besar telah beranjak Remaja/dewasa. Luas sawah di Desa Budaya Kertalangu sekitar 80 hektar. Selain itu, beragam kegiatan dan fasilitas penunjang pun tersedia di Desa Budaya Kertalangu tersebut, diantaranya yaitu:
· Gallery & arcade
· Outdoor Restaurant
· Taman anggrek
· Spa treatment & Beauty Salon
· Spa Training Centre
· Taman bermain anak
· Outbound / team building area
· Camping ground
· Kolam pemancingan (sebanyak 2 buah, yang terdiri atas ikan gurami, karper dan lele)
· Jogging Track sejauh 4 km di areal persawahan
· Pelatihan tari Bali
· Pelatihan musik Gamelan
· Pelatihan mewarnai / melukis
· Pusat penelitian tumbuhan organic
· Horse track/riding (dengan 4 ekor kuda)
· Pembuatan kerajinan keramik, lilin, gelas, batu padas dan produk-produk spa
· Pembuatan handicraft seperti lampu, furniture, rumah knock down dan berbagai ornament landscaping untuk taman
· Areal persawahan seluas 80 hektar, selain padi terdapat pula kedele, pisang, terong dan kangkung
· Ternak peliharaan berupa sapid an itik/bebek
No comments:
Post a Comment