Pujian...konon katanya pedang bermata dua. Bisa membuat kita terlena dan akhirnya jatuh atau sebaliknya malah membuat kita semakin termotivasi untuk semakin Percaya Diri dan berkembang lebih baik. Pujian, ada sebagian orang yang setiap kali dipuji maka dia akan selalu menepis pujian itu... Ibaratnya mengguyur air dingin ke si pemberi pujian. Memeberi pujian dan menerima pujian itu seperti proses take & give. Ada orang yang suka nerima nerima nerima, ada yang suka ngasi ngasi ngasi. Yang pasti dua hal itu kudu berdampingan, gak bisa kita ngasi pujian kalo orang yang dikasi pujian gak bisa nerima. Si pemberi pujian bakal kecewa juga donk, padahal bisa jadi si pemberi pujian itu tulus banget mujinya, emang pujian yang diberikan itu sesuai diberi. Namun, bisa saja si penerima pujian gak siap atau gak mungkin gak biasa menerima pujian yang akhirnya pujian itu dimentalkan, ditepis mentah mentah. Coba deh kita liat dulu...benar pujian itu pedang bermata dua. Tapi ketimbang kritik kritik kritik mulu yang nadanya negatif, bukankah lebih baik kita beri & menerima yang indah indah semacam pujian ini?! Mana ada pujian yang bernada negatif (kecuali kalo pujiannya emang bukan pada tempatnya, dan kita sangat tau itu kapan & bagaimana). Tapi kalo pujian itu memang layak dan sesuai dg diri kita..mengapa harus dimentalkan? Toh orang lain kan yang bisa menerima kita menurut pandangannya dia.. jadi yah kalo mau kritik atau pujian yaah kudu diterima. Uniknya, terutama orang2 Indonesia banyak yang belum bisa menerima pujian, meski dalam diri nya sujatinya membutuhkan pujian. Ibarat gurun pasir yang perlu diguyur hujan sesekali. Coba deh, sejak kecil berapa banyak kita menerima kata kata negatif, jangan ini jangan itu kok begini kok begitu. Banyak cibiran banyak tuntutan. Sangat sedikit kita menerima kata kata pujian. Salah dikit dimarahin, nakal dikit dibentakin. Aaarrghhh... Kita tumbuh dalam dunia yang mengkerdilkan karakter kita. Aku ingat banget, pas pertama kali adik bungsuku bisa jalan..langsung dipuji dan adik kecil ku langsung bahagia dan semakin semangat berjalan. Ketika adik ku itu mulai bisa berkata kata, kami semua memujinya, "pintar.. Pintar.." Dan seketika itu senyum senangnya merekah dan dia semakin berusaha untuk bisa melafalkan kata kata. Woow luar biasa yah pujian pujian kecil itu mempengaruhi hidup kita, terutama buat pertumbuhan seorang anak kecil. Aku termasuk hidup dan dididik dalam lingkungan yang kurang sekali dibiasakan mendapat pujian pujian. Hingga sekarang aku merasa kepercayaan diri atas kemampuan dan yang sudah kulakukan masih rendah. Aku menyadari itu semua. Bangkit dan membangun karakter diri ku kembali tidak lah mudah, namun penyadaran diri adalah langkah awal yang bisa kulakukan dan mulai berbenah diri. Termasuk menerima pujian ini (⌒˛⌒). Lantas, bagaimana sih supaya kita bisa menerima pujian dengan tulus (eits jangan salah, gak hanya yang ngasi pujian doank yang kudu tulus lhoo)? Mudah saja:
1) Senyum tulus
2) Terima apa adanya & cukup ucapkan "terimakasih", "senang sekali mendapatkan apresiasi dari mu" dan sebagainya.
Itu saja...terima saja pujian itu dan rasakan kekuatan positif yang diakibatkan sehingga membuat kita semakin bersemangat untuk melakukan yang lebih baik lagi. (⌒˛⌒)
1) Senyum tulus
2) Terima apa adanya & cukup ucapkan "terimakasih", "senang sekali mendapatkan apresiasi dari mu" dan sebagainya.
Itu saja...terima saja pujian itu dan rasakan kekuatan positif yang diakibatkan sehingga membuat kita semakin bersemangat untuk melakukan yang lebih baik lagi. (⌒˛⌒)
No comments:
Post a Comment