Jumat, 16 September 2011
jam 9:30am - 12:30pm
di Bentara Budaya Bali
Prof. Ida Bagus Mantra No. 88 A
Ketewel, Gianyar
Perkembangan serta dinamika sosial budaya di Bali tidak hanya dapat tercermin dari karya-karya seni, akan tetapi juga bisa ditelisik melalui kajian para antropologi. Simak saja bagaimana seniman eksentrik Miguel Covarrubias, antropolog Margaret Mead, Clifford Geetz, James Danandjaya dengan penelitian tentang Desa Trunyannya, Michel Picard, Adrian Vickers serta sederetan nama-nama tersohor lain yang mencoba mengupas kehidupan mas
yarakat Bali. Benarkah kehadiran buku-buku tersebut, seiring berlalunya waktu, diam-diam memunculkan citraan tentang Bali, baik sebagai The Last Paradise atau sebutan-sebutan lainnya, di mana persepsi tersebut seakan-akan masih sungguh tercermin pada kenyataan sekarang? Melalui Pustaka Bentara kali ini, budayawan dan antopologi I Wayan Geriya akan memperbincangkan perihal sejauh mana peran buku-buku antropologi dalam mengkonstruksi persepsi masyarakat atas pulau ini. Di sisi lain dibahas pula bagaimana masa depan ilmu antropologi terkait adanya kecenderungan masyarakat yang kian menglobal serta memiliki dinamika perubahan menuju kecenderungan yang sama dengan ciri-ciri urban individual dan kian jauh dari semangat komunal tradisional. I Wayan Geriya lahir di Batubulan, 1 Desember 1940, penah menjadi Dekan Fakultas Sastra UNUD. Ia sempat menyampaikan makalah di berbagai forum internasional, antara lain Kongres Kebudayaan (Jakarta, 1991), Interaction Between Culture dan Industri (Tokyo, 1996), International Symposium on Concerning Culture di Sanur, 2000. Bukunya yang telah terbit Pokok-Pokok Studi Pedesaan (1983), Partisipasi dan Pemberdayaan Desa Adat dalam Pariwisata (1993), Transformasi Kebudayaan Bali memasuki Abad XXI (2008) dan sebagainya. Ia juga salah satu penggagas Kongres Kebudayaan Bali. Acara ini terselenggara atas kerjasama Udayana Scientific Club dan Ikatan Mahasiswa Antropologi Universitas Udayana. Posted via email from youth corner bali
No comments:
Post a Comment