‘Guard Shop’….. hayoo menurutmu itu toko apaan? Barang-barang apa aja kira-kira yang dijual disana? Pelampung? Ban penyelamat? Tali tambang? Alarm kebakaran? Safety balloon buat di mobil-mobil yang berfungsi melindungi sopir dari benturan dengan stir? Helm penyelamat buat pengendara sepeda motor? Pelindung badan? Pelindung gigi? Hahahha, itu toko pusat penjualan kondom yang ada di Centro-Dicovery shopping mall Kuta…
Siang itu aku sengaja melintasi toko itu, sekedar ingin tau aja berkenaan dengan hari itu adalah tanggal 1 Desember yang diperingati sebagai hari HIV/AIDS sedunia, apakah ada yang istimewa di toko itu? Nggak sih, biasa-biasa aja. Ada produk baru? Hehehee kebetulan aku gak sempat melihat kedalam & bertanya-tanya dengan pegawai tokonya.
Sekitar 5 tahun yang lalu, aku ingat banget ketika aku diminta oleh teman membeli kondom. Masalahnya, aku harus beli kondom itu sendirian dan aku lagi culun-culunnya (aku masih konservatif, aku masih menganggap beli kodom adalah hal yang janggal, itu hanya dibeli oleh orang-orang yang sudah menikah, atau yang menganut sex bebas.. pokoknya yang punya niatan ‘begituan’ deh…). Aku bahkan gak tau kondom tersedia dimana aja. Mukaku merah padam tatkala proses pembelian kondom itu, apalagi penjualnya sempat nanya macem-macem pula, ya ampun makanya aku gak bisa lupa kejadian itu deh. Mana ragam kondom ternyata variatif pula, haduuuh mana aku tau masalah taste, size & function…
Beberapa tahun kemudian aku mulai mengenal seluk beluk benda itu, variasinya, fungsinya, ukuran-ukuran, rasa, warna, cara pemakaian, efek, kegunaan, harga, tempat-tempat memperolehnya dll… gak tau kenapa ya, bahkan beberapa hari lalu tatkala aku sedang iseng nyeletuk tentang hari AIDS itu pada salah seorang teman, dia malah tertawa iseng dengan nada mencibir nanya dimana ada kegiatan bagi-bagi kondom gratis.. hey, aku rasa dia (temanku itu) bukan termasuk orang yang tabu dengan hal-hal semacam itu, tapi aku merasa dia menimpali celetukanku dengan nada yang seolah-olah itu adalah hal yang masih gak lazim gitu lho…
Kondom…. Apa yang ada dalam pikiranmu mendengar kata itu? Sex kan pastinya?! Waah pasti rata-rata udah mempunyai lamunan joroknya masing-masing, gak perlu muna’ deh.. biasalah gejolak muda, bahkan untuk orang yang telah matang pemikiran pun justru gak bisa mengendalikan hasrat seksualitasnya. Mengapa...??? Kondom berdasarkan arti harfiahnya adalah pelindung. Fungsi utamanya ya melindungi agar sperma yang dikeluarkan oleh alat kelamin jantan tidak keluar di rahim yang bakal berakibat terjadinya pembuahan. Kondom jaminan bebas dari hamil? Gak juga, banyak kesalahan-kesalahan kecil dari penggunaan kondom yang ceroboh sehingga mengkibatkan sperma tetap bisa membuahi sel telur... banyak jalan menuju roma guys, hehehee...
sewaktu SMA di mobil jemputan aku dan sobat-sobatku pernah mendiskusikan masalah sex education.. Ada celetukan temanku tentang orang tuanya yang mengijinkan, malah menyarankan anaknya (temanku itu) untuk nonton film porno (tapi tentunya tidak dikonsumsi berlebihan), dengan harapan anaknya itu gak perlu lagi sembunyi-sembunyi menonton film begituan. Kita semakin dilarang akan semakin penasaran kan..??!
Aakh, gak jamannya lagi proteksi berlebihan, karena pemasaran film porno sudah amat sangat luas di masyarakat. Kita wanti-wanti supaya anak-anak gak nonton yang begituan, dengan berbagai cara film itu mudah sekali dikonsumsi. Cek deh HP anak-anak SD (kalo punya HP & yang ada grafis setting), berapa persennya sih yang… paling gak pernah nonton film atau foto porno dari HP, atau sekedar film porno bajakan deh, atau gambar-gambar porno stensilan deh…??? Bergaul dengan orang sealim apa sih supaya terhindar dari info sex? Maaf aja, aku pernah tertipu oleh kealiman & kepolosan seorang kenalan yang ternyata gak jauh beda deh dengan sex predator pada umumnya… oleh karena itu orang tua temanku itu malah membiarkan anaknya mengetahui dunia begituan, dengan harapan & control dari orang tua serta orang-orang terpercaya agar pengetahuan sex itu bukan malah menjerumuskan mereka ke dunia sex bebas. Melainkan, sekedar pengetahuan & pematangan pola pikir.
Diawal-awal kuliah pun aku kenal seorang teman wanita yang menganut sex bebas (karena suatu kejadian pahit….), hingga sekarang dia termasuk predator sex. Dia mempunyai sex appeal yang cukup membuat pria-pria lekas ‘on’. Darinyalah aku mendapat info-info vulgar apa adanya (karena pembawaanya yang terus terang & ceplas ceplos tanpa tedeng aling-aling, termasuk berbicara masalah sex, hmmm ya gak pada semua orang sih dia begitu vulgar cerita seperti itu…). Sempat aku bertanya apakah dia atau pasangannya memakai kondom (mengingat dia berkali-kali berganti pasangan bahkan dia mencari pria demi memuaskn nafsu birahinya…), dengan gaya apa adanya dia menjawab, “Gak..!!” katanya lagi memakai kondom hanya menghalangi & mengurangi ‘rasa’nya, syukur-syukur deh ampe sekarang dia masih selamat dari kehamilan (eeh tapi menurut pengakuan dia lagi, sempat aborsi…), ato syukur deh gak terserang penyakit kelamin (aaiiih aku juga gak pengen deh temanku itu kena penyakit, dia tetap temanku laah apapun yang dilakukannya). Tapi akunya lagi, bila berhubungan dengan orang-orang yang gak terlalu dikenalnya dia tetap memilih jalur aman deh, yaa dengan kondom… ditasnya selalu tersedia beberapa bungkus kondom. Akunya lagi, para pria tuh seringkali mau enaknya aja. Makanya dia (temanku itu) bela-belain membawa kondom sekedar buat jaga-jaga aja. Toh akunya niy, “kondom bukan barang haram yang bakal dirazia polisi kalo disimpen di tas. Kalo ketahuan temen atau orang lain, yaa jawab apa adanya aja.. ngapain juga ditutup-tutupi, ya gak... hehehe”. Tapi kemudian dia menambahkan lagi, ”awas lho Lin kalo kamu ikut-ikutan kayak aku gini, wakakakakak...!!!”, she’s style is so cool, apa dia masih bisa se-cool itu ya kalo terjadi apa-apa imbas dari sex oriented-nya itu..?
No comments:
Post a Comment