Monday, November 24, 2008

Mati yang Sempurna

Tittlenya serem... Gak tau itu tiba-tiba terlintas dipikiranku begitu saja, meski lagi setengah ngantuk niy, ma laperr juga T_T.
Padahal rencana semula ngenet cuman sejam, cek imel doank, liat2 blog ato ngintip friendster doank... tapi jadi gatel ngetik sesuatu, sambil nunggu si Rani ma Moch entah ngapain di comp mereka masing2, hehee...

yaa, Mati yang Sempurna... karena kematian adalah pasti adanya, sedang hidup hanyalah bayang-bayang dari kematian... justru karena mati adalah teramat jelas, tiada keraguan kepastiannya.. hanya menunggu waktu. Kemaren malam aku nonton lagi pilem Final Destination, menurutku ini film yang keren abis karena selalu bikin aku berfikir betapa hebatnya Tuhan... dan betapa menderitanya dipermainkan oleh kematian, menunggu mati adalah yang menjadi permasalahannya... menunggu mati itu sama aja dengan masih HIDUP menjelang kematian, seolah-olah Sang Waktu tertawa mengejek pada kita sang manusia yang tanpa daya namun senantiasa bersombong-sombong ria...!!!

Tiap kali keningku bersimpuh padaNya... aku serasa terbang, ringan, dan tiada hentinya rintik air mata ini meronta untuk turun dari pelupuk mataku yang kian memberat. Dadaku sesak... mengapa hidup begitu rumit Tuhan? Mengapa mendesain kehidupan jauh lebih susah daripada mendesain kematian? terkadang kematian dijadikan permainan, nyawa manusia tak ada harganya... terkadang mati terlihat sangat sederhana dan biasa-biasa saja, namun aku selalu takut bahkan sekedar membayangkan menatap mata-mata Izrail itu. Sekali lagi aku mundur menghadapi kematian... tubuhku bergetar hebat tatkala maut diujung jariku... merasakannya dalam benak pekatku. bukan.. bukan aku yang dijemput saat ini.. belum giliranku, aku menanti lagi... kemudian.

Esok masih kurindukan mentari yang hangat, pun kan kuterima pabila ternyata mendung dan rintik hujan yang mengunjungi pagi...

mangga-mangga itu mulai meranum di rantingnya, burung-burung liar & sesekali lowa bertandang skedar mencicipi daging buah yang gembul...

Besok pagi masih ada nasi kuning sarapan pagi rutin, tuntutan gemuk dari sang Ibu. Malamnya pun masih ada nasi goreng pak tua yang selalu ramah mengingatkanku
"wanita tak baik keluar malam-malam"...
Esok juga bakal bertandang beberapa temanku yang dengan tiba-tiba menyembul dari balik pintu tanpa kunci, mengejutkanku sesaat, membuatku berang sesaat namun kemudian kami pun bisa bercengkrama...

ato mungkin Esok aku akan ke Nusa Dua aja, si bungsu lagi lucu-lucunya, belajar ngaji membutuhkan arahanku, adek cowok satu-satunya juga lagi puber mencoba pacaran padahal baru SD, perlu perhatian extra. Si Bapak juga perlu dikontrol biar sibuk ma tanaman & ikan2 atau burung2nya saja. Si Ibu... akh aku berhutang mengantarkan beliau naik Haji, pasti kok bu...insyaallah, tapi jangan kejar aku dengan tuntutan nikah cepat, aku bisa enggan pulang... T_T

Sekarang YC pun udah tak bertuan, dia yang namanya malas kusebutkan (hehehee) sedang mencari dunianya, kebahagiannya, ato sedang bersembunyi "lagi" didunianya, ato entah apa, malas pula untuk menduga-duga... untungnya punya temen berkarakter seperti itu satu doank, kalo ada dua biji ajaa bisa botak menahun aku...

see...!!! merancang kehidupan benar2 rumit, tiap detail keputusan "dalam hidup" menentukan hidup dan mati diri kita bahkan pun menentukan hidup mati orang lain pula, pun bisa pula berkolerasi dengan alam, yaa tanggung jawab hidup mati kita bakal tersangkut paut dengan duniawi. wuiiih ribet amat sih untuk sebuah nyawa yang tersimpan dalam seonggok daging bergerak ini...

MATI.... begitu nafas terputus dari ujung tenggorokan, denyut tinggal sekali berdetak, darah tak beredar pada jalurnya... maka, MATI... that's it!!! simple!!!
entah matinya diiris-iris? tenggelam? digantung? di-dor? ditusuk? dicekik? dipanggang?dilindas? penyakitan? ato mati dalam kemaksiatan... mati ditengah perjudian, tatkala bergumul dengan bukan muhrimnya, aduan... ato mati dengan senyum tersungging, dengan wudlu terpoles dibadan, kening yang bersimpuh di sajadah...? Alquran didengungkan, Adzan dikumandangkan... dan Surga tinggal melangkah saja...???!!

Setelah mati... urusan siapa? beli kain kavan, kembang mayang 7 rupa, dupa ato wewangian, kapas penutup 9 lubang, kumpulkan beberapa orang bantu memandikan mensolatkan dan menguburkan. Tahlilan 7 hari, 40 hari, 100 hari... menangis cukup paling lama seminggu aja. Selesaikan utang piutang, kenang sekedarnya saja... lalu, yaaa Life must go on..!!! With or without us, bumi tetep berputar jenk, hingga waktu yang ditentukanNya
Laaah yang mati....? ya mana kita tau, entah bagaimana pengadilan barzah, entah seperti apa sirotul mustaqim, entah bagaimana kehidupan setelah mati... boro-boro deh bayangin Neraka... Surga saja masih diluar nalar

However....
Hidup membutuhkan keberanian dan perjuangan, apa yang aku perjuangkan Tuhan? untuk siapa aku berjuang Tuhan? keberanian seperti apa yang aku miliki untuk tetap menatap kehidupan ini Tuhan?
Kita... siapapun kita yang pasti asal kita semasih berstatus manusia, adalah selalu SENDIRI, kita lahir sendiri, punya sodara kembarpun idupnya sendiri2, mana ada sodara kembar dalam satu tubuh. KTP pun yang ada nama kita seorang, namanya juga personal identitas! Naah, ntar mati pun ya sendiri laah, masa mau ngajak-ngajak, miris amat aku liat orang2 yang mati menyertakan orang lain, pun pabila itu keluarganya sekalipun (anak, istri ato suami)

Liat CERMIN...!!! kau yakin itu dirimu? diriku? diri kita? ato hanya ilusi optik? ato mungkin pantulan cahaya yang membentuk bayangan dan kita persepsikan sebagai obyek, lalu kita tasbihkan sebagai pantulan diri kita? Apa jaminannya itu diri kita?
Buruk muka cermin dibelah, kalo cantik rupawan wajah dicermin dikagum disanjung..., Kau mengenal sosok di cermin itu...???!!!
Tiap kali aku menatap di cermin, seolah ada kekuatan yang merasuki pikiranku dan merangkai kata-kata ketidakpercayaan.... bagaimana bila yang kulihat dicermin saat ini berbeda dengan diriku dicermin kemarin-kemarin..?!! Ato aku melihat wajah lain dicermin itu?!! bagaimana kalo itu wajah kemunafikan?! wajah penjahat teri?!..... apa iya yang dicermin bisa tampak wajah seperti wajah yang aku inginkan?!

Yang pasti sekarang uda pagi, uda jam 4 pagi... aku mesti tidur kalo gak mau melewatkan pagi yang kuketikkan tadi...
Pagi yang kunanti... dan yang kutakuti tiap kali beranjak tidur karena takut tak bisa kunikmati lagi... meski karenalah aku sebenarnya lebih suka meneruskan tidak tidur saja untuk menyambut sang Fajar yang berbinar2, abis itu... yawdah tidur lagi... hahhaaaa

PAGI semua.... semoga jadi hari yang indah hari ini... ^_^
Kau bahagia, akupun bahagia....
Kau menderita, aku pikir-pikir dulu ya gimana cara bikin kau bahagia...
meski bahagiamu bukan karenaku, tapi bisa kumintakan padaNya untuk mengantarkan hadiah kebahagiaan untukmu melalui tangan yang lain...
Tangan-tangan Tuhan selalu bekerja secara misterius... ^_^

No comments: