Tuesday, July 07, 2009

070709:0759 - Mati Dalam Diam

070709:0759
Aaaah harusnya aku pulang ke nusa dua saat ini juga, tapi meski angka mencapai 07.59 rasanya ada keengganan untuk beranjak...
Sesaat lalu rasanya energiku terisi ketika berbincang dengan dua orang teman dari museum kartun yang menghampiriku untuk berbincang ringan mengenai beberapa event. Badanku terasa menggigil untuk cepat2 melakukan sesuatu. Haaa semangat yang menggebu-gebu hingga membuatku lelah pikiran.

Esok, hahahaha... ternyata tak bisa dipungkiri aku kan selalu menghindari pertemuan rutin yang kuanggap persidangan terencana. Aku tak suka itu! Aku suka sesuatu yang penuh kejutan, meski kadang kejutan itu tak selamanya akan menyenangkan, tapi kejutan itu adalah sestau baru yang memberi sensasi berbeda ^_^.
Untunglah esok libur nasional, ada tenggang waktu rutinitas yang semula diadakan hari senin dan kini dipindah hari rabu, tetap saja perasaan2 itu menghantuiku, haaaa menyebalkan terjebak dalam rasa tak mengenakkan begini. Meski kusadari dan kuakui bahwa hal ini amat sangat penting untuk dilakukan & untuk menjadikannya sebagai sarana komunikasi terarah. haaaa lagi lagi.. haaaaaa

Semenjak bangun tadi pagi, dalam kepalaku terdoktrin Bubur Sumsum yang gurih dan manis... sepanjang siang tadi kuluangkan waktu untuk melakukan pencarian menyisir jalan demi jalan di Denpasar dan menengok tiap2 lapak untuk menemukan pedagang bubur sumsum... hmmm, dimana mereka tatkala aku membutuhkan?! Tampaknya sekarang aku masih menginginkannya, aku harus segera pulang & membuatnya sendiri, emang gak bisa mengandalkan orang lain... sekedar bubur sumsum lembut dengan siraman gula jawa yang harumnya berpadu dengan pandan wangi, hmmmm yummmmmiiii.... aaakkkh apa yang aku tulis ini, aku harus cepat2 pulang dan membuatnya!!!!!! untukku sendiri...???

..... rasanya menyenangkan menulis tanpa arah & tujuan seperti ini. Aku tak bermaksud menyodorkan ini pada siapapun, ini untukku saja. Entah mengapa aku merasa kehilangan saat2 bersama diriku seperti saat ini. Jam2 yang berlalu dalam hidupku menuntuku tuk berbagi dan memberi untuk orang lain. Aaah seperti itu lah kehidupan, bicara apa aku ini!
Ada suatu tempat disana dimana qta bisa melihat bentangan kehidupan, mendengar gemericik air, merasakan hangat mentari, menghirup sejuk udara dan membebaskan semua belenggu pikiran maupun rasa yang menguntit diri... kebebasan. Mahal sekali sebuah kebebasan.

Ahh, begitu geram aku ketika mengingat seorang teman yang mulai sering mencibirku dengan fakta2nya yang menyakitkan. Kukatupkan bibirku tuk menghindari berkonfrontasi dengannya, meski ingin sekali kumenamparnya untuk keyakinan dirinya yang seolah sangat sangat sangat 'benar' dan beralasan yang logis. Ke-diam-anku membunuhku. Dan dia akan kembali berargumen dengan lancar menyerukan kebenaran yang ia fahami.... dan aku lagi-lagi mati dalam diam..

Sampai jumpa dalam keheningan yang penuh makna.....

No comments: