Disuatu siang itu diperbincangan itu... aku tertampar dengan kata-kata seorang teman bahwa:
”Hey, kurang apa siy kita ini. Kita bukan orang-orang biasa lho, kita udah cukup banyak belajar, cukup banyak pengalaman, cukup intelektual, cukup kritis & pekerja keras termasuk pula orang-orang yang punya semangat juang, kurang idealis apa coba, pengalaman di-organisasi? Di event? Apa lagi??? Tapi kenapa kita sekarang masih berkumpul disini, berbicara seperti ini, bersama orang yang ini-ini juga?...”Well, apanya yang salah kalo kita berkumpul bersama? Yang salah adalah diri kita masing-masing pada saat itu…!!! Ketika itu masing-masing curhat tentang permasalahan & pemikiran tentang dirinya... tebak deh apa yang akan terjadi kalo orang-orang yang membawa aura negative (bukan karena kepribadian yang negative, tetapi terlebih karena permasalahan yang tengah melanda...) berkumpul bersama, saling cerita hal-hal negatif yang saling diperkuat oleh cerita negatif lainnya... seketika aku merasakan energiku tersedot, aku laksana berdiri diujung jurang curam, kabut gelap yang membawa suasana temaram, melangkahpun entah akan ada dititik koordinat berapa, hanya suara-suara kita yang terdengar menggema dirongga eustachius, mendengungkan balik setiap lontaran kata, kala itu pabila tubuh ditusuk ribuan pisaupun kita tak akan merasakan apapun lagi... hambar tanpa rasa. Aku seolah ingin teriak dan berlari meninggalkan mereka yang sepertinya menarik-narikku dengan kepedihan-kepedihannya masing-masing. Aku melihat mereka menangis, namun disi lain aku merasakan kebanggaan akan kepedihan itu, satu sama lainnya tak mau kalah untuk menjadi yang tersusah. Aku curhatpun hanya akan menjadi selingan cerita.... karena yang mereka dengar adalah kisah sedihnya sendiri...
Sesekali berkisah sedih tak mengapa, tapi harus disetai pula penyadaran bahwa itu adalah suatu proses dibalik proses kehidupan yang jauh lebih panjang. Gak mungkin kita berhenti seterusnya hanya karena sandungan permasalahan itu aja.. Atmosfer sekeliling itu bisa diciptakan kok, cari aja orang-orang yang beraura positif & hari kita akan ikut menjadi cerah ceria kembali. Ada baiknya juga kita memilih berteman.... membuat lingkungan yang mampu mendukung kita agar lebih baik ^_^
Liat disekeliling kita deh, kita kenal berapa orang teman sih? Ada berapa orang yang masih berkomuniaksi dengan kita, baik melalui SMS, call, imel-imelan, friendster, ato cukup titp salam aja antar teman atau kenalan? Sadar gak siy kalo mereka semua itu adalah potensi & kekayaan kita?! Karena itulah kemudian aku mencabut kembali kata sumpahku pada seorang teman untuk tak ingin menghubunginya lagi (aku meyesal telah menyebutkan kata Tuhanku dan Tuhannya... kesalahan telakku.. gak seharusnya aku berujar demikian T_T, If tomorrow never comes... aku tak akan punya kesempatan minta maaf & neraka sudah pasti menantiku karena memutus tali silaturahmi dengan sesama manusia). Aku tak ingin milih-milih teman, tapi sekedar jaga-jaga karena diri kita tak terlampau kuat mempertahankan kepribadian diri sayang....
Tiga jam lamanya aku tiba-tiba di-telp teman lama yang kini tengah dikarantina sebagai calon penyanyi & presenter mewakili daerahnya, betapa bangganya aku padanya. Tiba-tiba pula aku di-SMS sobat SMA-ku dulu untuk menghadiri pernikahannya, padahal sudah enam tahun sama sekali aku tak berkomunikasi dengannya. Tengah malam ditengah kucuran hujan yang membuatku merasa sepi, tiba-tiba muncul nomor asing dalam handphoneku yang kemudian aku kenali sebagai salah seorang sobat seperjuanganku dulu, dan kamipun bercerita banyak hal membuatku lupa bahwa aku tengah sendirian malam itu. Tatkala sedang asik meng-email blast database, tiba-tiba saja ada seorang teman atau hehehehe mantan gebetan dimasa sekolah yang gak ada angin gak ada ujan minta di-invite di friendsternya karena dia masih mengenali diriku. Haduuuh, itu semua adalah harta yang tak terkira nilainya. Harta karun yang akan tiba-tiba muncul dan membuat kita semakin kaya. Pompaan semangat baru. Sekedar pengingat masa lalu yang membuat kita semakin terdorong untuk terus melangkah dengan berani menghampiri masa depan, bukannya malah terhenti di masa lalu.
Sahabat-sahabat berkualitas bisa dilihat dari kualitas perbincangan lho. Kalo topik-topik pembicaraan itu-itu aja & tidak menambah kualitas buat kita, maka persahabatan itu bukan persahabatan yang berkualitas. Emang mau punya temen-temen yang memperbincangkan gosip-gosip gak jelas melulu, atau seputar cewek-cewek atau cowok-cowok mlulu, atau curhat kesedihan & kemalangan yang tiad hentinya menerpa? Haduuh kita berhak memilih dengan siapa kita berteman & topik pembicaraan seprti apa yang menarik buat dibicarakan.
Siapapun teman kita... mereka adalah harta karun kita. Kadang aku risih aja dengan pameo yang menyebutkan bahwa kita dapat dilihat dari orang-orang disekeliling kita. Aku setuju siy, tapi itu bukan jaminan, karena manusia itu juga makhluk yang unik, kita punya kepribadian sendiri. Aku seringkali jengah kalo ada yang menjelek-jelekkan teman-temanku (meski aku tau aslinya dia lebih buruk lagi sih hahahhaa...). Dalam hubungan dengan sesama manusia... akan ada radar-radar yang mengisyaratkan perasaan tertentu. Berteman juga gitu, itu suatu chemistri yang misterius. Gak semua yang kita kenal akan menjadi teman kita bahkan sahabat dekat kita.
Sahabat akan ada untuk mencerahkan hari-hari kita atau mungkin sekedar membuat kita tersenyum dengan SMS isengnya, meski sekedar menanyakan kabar basa-basi ^_^. Sahabat gak selalu ada setiap hari, gak seperti pacar-pacar kita yang menuntut totalitas & kepemilikan absolut, sahabat tuw hanya pelengkap yang akan ada disaat kita lelah dengan pacar-pacar kita itu hehehe... makasi Tuhan sudah mengirimkan sahabat-sahabat yang istimewa untuk menemaniku disegala suasana ^_^
(dari sudut lainnya muncul suara-suara yang mengaum, sahabat atau pacar...???!!! kalo udah ma pacar aja lupa deh ma sobat-sobatnya, hehehehee...!!!)
Kadang aku juga mikir ulang... yang sebenar-benarnya sahabatku tuw siapa ya? Sekarang mereka yang pernah deket ma aku terasa hanya teman-teman dekat biasa aja. Menik..? entah dimana. Rapi? Udah meninggal. Siau Hua? Udah di Itali. Irma? Uda di luar negeri juga. Tutie, Sita, Anom, Yeyen, Mahisa? Gak tau uda pada menyebar dimana-mana. Sekardi? Udah nikah jadi istrinya seorang muslim di Yogya. Dwi? Akh anak yang aneh, gak tau lagi deh uda jadi apa dia. Idha? Gak tau lagi gak pernak kontak-kontak ganti nomer dia. Saras? Terakhir kasi kabar habis operasi kecil sekarang lagi di Jakarta. Irham Anne Angkon Ruby Rokib Benny Anton Adit Rommy Choky Heidy Lidya Puji ? sesekali sempat ketemu ma mereka satu per satu tapi tetep gak bisa deket lagi. Putra Dadang Inang Bagus Ryo Yanni Vivi? Hmm gak tau deh kabarnya. Eman Hengky Gadis Budi mba’ Vivi Yossy dan semua konco-konconya deh? Lebih gak tau lagi kabarnya. Mb’ Dewi sekeluarga? Terakhir kabar kudengar mereka baek-baek aja siy. Eka Moch dan semua temen-temen kerja? Mereka baek-baek aja kok, baek banget sepertinya ^_^. See.....???!!!!
No comments:
Post a Comment