Showing posts with label kajian teori. Show all posts
Showing posts with label kajian teori. Show all posts
Sunday, January 10, 2010
Skizofrenia
Skizofrenia adalah kekacauan dalam struktur psikis berapa teralinasinya dan tercerabunya seseorang dari realitas. Kekacauan dalam struktur bahasa berupa terputusnya rantai pertandaan yang mengaitkan sebuah tanda dengan sebuah makna, sehingga terjadi kekacauan makna. (Ancaman dari Balik Romantisme – Harun Yahya)
Saturday, January 09, 2010
Perbedaan Konsep Perancangan Metafora & Analogi
A. Konsep Metafora
Konsep metafora adalah type konsep perancangan yang mengungkapkan atau mengidentifikasikan hubungan diantara benda-benda yang lebih bersifat abstrak dari yang sebenarnya (nyata). Bentuk-bentuk yang nyata tersebut diolah dan dipadukan dengan imajinasi perancang.
B. Konsep Analogi
Konsep analogi adalah type konsep perancangan yang mengidentifikasikan hubungan harafiah (menyamakan yang mungkin diantara benda-benda). Konsep analogi ini mengambil bentuk yang sudah ada yang memiliki seluruh karakteristik yang diinginkan untuk diterapkan sebagai rancangan. Jenis-jenis analogi yang sering digunakan sebagai konsep perancangan yaitu:
1. analogi matematis, mengambil ukuran-ukuran bilangan termasuk bentuk dasar untuk menjadi dasar rancangan
2. analogi biologis, menurut pencetus konsep ini bahwa membangun adalah prose biologis dan bukan proses estetis. Analogi biologis ini dibedakan menjadi dua bagian yaitu organic dan biomorfik.
Analogi organic adalah analogi yang memusatkn perhatian pada hubungan antara bangunan dan ronanya. Karakter arsitektur organic menurut Frank Llyod Wright yaitu:
• berkembang dari dalam ke luar, selaras dengan kondisi keberadaannya, tdak dapat diterapkan begitu saja.
• Konstruksi terjadi dalam sifat bahan. Misalnya, Kaca dipergunakan sebagai kaca, batu dipergunakan sebagai batu, kayu dipergunakan sebagai kayu, dll.
• Unsure-unsur suatu bangunan adalah terpadu. Kata organic menunjuk pada kesatuan.
• Menggambarkan waktu, tempat dan tujuan.
3. analogi romantic, cirri pokoknya yaitu bersifat mengemban dalam mendatangkan atau melancarkan tanggapan emosional dalam diri pengamat dengan cara membangkitkan kenangan pengamat, dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:
• dengan memberikan gambaran yang berlebihan yang bisa menyentuh sense atau indera perasa.
• Dengan mengacu pada pemanfaatan potensi alam baik secara alamiah maupun secara rekayasa (dikembangkan)
Contohnya yaitu: peniruan tempat-tempat yang eksotis, monumental,primitive, tradisional, asosiasi masa kanak-kanak, dll.
4. analogi linguistic, berdasarkan “architectural Linguage” bahwa bangunan dianggap sebagai alat untuk menyampaikan informasi kepada pengamat dengan berbagai cara atau model, diantaranya yaitu:
• model tata bahasa (gramatikal/sintaksis), yaitu penyusunan elemen-elemen seperti pada kalimat sehingga seolah-olah berbicara. Dengan demikian, pengamat akan cepat dan mudah memahami serta menafsirkan maksud dari rancangan bangunan tersebut.
• model ekspresionis, yaitu dengan membuat bentuk-bentuk bangunan sebagai media yang mencerminkan sifat atau karakter perancangnya. Misalnya bangunan dapat memberikan ulasan tentang keadaan, lokasi, tentang masalah pemisahan ruang luar dan ruang dalam, tentang orang-orang yang menggunakannya, dll.
• model semiotic, yaitu dengan pemberian tanda untuk bisa memberikan informasi yang dimaksud.
5. analogi mekanik, yaitu bahwa bangunan dianggap sebagai mesin yang digunakan sebagai tempt beraktivitas bagi penghuninya.
6. analogi pemecahan masalah, yaitu bahwa arsitektur sebagai pertimbangan sesuai dengan penalaran yang bersifat logis, sistematis dan rasional daripada inspiratif. Cirri pemecahan masalah dalam perancangan memperlihatkan prosedur yang seksama dan terpadu. Agar dianggap rasional, prosedurnya harus memuat sedikitnya tiga tahapan, yaitu
• analisis, yang merupakan pengkajian data dan permasalahan
• sintetis, yang mengkaitkan atu memproses seluruh data yang ada
• evaluasi, melakukan tahap pencapaian hasil
7. analogi adhoics, merupakan analogi khusus atau special untuk tujuan tertentu. Selain itu, analogi adhoic ini merupakan tanggapan terhadap kebutuhan-kebutuhan yang penting dan mendesak dengan menggunakan informasi-informasi yang langsung. Tidak ada pedoman baku dari luar untuk mengukur rancangan tersebut.
8. analogi bahasa pola, merupakan hubungan antara perilaku dan lingkungan yang dapat dilihat dari segi unit atau bagian-bagian yang ditampilkan bersama. Seringkali merupakan cerminan dari kebudayaan yang merupakan kesepakatan-kesepakatan untuk berperilaku.
9. analogi dramaturgi (irama), yaitu bahwa kegiatan manusia sering dinyatakan sebagai teater, lingkungan buatan dianggap sebagai pentas panggung dan orang-orangnya dianggap sebagai pelaku dengan peran masing-masing. Konsep analogi dramaturgi ini dapat mempergunakan dua cara, yaitu dari sudut pandng actor (pelaku/penghuni bangunan) dan dari sudut pandang dramawan (perancang/arsitek).
(dari berbagai sumber)
Konsep metafora adalah type konsep perancangan yang mengungkapkan atau mengidentifikasikan hubungan diantara benda-benda yang lebih bersifat abstrak dari yang sebenarnya (nyata). Bentuk-bentuk yang nyata tersebut diolah dan dipadukan dengan imajinasi perancang.
B. Konsep Analogi
Konsep analogi adalah type konsep perancangan yang mengidentifikasikan hubungan harafiah (menyamakan yang mungkin diantara benda-benda). Konsep analogi ini mengambil bentuk yang sudah ada yang memiliki seluruh karakteristik yang diinginkan untuk diterapkan sebagai rancangan. Jenis-jenis analogi yang sering digunakan sebagai konsep perancangan yaitu:
1. analogi matematis, mengambil ukuran-ukuran bilangan termasuk bentuk dasar untuk menjadi dasar rancangan
2. analogi biologis, menurut pencetus konsep ini bahwa membangun adalah prose biologis dan bukan proses estetis. Analogi biologis ini dibedakan menjadi dua bagian yaitu organic dan biomorfik.
Analogi organic adalah analogi yang memusatkn perhatian pada hubungan antara bangunan dan ronanya. Karakter arsitektur organic menurut Frank Llyod Wright yaitu:
• berkembang dari dalam ke luar, selaras dengan kondisi keberadaannya, tdak dapat diterapkan begitu saja.
• Konstruksi terjadi dalam sifat bahan. Misalnya, Kaca dipergunakan sebagai kaca, batu dipergunakan sebagai batu, kayu dipergunakan sebagai kayu, dll.
• Unsure-unsur suatu bangunan adalah terpadu. Kata organic menunjuk pada kesatuan.
• Menggambarkan waktu, tempat dan tujuan.
3. analogi romantic, cirri pokoknya yaitu bersifat mengemban dalam mendatangkan atau melancarkan tanggapan emosional dalam diri pengamat dengan cara membangkitkan kenangan pengamat, dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:
• dengan memberikan gambaran yang berlebihan yang bisa menyentuh sense atau indera perasa.
• Dengan mengacu pada pemanfaatan potensi alam baik secara alamiah maupun secara rekayasa (dikembangkan)
Contohnya yaitu: peniruan tempat-tempat yang eksotis, monumental,primitive, tradisional, asosiasi masa kanak-kanak, dll.
4. analogi linguistic, berdasarkan “architectural Linguage” bahwa bangunan dianggap sebagai alat untuk menyampaikan informasi kepada pengamat dengan berbagai cara atau model, diantaranya yaitu:
• model tata bahasa (gramatikal/sintaksis), yaitu penyusunan elemen-elemen seperti pada kalimat sehingga seolah-olah berbicara. Dengan demikian, pengamat akan cepat dan mudah memahami serta menafsirkan maksud dari rancangan bangunan tersebut.
• model ekspresionis, yaitu dengan membuat bentuk-bentuk bangunan sebagai media yang mencerminkan sifat atau karakter perancangnya. Misalnya bangunan dapat memberikan ulasan tentang keadaan, lokasi, tentang masalah pemisahan ruang luar dan ruang dalam, tentang orang-orang yang menggunakannya, dll.
• model semiotic, yaitu dengan pemberian tanda untuk bisa memberikan informasi yang dimaksud.
5. analogi mekanik, yaitu bahwa bangunan dianggap sebagai mesin yang digunakan sebagai tempt beraktivitas bagi penghuninya.
6. analogi pemecahan masalah, yaitu bahwa arsitektur sebagai pertimbangan sesuai dengan penalaran yang bersifat logis, sistematis dan rasional daripada inspiratif. Cirri pemecahan masalah dalam perancangan memperlihatkan prosedur yang seksama dan terpadu. Agar dianggap rasional, prosedurnya harus memuat sedikitnya tiga tahapan, yaitu
• analisis, yang merupakan pengkajian data dan permasalahan
• sintetis, yang mengkaitkan atu memproses seluruh data yang ada
• evaluasi, melakukan tahap pencapaian hasil
7. analogi adhoics, merupakan analogi khusus atau special untuk tujuan tertentu. Selain itu, analogi adhoic ini merupakan tanggapan terhadap kebutuhan-kebutuhan yang penting dan mendesak dengan menggunakan informasi-informasi yang langsung. Tidak ada pedoman baku dari luar untuk mengukur rancangan tersebut.
8. analogi bahasa pola, merupakan hubungan antara perilaku dan lingkungan yang dapat dilihat dari segi unit atau bagian-bagian yang ditampilkan bersama. Seringkali merupakan cerminan dari kebudayaan yang merupakan kesepakatan-kesepakatan untuk berperilaku.
9. analogi dramaturgi (irama), yaitu bahwa kegiatan manusia sering dinyatakan sebagai teater, lingkungan buatan dianggap sebagai pentas panggung dan orang-orangnya dianggap sebagai pelaku dengan peran masing-masing. Konsep analogi dramaturgi ini dapat mempergunakan dua cara, yaitu dari sudut pandng actor (pelaku/penghuni bangunan) dan dari sudut pandang dramawan (perancang/arsitek).
(dari berbagai sumber)
Kode Etik dan Tingkah Laku Arsitek
Kode Etik dan Tingkah Laku Arsitek Yaitu prinsi-prinsip ahlak dan nilai-nilai yang disepakati bersama serta dilengkapi dengan cara-cara bertingkah laku. Sejalan dengan dinamika perkembangan profesi, maka saat ini terasa adanya tuntutan masyarakat agar peran arsitek lebih mengedepankan dan menjaga keselamatan dan kepentingan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan bangunan dan lingkungan binaan.
a. Tugas Arsitek
• Arsitek sebagai budayawan harus berupaya mengangkat nilai-nilai social budaya melalui karyanya dan tidak semata-mata menggunaka pendekatan teknis.
• Arsitek sebagai perekayasaan dan budayawan perlu mengenal dan mengerti nilai-nilai budaya masyarakat setempat dan menyerap unsure-unsur peradapan dunia masa kini yang sesuai dalam mengantisipasi masa depan yang akan dating di dalam berkarya.
• Arsitek dalam setiap tahap pelaksanaan tugas perencanaan dan perancangan selalu taat azas dan berkesinambungan sehingga konsekuensi disiplin Arsitektur tergambar dengan jelas.
b. Kewajiban Arsitek
• Arsitek berkewajiban berperan aktif dalam pelestarian bangunan dan kawasan bersejarah/bernilai arsitektur tinggi.
• Arsitek berkewajiban meneliti secara cermat sebelum melakukan rencanan peremajaan, pembongkaran bangunan/kawasan yang dinilai memiliki potensi yang perlu dilestarikan.
• Arsitek berkewajiban memberikan saran-sarannya melalui IAI cabang apabila mengetahui ada rencana perombakan, peremajaan, pembongkaran bangunan atau kawasan yang perlu dilesatrikan di daerahnya.
• Arsitek berkewajiban menolak suatu penugasan dan memberi penjelasan kepada pemberi tuga, apabila diperkirakan akan ada pertentangan kepentingan yang merugikan pemberi tugas, masyarakat dan lingkungan.
• Arsitek mengusahakan penggunaan sumber daya secara optimal dengan cara penghematan sumber daya alam, meningkatkan sumber daya manusia dan keanekaragaman hayati serta mempertahankan kelestarian lingkungan.
• Arsitek berkewajiban menjauhkan diri dari tindakan penjiplakan (plagiat) dan menyatakan karya orang lain sebagai caranya.
• Arsitek berkewajiban menyadari dan memahami bahwa hasil karyanya mempunyai pengaruh besar terhadap kesejahteraan kehidupan orang lain dan masyarakat sekitarnya.
• Arsitek berkewajiban selain membina sesame rekan dan memberikan peluang pada arsitek muda untuk mengembangkan profesinya.
• Arsitek wajib bertindak adil, jujur, dan obyektif terhadap para pelaku pembangunan.
c. Tanggung-jawab arsitek
• Seorang Arsitek bertanggung jawab kepada diri sendiri dan mitra kerja, profesi dan ilmu pengetahuan, masyarakat dan umat manusia serta bangsa dan Negara, sebagai pengabdian kepada tuhan Yang Maha Esa.
• Arsitek bertanggungjawab terhadap kemajuan profesi dan pengembangan ilmu pengetahuan.
• Arsitek mempertanggungjawabkan kewajaran karyanya terhadap penghuni, masyarakat dan lingkungannya.
• Bertanggung jawab atas kerugian dan kesalahan-kesalahan arsitek dan staff
• Tanggung jawab untuk kesalahan-kesalahan luar biasa.
• Tanggungjawab dan koordinasi dengan tenaga ahli lain.
d. Hak dan wewenang Arsitek
• Arsitek mendahulukan kepentingan Negara dan bangsa
• Bertekad untuk menghasilkan karya yang terbaik yang mampu ia berikan.
• Arsitek menyajikan hasil kerjanya sesuai dengan “standart Minimum Penyajian”yang ditentukan oleh IAI
• Arsitek melakukan tugas profesinya sebagai pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa.
• Arsitek berorientasi kepada manusia dan berperan serta dalam pembangua masyarakat.
• Arsitek menyadari bahwa disiplin Arsitektur selalu dalam proses belajar mengajar sehingga arsitek perlu melakukan komunikasi, baik antara sesama arsitek maupun kepada majelis Arsitek IAI, pengurus IAI di pusat dan di cabang.
• Arsitek senantiasa meningkatkan ilmu, ketrampilan profesinya.
• Arsitek melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab kepada diri sendiri dan mitra kerja, mengenai penguasaan ilmu dan kecakapan, terutama sikap profesionalismenya , moral maupun spiritual.
• Arsitek mempunyai hak milik, hak mewujudkan rancangan, tanda nama.
• Merubah rancangan bangunan
• Memerintahkan pekerjaan tambah/kurang dalam pengerjaan suatu property
• Menilai pembayaran angsuran kepada pelaksana
• Untuk penilaian estetika
• Mengembalikan tugas.
(dari berbagai sumber)
a. Tugas Arsitek
• Arsitek sebagai budayawan harus berupaya mengangkat nilai-nilai social budaya melalui karyanya dan tidak semata-mata menggunaka pendekatan teknis.
• Arsitek sebagai perekayasaan dan budayawan perlu mengenal dan mengerti nilai-nilai budaya masyarakat setempat dan menyerap unsure-unsur peradapan dunia masa kini yang sesuai dalam mengantisipasi masa depan yang akan dating di dalam berkarya.
• Arsitek dalam setiap tahap pelaksanaan tugas perencanaan dan perancangan selalu taat azas dan berkesinambungan sehingga konsekuensi disiplin Arsitektur tergambar dengan jelas.
b. Kewajiban Arsitek
• Arsitek berkewajiban berperan aktif dalam pelestarian bangunan dan kawasan bersejarah/bernilai arsitektur tinggi.
• Arsitek berkewajiban meneliti secara cermat sebelum melakukan rencanan peremajaan, pembongkaran bangunan/kawasan yang dinilai memiliki potensi yang perlu dilestarikan.
• Arsitek berkewajiban memberikan saran-sarannya melalui IAI cabang apabila mengetahui ada rencana perombakan, peremajaan, pembongkaran bangunan atau kawasan yang perlu dilesatrikan di daerahnya.
• Arsitek berkewajiban menolak suatu penugasan dan memberi penjelasan kepada pemberi tuga, apabila diperkirakan akan ada pertentangan kepentingan yang merugikan pemberi tugas, masyarakat dan lingkungan.
• Arsitek mengusahakan penggunaan sumber daya secara optimal dengan cara penghematan sumber daya alam, meningkatkan sumber daya manusia dan keanekaragaman hayati serta mempertahankan kelestarian lingkungan.
• Arsitek berkewajiban menjauhkan diri dari tindakan penjiplakan (plagiat) dan menyatakan karya orang lain sebagai caranya.
• Arsitek berkewajiban menyadari dan memahami bahwa hasil karyanya mempunyai pengaruh besar terhadap kesejahteraan kehidupan orang lain dan masyarakat sekitarnya.
• Arsitek berkewajiban selain membina sesame rekan dan memberikan peluang pada arsitek muda untuk mengembangkan profesinya.
• Arsitek wajib bertindak adil, jujur, dan obyektif terhadap para pelaku pembangunan.
c. Tanggung-jawab arsitek
• Seorang Arsitek bertanggung jawab kepada diri sendiri dan mitra kerja, profesi dan ilmu pengetahuan, masyarakat dan umat manusia serta bangsa dan Negara, sebagai pengabdian kepada tuhan Yang Maha Esa.
• Arsitek bertanggungjawab terhadap kemajuan profesi dan pengembangan ilmu pengetahuan.
• Arsitek mempertanggungjawabkan kewajaran karyanya terhadap penghuni, masyarakat dan lingkungannya.
• Bertanggung jawab atas kerugian dan kesalahan-kesalahan arsitek dan staff
• Tanggung jawab untuk kesalahan-kesalahan luar biasa.
• Tanggungjawab dan koordinasi dengan tenaga ahli lain.
d. Hak dan wewenang Arsitek
• Arsitek mendahulukan kepentingan Negara dan bangsa
• Bertekad untuk menghasilkan karya yang terbaik yang mampu ia berikan.
• Arsitek menyajikan hasil kerjanya sesuai dengan “standart Minimum Penyajian”yang ditentukan oleh IAI
• Arsitek melakukan tugas profesinya sebagai pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa.
• Arsitek berorientasi kepada manusia dan berperan serta dalam pembangua masyarakat.
• Arsitek menyadari bahwa disiplin Arsitektur selalu dalam proses belajar mengajar sehingga arsitek perlu melakukan komunikasi, baik antara sesama arsitek maupun kepada majelis Arsitek IAI, pengurus IAI di pusat dan di cabang.
• Arsitek senantiasa meningkatkan ilmu, ketrampilan profesinya.
• Arsitek melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab kepada diri sendiri dan mitra kerja, mengenai penguasaan ilmu dan kecakapan, terutama sikap profesionalismenya , moral maupun spiritual.
• Arsitek mempunyai hak milik, hak mewujudkan rancangan, tanda nama.
• Merubah rancangan bangunan
• Memerintahkan pekerjaan tambah/kurang dalam pengerjaan suatu property
• Menilai pembayaran angsuran kepada pelaksana
• Untuk penilaian estetika
• Mengembalikan tugas.
(dari berbagai sumber)
Etika Profesi
1. Pengertian
a. Dari bahasa Prancis
Dari kata etiqueta yang berarti sejenis kartu undangan yang berlaku khusus di kalangan istana kerajaan untuk para tamu yang terdiri dari kaun bangsawan, hartawan dan tokoh masyarakat. Dan akhirnya etika/etiket berubah arti menjadi tata tertib dan spoan santun.
b. Dari bahasa Jawa
Orang yang mengerti etika/tata kerama adalah orang-orang yang dalam hidupnya memiliki sopan santun serta rendah diri dan hormat kepada orang lain.
c. Pepatah Jawa
Ajining dhiri gumantung saka lathi, ajining saka gumantung saka busana yang berarti harga diri seseorang tergantung ucapannya dan penampilan seseorang tergantung pada pakaiannya.
d. Pepatah Minangkabau
Muluik manik kucindan murah, budi bahak baso katuju yang berarti kata-kata yang manis di sertai bahasa dan sopan santun, membuat semua orang menyukainya.
2. Dasar-Dasar Etika
Disingkat PRACTISE
P = Politenes
R = Respectful
A = Atentive
C = Cooperative
T = Tolerance
I = Informality
SE = Self control
a. Politenes
- Sikap sopan santun
- Dengan kata kata sopan,jauhilah kata-kata yang meremehkan
- Antar karyawan selalu tegur sapa
- Atasan/pimpinan jangan marah di depan orang banyak
b. Respectful
Sikap menghormati dan menghargai pihak lain secara wajar dan layak
- Atasan mendengar pendapat bawahan
- Bawahan mematuhi perintah atasan, jika terdapat perbedaanpendapat dengan arif dan bijak menyampaikan/membicarakan lagi dengan usulan yang beralasan yang cukup kuat dan logis.
c. Attentive
Sikap penuh perhatian yang diperlihatkan kepada pihak lain secara wajar dan layak
d. Cooperative
Sikap suka menolong pihak lain, bila pihak lain memang membutuhkan pertolongan.
e. Tolerance
Sikap tenggang rasa atau tepo seliro terhadap orang lain.
f. Imformality
Sikap ramah yang diperlihatkan kepada pihak lain.
g. Self control
sikap menguasai diri dan mengendalikan emosi dalam setiap situasi.
3. Manfaat Etika
Dengan memiliki etika diharapkan memperoleh CARS.
C = Communicative
A =Atrctive
R = Respectable
S = Self confidence
a. Communicative
Mudah berhubungan baik dengan orang lain.
b. Attractive
Kita akan disenangi dalam pergaulan jika mampu mengungkap bahan pembicaraan tanpa melukai perasaan pihak lain.
c. Respectable
Jika kita dihargai berarti orang hormat pada kita, bijak dalam bicara, menghaargai pendapat orang lain, memiliki tengang rasa yang tinggi
d. Self confidence
Etika dapat menolong kita menghadapi setiap aspek kehidupan, dengan teratur tenang dan penuh percaya diri
(dari berbagai sumber)
a. Dari bahasa Prancis
Dari kata etiqueta yang berarti sejenis kartu undangan yang berlaku khusus di kalangan istana kerajaan untuk para tamu yang terdiri dari kaun bangsawan, hartawan dan tokoh masyarakat. Dan akhirnya etika/etiket berubah arti menjadi tata tertib dan spoan santun.
b. Dari bahasa Jawa
Orang yang mengerti etika/tata kerama adalah orang-orang yang dalam hidupnya memiliki sopan santun serta rendah diri dan hormat kepada orang lain.
c. Pepatah Jawa
Ajining dhiri gumantung saka lathi, ajining saka gumantung saka busana yang berarti harga diri seseorang tergantung ucapannya dan penampilan seseorang tergantung pada pakaiannya.
d. Pepatah Minangkabau
Muluik manik kucindan murah, budi bahak baso katuju yang berarti kata-kata yang manis di sertai bahasa dan sopan santun, membuat semua orang menyukainya.
2. Dasar-Dasar Etika
Disingkat PRACTISE
P = Politenes
R = Respectful
A = Atentive
C = Cooperative
T = Tolerance
I = Informality
SE = Self control
a. Politenes
- Sikap sopan santun
- Dengan kata kata sopan,jauhilah kata-kata yang meremehkan
- Antar karyawan selalu tegur sapa
- Atasan/pimpinan jangan marah di depan orang banyak
b. Respectful
Sikap menghormati dan menghargai pihak lain secara wajar dan layak
- Atasan mendengar pendapat bawahan
- Bawahan mematuhi perintah atasan, jika terdapat perbedaanpendapat dengan arif dan bijak menyampaikan/membicarakan lagi dengan usulan yang beralasan yang cukup kuat dan logis.
c. Attentive
Sikap penuh perhatian yang diperlihatkan kepada pihak lain secara wajar dan layak
d. Cooperative
Sikap suka menolong pihak lain, bila pihak lain memang membutuhkan pertolongan.
e. Tolerance
Sikap tenggang rasa atau tepo seliro terhadap orang lain.
f. Imformality
Sikap ramah yang diperlihatkan kepada pihak lain.
g. Self control
sikap menguasai diri dan mengendalikan emosi dalam setiap situasi.
3. Manfaat Etika
Dengan memiliki etika diharapkan memperoleh CARS.
C = Communicative
A =Atrctive
R = Respectable
S = Self confidence
a. Communicative
Mudah berhubungan baik dengan orang lain.
b. Attractive
Kita akan disenangi dalam pergaulan jika mampu mengungkap bahan pembicaraan tanpa melukai perasaan pihak lain.
c. Respectable
Jika kita dihargai berarti orang hormat pada kita, bijak dalam bicara, menghaargai pendapat orang lain, memiliki tengang rasa yang tinggi
d. Self confidence
Etika dapat menolong kita menghadapi setiap aspek kehidupan, dengan teratur tenang dan penuh percaya diri
(dari berbagai sumber)
Friday, January 08, 2010
Kajian Teori Perencanaan Ruang Olahraga Renang
Tulisan ini merupakan kumpulan teori tentang Olahraga Renang... rencananya digunakan sebagai data pendukung dalam mendesain gelanggang Renang. Tapi teori ini belon mendalam, masi banyak yang belum kukumpulin... ;-(
A. Pengertian Olahraga
Suatu aktivitas yang bersifat irekreasi yang memerlukan usaha jasmani terus menerus atau membutuhkan ketrampilan didalam permainan dengan suatu obyek, seperti bola, cakram, bulu tangkis untuk perhitungan angka.
B. Falsafah Olahraga
Olahraga merupakan salah satu dari organisasi social yang mempunyai nilai positif terutama bidang kesehatan, pendidikan, rekreasi, kebudayaan dsb. Falsafah olahraga adalah mendorong manusia dalam suasana bertanding secara jujur dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas walaupun terjadi konfrontasi fisik dan mental dengan keinginan untuk saling mengalahkan, akan tetapi tetap saja yang menjadi tujuan adalah memupuk rasa persatuan dan kesatuan.
C. Sifat Olahraga
- olahraga pendidikan yaitu olahraga yang diwajibkan di sekolah-sekolah dan menyatu dengan kurikulum dan pelaksanaannya perlu ditunjang secara menyeluruh oleh pendidikan.
- Olahraga kesehatan bertujuan mendapatkan kesehatandan kesegaran jasmani.
- Olahraga prestasi yaitu kegiatan yang dilakukan oleh olahragawan berbakat untuk mencapai prestasi yang optimal yang dilakukan melalui perkumpulan-perkumpulan olahraga.
D. Jenis Olahraga
- katergori umum (tanpa klasifikasi)
- kategori wilayah (Negara, profinsi, wilayah, kota/kabupaten, kecamatan)
- kategori usia/pekerja (senior, junior, veteran, pelajar, mahasiswa dan karyawan)
- kategori jenis kelamin (pria & wanita)
- kategori tertentu (amatir, professional, club, cacat)
- kategori jumlah (perorangan, beregu)
E. Kelembagaan Olahraga
- lembaga pemerintahan (Dinas Pendidikan Nasional & sub Dinas Pemuda dan OlahRaga)
- lembaga non-pemerintahan (KNPI & KONI)
F. Gedung Olahraga
Gedung olahraga merupakan pewadahan aktivitas olahraga yang dilakukan didalam gedung, termasuk matra (lapangan), tempat penonton dan fasilitas penunjangnya. Tujuan dilaksanakannya kegiatan olahraga didalam gedung adalah:
- menghindari cuaca atau kondisi alam yang kurang menguntungkan (hujan angin)
- memerlukan penerangan khusus pada malam hari, untuk olahraga yang biasa dan cocok untuk penambahan frekuensi kegiatannya pada sore dan malam hari.
- Memenuhi standar dan persyaratan teknis dari permainan.
Klasifikasi gedung olahraga berdasarkan jumlah penonton yang ditampung:
KLASIFIKASI Jumlah Penonton (jiwa)
Tipe A 3000 – 5000
Tipe B 1000 – 3000
Tipe C Maksimal 1000
Fasilitas penunjang gedung olahraga harus memenuhi ketentuan sbb.:
- Ruang Ganti Atlet :
• penempatannya harus dapat langsung menuju lapangan melalui koridor yang berada dibawah tempat duduk
• kelengkapan ruang ganti atlet antara lain berupa toilet, ruang bilas dan ruang ganti pakaian.
- Ruang Ganti Pelatih & Wasit:
• lokasinya harus dapat langsung menuju lapangan melalui koridor yang ada dibawah tempat duduk penonton
• kelengkapan ruang sama dengan kelengkapan ruang ganti atlet
- lokasi ruang P3K harus berada dekat dengan ruang ganti atau ruang bilas dan direncanakan untuk tipe A, B dan C minimal 1 unit dapat melayani 2000 penonton dengan luasan minimal 15 m2
- Ruang pemanasan direncanakan untuk tipe A minimal 150 m2, tipe B minimal 81 m2 dan maksimal 196 m2 sedangkan tipe C minimal 81 m2
- Toilet penonton direncanakan untuk tipe A, B dan C dengan perbandingan penonton wanita dan pria adalah 1 : 4
- Ruang mesin dengan luas ruangan sesuai dengan kapasitas mesin yang dibutuhkan dan lokasi mesin tidak menimbulkan suara bising yang mengganggu ruang arena dan penonton
- Ruang kantin direncanakan hanya untuk tipe A
- Ruang pers dengan ketentuan sbb.:
• harus disediakan kabin untuk awak TV dan film
• perlu disediakan ruang telepon dan ruang telex
- tempat parkir dengan ketentuang sbb:
• jarak maksimal dari tempat parkir, pool atau tempat pemberhentian kendaraan umum menuju pintu masuk gedung olahraga adalah 15 m.
• 1 ruang parkir mobi dibutuhkan minimal untuk 4 orang pengunjung pada saat jam sibuk
- toilet penyandang cacat dengan ketentuan sbb.:
• toilet untuk pria dipisahkan dengan toilet wanita
• toilet harus dilengkapi dengan pegangan untuk perpindahan dari kursi roda ke kakus duduk yang diletakkan didepan dan disamping kakus duduk setinggi 80 cm
- jalur sirkulasi untuk penyandang cacat harus memenuhi ketentuan sbb.:
• tanjakan harus mempunyai kemiringan 8% dengan panjang maksimal 10m
• permukaan lantai selasar tidak boleh licin, harus terbuat dari bahan-bahan yang keras dan tidak boleh ada genangan air
• pada ujung tanjakan harus disediakan bagian datar minimal 180 cm
• selasar harus cukup lebar untuk melakukan perputaran kursi roda 180o
- kompartemensi penonton harus memenuhi ketentuan sbb:
• daerah penonton harus dibagi dalam kompartemen masing-masing mampu menampung minimal 1000 orang maksimal 3000 orang
• antara dua kompartemen yang bersebelahan harus dipisahkan dengan pagar permanent transparan minimal setinggi 1,2 m maksimal 2 m
- sirkulasi pengunjung
sirkulasi gedung olahraga yang terdiri dari penonton, pemain dan pengelola masing-masing kelompok agar diatur seperti dalam bagan :
- Tata cahaya
tingkat penerangan, pencegahan silau serta sumber cahaya lampu memenuhi ketentuang sbb.:
• Tingkat penerangan horizontal pada orang 1 m diatas permukaan lantai untuk ketiga tipe
• Untuk atihan dibutuhkan minima 200 lux
• Untuk pertandingan dibutuhin minimal 300 lux
• Untuk pengambilan video dokumen dibutuhkan minimal 300 lux
• Sumber cahaya lampu atau bukaan harus diletakkan dalam satu area pada langit-langit yang menghubungkan sumber cahaya tersebut dengan titik yang terjauh dari arena setinggi 1,5 m garis horisontalnya minimal 30o
• Apabila menggunakan tata cahaya buatan, harus disediakan generator set yang kapasitas dayanya minimum 10% dari daya terpasang generator harus dapat bekerja maksimal 10 detik pada saat aliran PLN padam.
- Tata Udara
Tata udara dapat mempergunakan ventilasi alami atau mekanis dengan memenuhi ketentuan :
Apabila menggunakan ventilasi alami harus diatur mengikuti pergerakan udara siang
Luas bukan minimum adalah 6% dariu luas lantai efektif
- Tata suara
Tingkat kebisingfan yang diizinkan 25 dB.
G. Pengertian Olahraga Renang
Secara etimologi berarti menggerakan badan melintas dia air(menggapung,menyeam).dengan mengunakan kaki dan tangan.
H. Jenis Olahraga Renang
Jenisnya adalah
a. Gaya bebas,Gaya dada,Gaya punggung,Gaya kupu-kupuGaya,Gaya ganti perseorangan,Gaya bebas estafetdan Gaya ganti estafet.
b. Loncat indah (diving)
c. Renang idah
d. Polo air
I. Klasifikasi Kolam Renang
a. Type A ( internasinal dan internasional untuk kompetisi dewasa)
b. Type B (untuk kompetisi yang bersifat lokal untuk dewasa maupun remaja)
c. Type C (untuk latihan atau bagi pemula)
d. Type C (untuk anak-anak)
J. Jenis Kolam Renang
a. Kolam renang utama
- Pemakai
Pemakai dari kola mini adalah semua pengunjung fasilitas ini baik yang bertujuan untuk rekreasi untuk melakukan kompetisi baik bersifat local, daerah maupun internasional.
- pemakai dari dari kalangan penyandang cacat
- dimensi
semua perombaan renang menggunakan jarak dengan kelipatan 100 meter, standar jarak nasional dan internasional yang diperlombakan adalah 100 m, 200 m, 400 m, 800 m, dan 1500 m, panjang ko\lam renang biasanya adalah 25 m atau 50 m.\
- ruangan kolam
ruangan disekeliling kolam harus mempunyai lebar minima 2 m, kemiringan minimal 1 : 24.
- ruang latihan
- gudang
- ruang kesehatan
ruang kesehatan harus dekat dengan ruangan luar dimana ambulance ditempatkan dan mempunyai akses yang cukup lebar.
b. Kolam latihan
- Pemakai
Kolam dengan kedalaman sedang dimana anak-anak dapat belajar cara berenang.
- Perencanaan
Kolam latihan harus terpisah dari kolam utama serta area area lainnya, terutama terpisah secara akustik sehingga aktifitas latihan renang di kolam ini tidak terganggu.
- dimensi
- tempat duduk untuk penonton
c. Kolam rekreasi
d. Kolam loncat indah
e. Kolam polo air
A. Pengertian Olahraga
Suatu aktivitas yang bersifat irekreasi yang memerlukan usaha jasmani terus menerus atau membutuhkan ketrampilan didalam permainan dengan suatu obyek, seperti bola, cakram, bulu tangkis untuk perhitungan angka.
B. Falsafah Olahraga
Olahraga merupakan salah satu dari organisasi social yang mempunyai nilai positif terutama bidang kesehatan, pendidikan, rekreasi, kebudayaan dsb. Falsafah olahraga adalah mendorong manusia dalam suasana bertanding secara jujur dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas walaupun terjadi konfrontasi fisik dan mental dengan keinginan untuk saling mengalahkan, akan tetapi tetap saja yang menjadi tujuan adalah memupuk rasa persatuan dan kesatuan.
C. Sifat Olahraga
- olahraga pendidikan yaitu olahraga yang diwajibkan di sekolah-sekolah dan menyatu dengan kurikulum dan pelaksanaannya perlu ditunjang secara menyeluruh oleh pendidikan.
- Olahraga kesehatan bertujuan mendapatkan kesehatandan kesegaran jasmani.
- Olahraga prestasi yaitu kegiatan yang dilakukan oleh olahragawan berbakat untuk mencapai prestasi yang optimal yang dilakukan melalui perkumpulan-perkumpulan olahraga.
D. Jenis Olahraga
- katergori umum (tanpa klasifikasi)
- kategori wilayah (Negara, profinsi, wilayah, kota/kabupaten, kecamatan)
- kategori usia/pekerja (senior, junior, veteran, pelajar, mahasiswa dan karyawan)
- kategori jenis kelamin (pria & wanita)
- kategori tertentu (amatir, professional, club, cacat)
- kategori jumlah (perorangan, beregu)
E. Kelembagaan Olahraga
- lembaga pemerintahan (Dinas Pendidikan Nasional & sub Dinas Pemuda dan OlahRaga)
- lembaga non-pemerintahan (KNPI & KONI)
F. Gedung Olahraga
Gedung olahraga merupakan pewadahan aktivitas olahraga yang dilakukan didalam gedung, termasuk matra (lapangan), tempat penonton dan fasilitas penunjangnya. Tujuan dilaksanakannya kegiatan olahraga didalam gedung adalah:
- menghindari cuaca atau kondisi alam yang kurang menguntungkan (hujan angin)
- memerlukan penerangan khusus pada malam hari, untuk olahraga yang biasa dan cocok untuk penambahan frekuensi kegiatannya pada sore dan malam hari.
- Memenuhi standar dan persyaratan teknis dari permainan.
Klasifikasi gedung olahraga berdasarkan jumlah penonton yang ditampung:
KLASIFIKASI Jumlah Penonton (jiwa)
Tipe A 3000 – 5000
Tipe B 1000 – 3000
Tipe C Maksimal 1000
Fasilitas penunjang gedung olahraga harus memenuhi ketentuan sbb.:
- Ruang Ganti Atlet :
• penempatannya harus dapat langsung menuju lapangan melalui koridor yang berada dibawah tempat duduk
• kelengkapan ruang ganti atlet antara lain berupa toilet, ruang bilas dan ruang ganti pakaian.
- Ruang Ganti Pelatih & Wasit:
• lokasinya harus dapat langsung menuju lapangan melalui koridor yang ada dibawah tempat duduk penonton
• kelengkapan ruang sama dengan kelengkapan ruang ganti atlet
- lokasi ruang P3K harus berada dekat dengan ruang ganti atau ruang bilas dan direncanakan untuk tipe A, B dan C minimal 1 unit dapat melayani 2000 penonton dengan luasan minimal 15 m2
- Ruang pemanasan direncanakan untuk tipe A minimal 150 m2, tipe B minimal 81 m2 dan maksimal 196 m2 sedangkan tipe C minimal 81 m2
- Toilet penonton direncanakan untuk tipe A, B dan C dengan perbandingan penonton wanita dan pria adalah 1 : 4
- Ruang mesin dengan luas ruangan sesuai dengan kapasitas mesin yang dibutuhkan dan lokasi mesin tidak menimbulkan suara bising yang mengganggu ruang arena dan penonton
- Ruang kantin direncanakan hanya untuk tipe A
- Ruang pers dengan ketentuan sbb.:
• harus disediakan kabin untuk awak TV dan film
• perlu disediakan ruang telepon dan ruang telex
- tempat parkir dengan ketentuang sbb:
• jarak maksimal dari tempat parkir, pool atau tempat pemberhentian kendaraan umum menuju pintu masuk gedung olahraga adalah 15 m.
• 1 ruang parkir mobi dibutuhkan minimal untuk 4 orang pengunjung pada saat jam sibuk
- toilet penyandang cacat dengan ketentuan sbb.:
• toilet untuk pria dipisahkan dengan toilet wanita
• toilet harus dilengkapi dengan pegangan untuk perpindahan dari kursi roda ke kakus duduk yang diletakkan didepan dan disamping kakus duduk setinggi 80 cm
- jalur sirkulasi untuk penyandang cacat harus memenuhi ketentuan sbb.:
• tanjakan harus mempunyai kemiringan 8% dengan panjang maksimal 10m
• permukaan lantai selasar tidak boleh licin, harus terbuat dari bahan-bahan yang keras dan tidak boleh ada genangan air
• pada ujung tanjakan harus disediakan bagian datar minimal 180 cm
• selasar harus cukup lebar untuk melakukan perputaran kursi roda 180o
- kompartemensi penonton harus memenuhi ketentuan sbb:
• daerah penonton harus dibagi dalam kompartemen masing-masing mampu menampung minimal 1000 orang maksimal 3000 orang
• antara dua kompartemen yang bersebelahan harus dipisahkan dengan pagar permanent transparan minimal setinggi 1,2 m maksimal 2 m
- sirkulasi pengunjung
sirkulasi gedung olahraga yang terdiri dari penonton, pemain dan pengelola masing-masing kelompok agar diatur seperti dalam bagan :
- Tata cahaya
tingkat penerangan, pencegahan silau serta sumber cahaya lampu memenuhi ketentuang sbb.:
• Tingkat penerangan horizontal pada orang 1 m diatas permukaan lantai untuk ketiga tipe
• Untuk atihan dibutuhkan minima 200 lux
• Untuk pertandingan dibutuhin minimal 300 lux
• Untuk pengambilan video dokumen dibutuhkan minimal 300 lux
• Sumber cahaya lampu atau bukaan harus diletakkan dalam satu area pada langit-langit yang menghubungkan sumber cahaya tersebut dengan titik yang terjauh dari arena setinggi 1,5 m garis horisontalnya minimal 30o
• Apabila menggunakan tata cahaya buatan, harus disediakan generator set yang kapasitas dayanya minimum 10% dari daya terpasang generator harus dapat bekerja maksimal 10 detik pada saat aliran PLN padam.
- Tata Udara
Tata udara dapat mempergunakan ventilasi alami atau mekanis dengan memenuhi ketentuan :
Apabila menggunakan ventilasi alami harus diatur mengikuti pergerakan udara siang
Luas bukan minimum adalah 6% dariu luas lantai efektif
- Tata suara
Tingkat kebisingfan yang diizinkan 25 dB.
G. Pengertian Olahraga Renang
Secara etimologi berarti menggerakan badan melintas dia air(menggapung,menyeam).dengan mengunakan kaki dan tangan.
H. Jenis Olahraga Renang
Jenisnya adalah
a. Gaya bebas,Gaya dada,Gaya punggung,Gaya kupu-kupuGaya,Gaya ganti perseorangan,Gaya bebas estafetdan Gaya ganti estafet.
b. Loncat indah (diving)
c. Renang idah
d. Polo air
I. Klasifikasi Kolam Renang
a. Type A ( internasinal dan internasional untuk kompetisi dewasa)
b. Type B (untuk kompetisi yang bersifat lokal untuk dewasa maupun remaja)
c. Type C (untuk latihan atau bagi pemula)
d. Type C (untuk anak-anak)
J. Jenis Kolam Renang
a. Kolam renang utama
- Pemakai
Pemakai dari kola mini adalah semua pengunjung fasilitas ini baik yang bertujuan untuk rekreasi untuk melakukan kompetisi baik bersifat local, daerah maupun internasional.
- pemakai dari dari kalangan penyandang cacat
- dimensi
semua perombaan renang menggunakan jarak dengan kelipatan 100 meter, standar jarak nasional dan internasional yang diperlombakan adalah 100 m, 200 m, 400 m, 800 m, dan 1500 m, panjang ko\lam renang biasanya adalah 25 m atau 50 m.\
- ruangan kolam
ruangan disekeliling kolam harus mempunyai lebar minima 2 m, kemiringan minimal 1 : 24.
- ruang latihan
- gudang
- ruang kesehatan
ruang kesehatan harus dekat dengan ruangan luar dimana ambulance ditempatkan dan mempunyai akses yang cukup lebar.
b. Kolam latihan
- Pemakai
Kolam dengan kedalaman sedang dimana anak-anak dapat belajar cara berenang.
- Perencanaan
Kolam latihan harus terpisah dari kolam utama serta area area lainnya, terutama terpisah secara akustik sehingga aktifitas latihan renang di kolam ini tidak terganggu.
- dimensi
- tempat duduk untuk penonton
c. Kolam rekreasi
d. Kolam loncat indah
e. Kolam polo air
Mengkaji Akustik Ruang Perpusda Denpasar
Gedung Perpustakaan Daerah Denpasar terletak di pinggir jalan raya berkepadatan tinggi yang menghasilkan propagasi bising yang tinggi.Dengan propagasi yang tinggi, maka hal ini sangat mengganggu dalam menciptakan suasana ruang yang tenang dan nyaman. Sebagai salah satu cara untuk mereduksi propagasi bising dari sekitarnya, maka bangunan tersebut di dirikan masuk kedalam (jauh dari jalan raya) dengan mendirikan pagar tembok mengelilingi gedung dan menanam tanaman di dalam dan diluar pagar disekitar gedung.
Sedangkan akustik ruang pada Gedung Perpustakaan Daerah Denpasar dapat dijelaskan berdasarkan pengamatan secara langsung terhadap obyek (perpustakaan). Penggunaan sistem akustik ruang menurut fungsi masing-masing ruang, yaitu :
1. Ruang administrasi
Ruang ini terletak di bagian paling depan dari gedung perpustakaan, yang merupakan jalur pertama sirkulasi bagi para pengunjung perpustakaan. Ruang ini tergolong dalam ruang yang bersifat bising, karen selain berfungsi sebagai ruang administrasi juga sebagai tempat penitipan barang. Dikatakan bising karena lantai terbuat dari tegel yang bersifat memantulkan bunyi, sedangkan dinding terbuat dari kaca, kayu lapis, dan tembok. Langit-langit terbuat dari cor beton. Sifat bising pada ruangan ini dapat dikurangi dengan pemakaian kayu pada dinding tersebut.
2. Ruang baca majalah dan koran
Ruangan ini bersifat tenang karena fungsinya sebagai tempat membaca, akan tetapi bahan yang digunakan pada ruangan ini, lantai, dinding, langit-langit terbuat dari bahan yang sama dengan ruang administrasi, sehingga kebisingan hanya direduksi oleh majalah, koran, kayu, dan pengunjung ruangan ini.
3. Ruang baca anak-anak
Ruang ini sebenarnya bersifat tenang, akan tetapi pengunjung yang berada di ruangan ini pada umumnya adalah anak-anak yang cenderung menimbulkan kegaduhan. Kegaduhan tersebut tidak hanya direduksi oleh buku-bukudan rak yang ada pada ruangan itu, tetapi lantai yang terbuat dari tegel dilapisi dengan karpet. Dinding, khususnya jendela diberi tirai.
4. Ruang baca umum
Ruang ini bersifat tenang karena fungsinya sebagai tempat membaca, sehingga walaupun terjadi bising, dapat direduksi oleh atap plafond, rak buku, meja, dan pengunjung sendiri. Hal ini terjadi karena lantai dan dinding terbuat dari bahan yang bersifat memantulkan bunyi (sama seperti bahan pada ruang administrasi dan ruang baca majalah dan koran).
(Lind)
Sedangkan akustik ruang pada Gedung Perpustakaan Daerah Denpasar dapat dijelaskan berdasarkan pengamatan secara langsung terhadap obyek (perpustakaan). Penggunaan sistem akustik ruang menurut fungsi masing-masing ruang, yaitu :
1. Ruang administrasi
Ruang ini terletak di bagian paling depan dari gedung perpustakaan, yang merupakan jalur pertama sirkulasi bagi para pengunjung perpustakaan. Ruang ini tergolong dalam ruang yang bersifat bising, karen selain berfungsi sebagai ruang administrasi juga sebagai tempat penitipan barang. Dikatakan bising karena lantai terbuat dari tegel yang bersifat memantulkan bunyi, sedangkan dinding terbuat dari kaca, kayu lapis, dan tembok. Langit-langit terbuat dari cor beton. Sifat bising pada ruangan ini dapat dikurangi dengan pemakaian kayu pada dinding tersebut.
2. Ruang baca majalah dan koran
Ruangan ini bersifat tenang karena fungsinya sebagai tempat membaca, akan tetapi bahan yang digunakan pada ruangan ini, lantai, dinding, langit-langit terbuat dari bahan yang sama dengan ruang administrasi, sehingga kebisingan hanya direduksi oleh majalah, koran, kayu, dan pengunjung ruangan ini.
3. Ruang baca anak-anak
Ruang ini sebenarnya bersifat tenang, akan tetapi pengunjung yang berada di ruangan ini pada umumnya adalah anak-anak yang cenderung menimbulkan kegaduhan. Kegaduhan tersebut tidak hanya direduksi oleh buku-bukudan rak yang ada pada ruangan itu, tetapi lantai yang terbuat dari tegel dilapisi dengan karpet. Dinding, khususnya jendela diberi tirai.
4. Ruang baca umum
Ruang ini bersifat tenang karena fungsinya sebagai tempat membaca, sehingga walaupun terjadi bising, dapat direduksi oleh atap plafond, rak buku, meja, dan pengunjung sendiri. Hal ini terjadi karena lantai dan dinding terbuat dari bahan yang bersifat memantulkan bunyi (sama seperti bahan pada ruang administrasi dan ruang baca majalah dan koran).
(Lind)
Tuesday, December 15, 2009
Ciri Khas Arsitektural Bali (#2)
Dalam Arsitektur Tradisional Bali sangat banyak aturan dan tatanan adat dan filosofi agama yang mesti dipahami dan dianut oleh seorang arsitek tradisional (arsitek Bali disebut Undagi). Seorang Undagi harus memahami seni, komposisi, proporsi, teknis, rasa ruang, filosofi agama, aturan adat (awig-awig) dan bahkan sepatutnya memahami puja mantra karena Undagi berhak melakukan prosesi keagamaan saat memulai pekerjaan (upacara Ngeruak Karang), masa pelaksanaan hingga peresmian bangunan (upacara Pamelaspas).
Dalam melaksanakan rancangannya Undagi dibantu oleh tenaga pelaksana yang ahli dibidangnya seperti tukang batu, kayu, struktur dan tukang ukir yang disebut Sangging. Bentuk bangunan di Bali beraneka ragam karena fungsi, pemakai dan daerahnya yang berbeda sehingga wujud tampilannya berbeda. Semua aturan dan tatanan tentang arsitektur tradisional Bali terhimpun dalam naskah kuno berupa lontar, antara lain: Asta Bhumi, Asta Kosala-Kosali dan berbagai lontar tentang tata cara pelaksanaan upacara pada bangunan (www.arsitekturbali.net)
Berdasarkan peninggalan arsitektur Bali masa lalu dan bentuk pengembangannya kini, beberapa Undagi (arsitek Bali) mengatakan bahwa tatanan Arsitektur Tradisional Bali terbagi dalam lima kelompok besar, yaitu:
a. Astha Kosalaning Dewa untuk Bangunan Suci / Pura.
b. Astha Kosalaning Desa untuk Tata lingkungan Desa.
c. Astha Kosalaning Tetambakan untuk bangunan batas pekarangan.
d. Astha Kosalaning Pakubon untuk bangunan perumahan.
e. Astha Kosalaning Wong Pejah untuk bangunan kematian / Ngaben.
Dari kelima kelompok ini, arsitektur tradisional Bali diterjemahkan lebih luas lagi sesuai dengan fungsi spesifik, lapis sosial penggunanya dan ciri daerah masing-masing yang melahirkan bentuk beragam.
Terdapat aturan dasar yang berlaku umum dalam menyusun rancangan suatu bangunan Bali, antara lain:
a. Filosofi Ruang: Dalam filosofi agama Hindu dikenal adanya tiga lapisan nilai yaitu "utama-madya-nista" sebagai tingkatan pertama, kedua dan ketiga, yang dijadikan pedoman dalam menetapkan tingkatan mutu suatu kegiatan. Tata ruang arsitektur tradisional Balipun berpedoman pada nilai tersebut yang pada akhirnya memperolah sembilan ruang yang didapat dari paduan tiga nilai sumbu spiritual (timur - barat) dan tiga nilai sumbu alam (utara - selatan).
b. Dimensi: Hal umum yang berlaku dalam membuat rancangan bangunan Bali adalah dimensi atau ukuran ruang dan elemen bangunan. Patokan yang dipergunakan dalam menentukan ukuran bangunan adalah konfigurasi bagian tangan dan kaki dari pemilik, Undagi atau pendeta yang disebut dengan "sikut" atau "gegulak".
c. Upacara: Pembangunan semua jenis bangunan Bali diikuti dengan upacara menurut aturan agama Hindu, mulai sejak menebang pohon, awal pelaksanaan hingga saat peresmian penggunaan bangunan, lalu secara berkala tetap dilakukan upacara saat bangunan tersebut dihuni dan hingga saat akhir jika dibongkar dilakukan satu upacara "pralina" atau peleburan.
Arsitektur tradisional Bali memiliki tempat khusus dalam tatanan Hindu dan dipandang sebagai sesuatu yang "hidup" karena melalui proses lahir-hidup-mati atau "utpeti-stiti-pralina".
( http://www.freewebs.com/arsitektur/ar1.html# )
Arsitektur tradisional Bali mempunyai konsep-konsep dasar yang mempengaruhi tata nilai ruangnya. Konsep dasar tersebut adalah:
- Konsep hirarki ruang, Tri Loka atau Tri Angga
- Konsep orientasi kosmologi, Nawa Sanga atau Sanga Mandala
- Konsep keseimbangan kosmologi, Manik Ring Cucupu
- Konsep proporsi dan skala manusia
- Konsep court, Open air
- Konsep kejujuran bahan bangunan
Tri Angga adalah konsep dasar yang erat hubungannya dengan perencanaan arsitektur, yang merupakan asal-usul Tri Hita Karana. Konsep Tri Angga membagi segala sesuatu menjadi tiga komponen atau zone:
- Nista (bawah, kotor, kaki)
- Madya (tengah, netral, badan)
- Utama (atas, murni, kepala)
Ada tiga buah sumbu yang digunakan sebagai pedoman penataan bangunan di Bali, sumbu-sumbu itu antara lain :
- Sumbu kosmos Bhur, Bhuwah dan Swah (hidrosfir, litosfir dan atmosfir)
- Sumbu ritual kangin-kauh (terbit dan terbenamnya matahari)
- Sumbu natural Kaja-Kelod (gunung dan laut)
Dari sumbu-sumbu tersebut, masyarakat Bali mengenal konsep orientasi kosmologikal, Nawa Sanga atau Sanga Mandala. Transformasi fisik dari konsep ini pada perancangan arsitektur, merupakan acuan pada penataan ruang hunian tipikal di Bali.
Secara umum, ciri- ciri bangunan arsitektur Bali dapat dilihat dari :
1. Pengider- ideran (Catur Loka Phala/ Asta Dala).
2. Tri Mandala/ Tri Loka
3. Adanya upacara sangaskara/ penyucian.
4. Mengandung simbol-simbol sesuai dengan ajaran agama Hindu, (misalnya: Sanghyang Acintya, Naga, Padma dan sebagainya).
5. Struktur dan konstruksi bangunan.
6. Material penyusun bangunan.
7. Fungsi-fungsi bangunan yang mewadahi aktifitas penghuninya.
8. Ragam hias atau ornamen sebagai elemen dekorasi bangunan.
(dari berbagai sumber)
Dalam melaksanakan rancangannya Undagi dibantu oleh tenaga pelaksana yang ahli dibidangnya seperti tukang batu, kayu, struktur dan tukang ukir yang disebut Sangging. Bentuk bangunan di Bali beraneka ragam karena fungsi, pemakai dan daerahnya yang berbeda sehingga wujud tampilannya berbeda. Semua aturan dan tatanan tentang arsitektur tradisional Bali terhimpun dalam naskah kuno berupa lontar, antara lain: Asta Bhumi, Asta Kosala-Kosali dan berbagai lontar tentang tata cara pelaksanaan upacara pada bangunan (www.arsitekturbali.net)
Berdasarkan peninggalan arsitektur Bali masa lalu dan bentuk pengembangannya kini, beberapa Undagi (arsitek Bali) mengatakan bahwa tatanan Arsitektur Tradisional Bali terbagi dalam lima kelompok besar, yaitu:
a. Astha Kosalaning Dewa untuk Bangunan Suci / Pura.
b. Astha Kosalaning Desa untuk Tata lingkungan Desa.
c. Astha Kosalaning Tetambakan untuk bangunan batas pekarangan.
d. Astha Kosalaning Pakubon untuk bangunan perumahan.
e. Astha Kosalaning Wong Pejah untuk bangunan kematian / Ngaben.
Dari kelima kelompok ini, arsitektur tradisional Bali diterjemahkan lebih luas lagi sesuai dengan fungsi spesifik, lapis sosial penggunanya dan ciri daerah masing-masing yang melahirkan bentuk beragam.
Terdapat aturan dasar yang berlaku umum dalam menyusun rancangan suatu bangunan Bali, antara lain:
a. Filosofi Ruang: Dalam filosofi agama Hindu dikenal adanya tiga lapisan nilai yaitu "utama-madya-nista" sebagai tingkatan pertama, kedua dan ketiga, yang dijadikan pedoman dalam menetapkan tingkatan mutu suatu kegiatan. Tata ruang arsitektur tradisional Balipun berpedoman pada nilai tersebut yang pada akhirnya memperolah sembilan ruang yang didapat dari paduan tiga nilai sumbu spiritual (timur - barat) dan tiga nilai sumbu alam (utara - selatan).
b. Dimensi: Hal umum yang berlaku dalam membuat rancangan bangunan Bali adalah dimensi atau ukuran ruang dan elemen bangunan. Patokan yang dipergunakan dalam menentukan ukuran bangunan adalah konfigurasi bagian tangan dan kaki dari pemilik, Undagi atau pendeta yang disebut dengan "sikut" atau "gegulak".
c. Upacara: Pembangunan semua jenis bangunan Bali diikuti dengan upacara menurut aturan agama Hindu, mulai sejak menebang pohon, awal pelaksanaan hingga saat peresmian penggunaan bangunan, lalu secara berkala tetap dilakukan upacara saat bangunan tersebut dihuni dan hingga saat akhir jika dibongkar dilakukan satu upacara "pralina" atau peleburan.
Arsitektur tradisional Bali memiliki tempat khusus dalam tatanan Hindu dan dipandang sebagai sesuatu yang "hidup" karena melalui proses lahir-hidup-mati atau "utpeti-stiti-pralina".
( http://www.freewebs.com/arsitektur/ar1.html# )
Arsitektur tradisional Bali mempunyai konsep-konsep dasar yang mempengaruhi tata nilai ruangnya. Konsep dasar tersebut adalah:
- Konsep hirarki ruang, Tri Loka atau Tri Angga
- Konsep orientasi kosmologi, Nawa Sanga atau Sanga Mandala
- Konsep keseimbangan kosmologi, Manik Ring Cucupu
- Konsep proporsi dan skala manusia
- Konsep court, Open air
- Konsep kejujuran bahan bangunan
Tri Angga adalah konsep dasar yang erat hubungannya dengan perencanaan arsitektur, yang merupakan asal-usul Tri Hita Karana. Konsep Tri Angga membagi segala sesuatu menjadi tiga komponen atau zone:
- Nista (bawah, kotor, kaki)
- Madya (tengah, netral, badan)
- Utama (atas, murni, kepala)
Ada tiga buah sumbu yang digunakan sebagai pedoman penataan bangunan di Bali, sumbu-sumbu itu antara lain :
- Sumbu kosmos Bhur, Bhuwah dan Swah (hidrosfir, litosfir dan atmosfir)
- Sumbu ritual kangin-kauh (terbit dan terbenamnya matahari)
- Sumbu natural Kaja-Kelod (gunung dan laut)
Dari sumbu-sumbu tersebut, masyarakat Bali mengenal konsep orientasi kosmologikal, Nawa Sanga atau Sanga Mandala. Transformasi fisik dari konsep ini pada perancangan arsitektur, merupakan acuan pada penataan ruang hunian tipikal di Bali.
Secara umum, ciri- ciri bangunan arsitektur Bali dapat dilihat dari :
1. Pengider- ideran (Catur Loka Phala/ Asta Dala).
2. Tri Mandala/ Tri Loka
3. Adanya upacara sangaskara/ penyucian.
4. Mengandung simbol-simbol sesuai dengan ajaran agama Hindu, (misalnya: Sanghyang Acintya, Naga, Padma dan sebagainya).
5. Struktur dan konstruksi bangunan.
6. Material penyusun bangunan.
7. Fungsi-fungsi bangunan yang mewadahi aktifitas penghuninya.
8. Ragam hias atau ornamen sebagai elemen dekorasi bangunan.
(dari berbagai sumber)
Wednesday, March 25, 2009
Siklus Alami - Siklus Alam
(sumber: berbagai sumber)
Apabila kita memperhatikan curah hujan harian, kita akan menemukan beberapa fenomena yang disembunyikan oleh legenda-legenda di suatu tempat yang misterius, danau-danau di pegunungan Alpin, persediaan air di perbatasan kota, lapisan es Antartika, kesemuanya itu berputar bersama-sama dalam sebuah lingkaran tunggal, meskipun terkadang potensi alam itu diatur oleh Negara masing-masing. Siklus air di alam semesta mengitari Australia ke Greenland dan mata air dari Pegunungan Rocky yang kemudian berkumpul menjadi satu. Siklus alam lainnya yang menyelimuti bumi ini membawa zat-zat makanan dan mineral-mineral yang berasal dari bumi, udara dan air.
Siklus alam ini terhubung menjadi sebuah fenomena di dalam suatu ruang yang berbeda skalanya ( dalam satuan panjang yang spesifik ). Apabila kita melintasi jarak ribuan kali bagian demi bagian di alam semesta ini, maka kita akan mendapati curah hujan dalam jarak 1 milimeter, tanah berlumpur setiap 1 meter, danau setiap 1 kilometer, dan lapisan es Antartika setiap 1000 kilometer.
Proses alam menjadi sebuah satu kesatuan yang padu di dalam siklus alam, perpaduan tersebut bergantung pada aliran energi dan material-material. Sisa-sisa oksigen yang berasal dari Ganggang Hijau – Biru diserap oleh Ikan Paus Biru, sedangkan karbondioksida yang terbuang akan dimanfaatkan dalam proses fotosintesis oleh pohon Oak. Siklus alam di seluruh jagat raya ini yang berasal dari organisme-organisme di alam bersama-sama membentuk suatu system siklus yang efektifitasnya 10 kali lebih besar daripada 10 juta meter ( dari jumlah fotosintesis ) untuk setiap 10.000 km (jumlah alam semesta itu sendiri).
Pada setiap aliran anak sungai, pusaran air, karangan bunga dalam semua ukuran pertumbuhan dan penurunannya, mengeluarkan cabang-cabangnya untuk melakukan penyerapan di lingkungan sekitarnya dan meneruskan penyerapan tersebut. Air menangkap organisme-organisme mikroskopik dan menghindarkan penimbunan berlebihan terhadap organisme-organisme mikroskopik tersebut, hal ini dilakukan untuk menciptakan keseimbangan di alam. System siklus alam berarti “ Suatu hubungan dimana akan mempengaruhi pada semua ekosistem di alam, atau potensial untuk dipengaruhi, hal ini menyangkut keseluruhan ekosistem alam, karena kesemuanya itu saling berinteraksi satu dengan yang lainnya.” Alam memberikan keseimbangan yang dinamis dan maha luas. Unsure-unsur energi senantiasa tersedia di alam.
Kita cenderung untuk melihat proses awal dalam jumlah yang terbatas, yang kemudian diungkapkan dalam sebuah disiplin bahasa, metafora dan alat-alat. Didalam kehidupan nyata, pendapat ini tidaklah cukup untuk dijadikan batasan-batasa dalam menemukan penyebab utama dari suatu fenomena. Kita seringkali memberi batasan-batasan yang sempit atas terjadinya hujan asam. Lalu apakah yang menjadi penyebab terbentuknya batubara-minyak bumi, muntahan nitrogen dan sulfur dioksida yang terjadi terus menerus? Atau berapakah jumlah rumah-rumah penduduk yang memerlukan minyak bumi? Apakah tolak ukur terhadap danau tidak sehat, ikan-ikan apa sajakah yang mati karena penimbunan asam di perairan? Mungkin ada pendapat yang memperdebatkan permasalahan-permasalahan tersebut secara regional dan mencakup semua jaringan minyak bumi. Canada dianggap oleh Amerika sebagai penyebab berkurangnya sumber batubara di danau mereka dan hutan-hutan di Amerika, serta sebagai penyebab terjadinya hujan asam universal. Dan mungkin kita melupakan point penting : apakah benar jumlah molekul-molekul hujan asam menyelimuti berbagai proses kimiawi yang berliku-liku dari pembakaran batubara? Hal ini membuktikan bahwa masing-masing analisis memiliki tingkat keakuratan yang berbeda-beda.
Hujan asam menunjukkan dampak ekologi dari kegiatan desain skala silang dan politik yuridis. Sebuah rumah, sebuah bendungan air elektrik dan sistem pembuangan air mempunyai dampak yang tidak bagus pada skala kecil/tunggal. Apa yang kita lakukan pada satu skala memiliki banyak dampak, baik positif dan negatif, begitu juga dengan skala lainnya. Hubungan antar skala mengingatkan kita pada konsekuensi lingkungan yang lebih luas dari hasil desain kita.
Jika kita tidak bekerja secara natural pada skala yang saling berhubungan, maka kita akan membahayakan kehidupan di bumi. Kita telah menimbulkan atmosfer karbondioksida pada 14 tahun semenjak masa pra indutrial, dengan implikasi yang penting untuk iklim global. Baik di daerah terpencil, tingkatan besi telah meningkat dan berlipat seribu kali. Indstri dan pertanian kita telah memproduksi besi berat, sulfur dan elemen lain setiap tahunnya yang lebih besar dari bagian alam kita.
Apabila kita menggabungkan masalah ekologi ke dalam desain dengan benar, kita pasti mendapat tantangan hebat yang ditawarkan oleh hubungan skala. Kita harus menemuan cara untuk menyatukan proses desain kita melalui tingkatan level skala dan membuat proses ini sejalandengan perputaran air secara natural, energi dan material.
Sekitar tahun 1920, seorang pria inggris yang eksentrik bernama Lewis Richardson menanyakan sebuah pertanyaan sederhana : “Berapakah panjang garis pantai inggris?” Saat dia benar – benar melihat pada peta, dia menyadari adanya tampilan baru. Ternyata garis lurus pantai pada peta terdapat selat, teluk, tanjung dan peninsula. Banyak tingkatan skala pada peta sehingga garis pantai terlihat serupa.
Saat sebuah persegi tidak memiliki detail yang tersembunyi, pada skala yang lebih kecil garis pantai Inggris akan menampakkan tampilan – tampilan baru setiap kali di perbesar. Luarbiasanya, bagian tersebut merupakan bagian pantai scara keseluruhan. Ini disatukan oleh jenis geometri baru yang menghubungkan skala. Pada geometri ini, bentuk pada satu skala mencerminkan skala yang lain karena proses pembentukkan secara esensial identik dengan banyak skala. Geometri ini memberikan metafora yang berguna bagi percobaan kita untuk menjembatani disiplin desain yang menjangkau segala skala.
Pada tahun – tahun terakhir, para ahli matematika telah memulai penelitian mengenai bentuk geometri yang menyerupai bentuk dari garis pantai Inggris. Sementara bentuk idealis ini tidak dapat disamakan dengan bentuk – bentuk alamiah dengan segala tekstur dan ketidaksamaaannya, bentuk ini juga dapat memberikan contoh sederhana dari bentuk geometri yang saling menyambung dalam berbagai skala. Marilah kita mengambil contoh konstruksi dari Kurva Koch.
* Dimulai dari sebuah garis.
* Lalu garis tersebut dibagi menjadi tiga segmen.
* Selanjutnya kita menarik sebuah segitiga dari tengah garis dan menghapus dasarnya. Sehingga sekarang kita memiliki empat segmen, masing – masing dengan sepertiga dari garis awal.
* Sekarang kita tambahkan proses yang sama pada setiap empat segmen yang baru, menambahkan tingkatan detail yang lebih baik.
* Menambahkan proses yang sama terus – menerus dgn tidak terbatas, maka kita mendapatkan kurva koch.
Setiap tingkatan dari konstruksi dari kurva koch menambahkan detail yang lebih terperinci. Bagian terkecil dari bentuk kurva koch merupakan kerangka dari bentuk berikutnya yang bahkan lebih kecil lagi dalam skala. Dalam setiap tahap, struktur dibentuk dengan cara mendorong bagian tengah ketiga setiap bagian sehingga membentuk suatu segitiga. Setiap bagian dari kurva koch dibentuk dari proses yang sama yang membentuk keseluruhan kurva, setiap bagian menggambarkan bentuk keseluruhan. Dengan begitu dapat dengan mudah dilihat bahwa kurva koch terdiri dari 4 bagian 3 : 1 yang terus digandakan.
Baik garis pantai Inggris maupun kurva koch merupakan manifestasi dari sebuah simetri yang luar biasa dalam berbagai skala. Simetri tersebut sederhana, keseluruhan bentuk merupakan bagian – bagian kecil yang di kopi terus sehingga menjadi bentuk keseluruhan. Kesimetrisan ini dapat dikatakan sebagai “self – similarity” dan bentuk prosesnya merupakan “fractals”. “Self – similarity” merupakan konsekuensi langsung dari proses pembentukan yang identikal dalam berbagai skala/ukuran.
Geometri fraktal adalah geometri yang dibentuk dari menggabungkan skala/ukuran/ Hal tersebut memiliki jangkauan yang luas dari mulai dahan ke pohon, dari selokan ke bendungan. Bahkan tubuh kita terdiri dari bentuk – bentuk fraktal. Sistem limpa, usus kecil, paru – paru, tisu oto, pola yane membentuk otak, saringan pda ginjal, kesemuanya menunjukkan ( fraktal ) skala. Rancangan fraktal secara luas meliputi sejumlah wilayah yang dapat berfungsi sebagai distribusi, koleksi, penyerapan dan ekskresi cairanm – cairan vital, dan berbahaya di seluruh tubuh.wilayah dari sebuah paru – paru atau otak meningkat jioka dilihat dengan skala yang lebih kecil, sama halnya dengan garis pantai Inggris.
Pada alam, bentuk geometri mencermikan proses yang berlapis – lapis. Pada tulisan mengenai permukaan biologi, Paul Mankiewicz mendiskusikan kemampuan akar tumbuhan menetralkan air. Dengan cara yang konvensional, sistem pengolahan air limbah bakteri dapat mengalir dengan air yang diolah. Cara menyerap bakteri dengan cara yang tidak efisien. Sebaliknya pengolahan air limbah secara ekologi menghasilkan kimia yang kaya pada permukaan akar. Akar – akar ini secara aktif mengatur aliran energi kimia, sehingga mikro organisme yang ebrada didalamnya dapat bekerja. Penelitian lanjutan menandakan permukaan yang luas pada sistem akar menghsilkan saringan nutrisi yang sangat efisien.
Geometri alam adalah prinsip yang penting unutk rancangan ekologi. Hal tersebut menentukan batasan – batasan, baik itu ukuran sistem akar atau sebuah yemoat penampungan air. Sekitar seabad yang lalu, mayor John Wesley Powell, kepala dari badan survey geologi Amerika Serikat secara eksplisit mengenali prinsip – prinsip ini dalam menerapkan pada daerah barat sesuai dengan kondisi tanah dan keadaan air. Pada konvensi Montana Stachood di Helena pada tanggal 9 agustus 1889 John Wesley Powell mengusulkan untuk mengorganisir sebuah negara bagian baru Montana kepada negara dimana batasan berupa divisi dari hidrografi daripada garis politik pada peta. Hal serupa sudah dilakukan disekitar montana dan bagian barat oleh anggota survey geologi. Powell mengerti perlu diadakannya hukum akan air minum dan tempat tinggal untuk menjaga ekologi di negara barat.
Suatu proyek yang dilakukan di daerah pelabuhan San Francisco mengaplikasikan prinsip ini. Seorang ahli geografi, Josh Collins telah bekerja pada lahan 70 hektar rawa – rawa di tanah angkatan laut Amerika. Setelah rawa – rawa tersebut dilalui jalan mulai terdapat genangan – genangan air yang merupakan tempat berkembang biak nyamuk. Untuk menghindari hal ini digali selokan – selokan tambahan. Selokan ini sangat efektif .
Bagian saluran atas menimbuni jalan dari nyamuk abate yang berusaha untuk menghindar. Seperti cacatan Collinns,“Parit yang sebenarnya diciptakan untuk mengurangi nyamuk ternyata tidak mengurangi masalah. Kenyataannya, rawa dengan jaringan parit yang paling luas sering menghasilkan nyamuk terbanyak. Ini karena jumlah, ukuran dan pengaturan dari parit tidak ditentukan dalam hubungannya dengan geomorpologi dan hidrologi rawa.” Dengan tambahan total arus pasang surut,memotong daerah aliran sungai dan menambah parit baru, Collins dan rekannya telah mampu memugar kembali bagian yang asli antara petunjuk ilmu ukur pengeringan rawa dan karakter perubahan pasang surut. Sistem baru bekerja dengan baik dan rawa tidak hanya bebas nyamuk tetapi juga menarik burung pantai yang sebelumnya tidak mengetahui lahan tersebut.
Proses beroperasinya geologi serupa dengan cara perbandingan cakupan luas, menghasilkan berbagai sistem fractal: garis pantai, kepulauan, pegunungan, penyerapan air, kesalahan bentuk, tambang mineral dan sebagainya. Vegetasi bereaksi terhadap corak pemandangan fractal, dengan tiap tanaman menyesuaikan iklim mikro tertenyu dan kondisi lahan. Vegetasi, pada saatnya, merupakan faktor penentu dari struktur ekosistem dan habitat binatang. Bentuk geologi fractal akhirnya dicerminkan kedalam habitat fractal.
Sebagai awal usaha menggagalkan nyamuk abate karena karena mereka mengabaikan geometri daripetunjuk pengeringan rawa arus politik dan batas perencanaan tidak mencerminkan hembusan struktur bawah dari corak pemandangan. Itu jika sel darah bergerak dari satu bagian tubuh ke bagian yang lain harus mendapatkan visum jalan. Penyerapan air kita dibagi antara kota, kabupaten, pusat kota dan negara. Secarik batas tanda sasaran tumbuhan dibersihkan Canada-AS. merupakan kemungkinan pada poto satelit, sebuah ekologi yang tak terganti segaris menutupi corak pemandangan dengan harmoni yang halus.
25 tahun yang lalu, perencana dan arsitektur lansekap Ian McHarg mengusulkan sebuah sistem peta ketidakleluasaan yang bermaksud untuk membantu perencana mengidentifikasi ekologi lahan yang sensitif. Permintaannya untuk mendapatkan metode yang lebih responsive terhadap sisa perencanaan lingkungan baru sah hari ini: “Dimana rencana yang tidak terpikir, merupakan instrument tunggal adalah penzoningan dan oleh alat subdivisi politik dialokasikan dengan mengabaikan kepadatan geologi, psiografi, hidrologi, tanah, vegetasi, pemandangan atau keindahan. Pengambilan metode ekologi akan lebih sedikit mengurangi sebuah struktur dari ruang terbuka dimana bentuk alami bekerja untuk manusia, atau dimana pembangunan adalah merugikan.”Suatu saat mungkin kita akan belajar untuk mempertajam intergitas dan continuitas, lawan dari geometrid dan hembusan, melekat di geologi wilayah, hidrologi, tanah, dan vegetasi.
Krisis pada ekologi kita telah terjadi sebagian, bentuk kegagalan untuk membandingkan hembusan energi dari manusia dan material ke batas corak pemandangan. Geometri dari corak pemandangan dimanifestasikan ke distribusi dari tanah pertanian, mineral, tanah lembab, hutan dan sumber daya alam yang lain. Kita tidak termasuk dalam ekologi ini. Kita telah melampaui batas setempat dan dipercaya dalam kebebasan bantuan ekologi. Sebuah contoh yang baik dibuktikan oleh proyek kehidupan air yang luas bahwa kehidupan utama di daerah gurun pasir seperti Los Angeles, Phoenix dan Las Vegas. Sementara itu penolakan terhadap persoalan batasan dari tempat yang mempunyai beberapa aspek, juga isu perencanaan. Jika kita meletakkan sumbu kartesius ke corak pemandangan fractal, penyelesaiannya akan terlalu luas atau kecil, aliran tidak akan menjadi ukuran yang akurat dan kami akan berkompromi dengan sumber ekologi dimana kami berada.
Suatu perbedaan, dengan membandingkan hembusan di corak pemandangan yang melekatke pada geometri, kita mengikuti bentuk ekologi untuk kerja kita. Kita bisa menggunakan drainase alami seperti saluran badai, kotoran pada permukaan rawa malahan dapat merawat tanaman dan material yang asli dari pada yang impor. Kita dapat bekerja dengan menerapkannya terhadap kemantapan tempat tinggal, disain dan geometri suatu tempat.
Kita dikelilingi oleh corak pemandangan fractal-awan, pegunungan, aliran sungai dan dengan kenyakinan ini telah telah meninggalkan pondasi untuk rekonsiliasi dan menjalin pilihan ukuran dari karakteristik geometri itu. Geometri ini mengajarkan kita suatu jenis yang baru tentang kekurang perhatian, salah satunya memperkenalkan bahwa “corak pemandangan merupakan wadah pengembangan bentuk yang hidup dan sejak kerusakan corak pemandangan dengan fractal, bentuk dari fractal sangat bagus”. Geometri ini mengingatkan kita bahwa alam merupakan mata rantai yang tetap, membawa pernapasan bersama dari paus biru dan potosintesis dari pohaon jati dalam sebuah tarian.
MENCIPTAKAN DESAIN SKALA JALUR DIALOG
Tingkatan penggabungan desain skala jalur kita saat ini mirip kelimpahan jalur kereta api di A.S. pada pertengahan abad 19, masing masing dengan jalur ukuran sendiri. Keberanian menyeberangi perjalanan kontinental menginginkan transfer frekwensi dari satu kereta api ke lainnya untuk mengetahui ketidak sesuaian. Arsitek , perencana kota , perancang profesional pada semua bidang mengukur skala yang menarik dan ahli . Sudah tentu, setiap lahan yang dikerjakan pada skala yang berbeda pasti dengan pengetahuan yang khusus ,tetapi setiap pekerjaan dengan skala latar belakang umum menghubungkan proses batasan kedisiplinan. Hambatannya yaitu menyusun dialog yang menghubungkan wawasan perancang pada skala level yang berbeda. Secara umum , bagian dialog akan melanjutkan pada kumpulan segregasi disiplin yang kaku : tidak dapat dimengerti dan desain yang dibuatuntuk mewujudkan maksud.
Pada perbedaannya, desain ekologi tidak merupakan batas untuk skala sebenarnya. Itu menyediakan cara penyatuan berbagai macam persfektif desain dan perbedaaan skala yang mewakili pengujian kembali ketidak leluasaan ekologi. Ketika kita menghubungkan skala perkalian desain, kesempatan akan terbuka. Dalam hal ini, kita menemukan bahwa perencana lingkungan bekerja tidak hanya membuka areal, tetapi menyediakan koridor margasatwa yang hampir punah dengan membuat cadangan biologis yang memisahkan 100 km . Pada teknologi baru, merupakan pilihan yang tepat untuk sebuah material bangunan posisi matahari yang baik dapat mengurangi kebutuhan akan penyediaan system pemanasan. Pada setiap kasus, sebuah dialog desain yang panjang membolehkan penyatuan bagian dalam desain dengan alam.
Sebuah royal komisi yang bekerja untuk kelangsungan tepi laut Toronto menawarkan model yang bagus untuk desain yang mengurangi profesi yang berlawanan dan politik yang over hak hukum. Sejak tahun 1988, sebuah komisi menyelesaikan secara bersama sama yang meliputi berbagai pemerintah agency dan kelompok masyarakat didalam “Pendekatan ekosistem “ untuk direncanakan. Hasil dari persetujuan komisi tersebut untuk kelangsungan : “Tepi Laut Toronto dan Menopang kota “ yaitu :
* Memasukkan pada semua sistem dan tidak hanya bagian dari itu.
* Mengakui dinamik ekosistem alam, pada masa kini mengalami perubahan dan diharapkan tetap pada gambarannya.
* Menggunakan perawatan lingkungan alam, phisik, ekonomi, social, dan budaya.
* Mencakup semua kegiatan baik dalam kota maupun pedesaan.
* Merupakan dasar geografi alam seperti batas air dari batasan politik.
* Melindungi setiap tingkatan kegiatan, local, region, nasional dan internasional.
Tepi laut Toronto mengalami banyak kerusakan yang berbeda. Dari ketidaklengkapan sebuah daftar akan memasukkan faktor-faktor pengeluaran dan pembuangan tanam-tanaman yang busuk, pertanian yang terhenti, tempat sampah rumah yang merupakan toksin di dalam saluran air. Hujan asam dan asap dari kegitan di dalam kota, terusan sungai kecil , habitat fragmentasi yang berkembang dan penebangan hutan. Komisi merespon dan mengakui “ Infrastruktur hijau “.
Bagaimana kita memulai dengan sistem alami ? berapa banyak tanah yang akan dialokasi untuk dialamikan ? Berapa macam-macam jenis dari tempat bukaan ? Apakah ekologi, estetik, desain kota, fungsi rekreasi dapat terpenuhi ?
Ini merupakan petunjuk cara yang berbeda pada struktur kota , menggunakan hubungan dari kelanjutan “ Infrastruktur hijau “ . Pada dasarnya sistem alam mengakui pembukaan tempat untuk meniadakan bangunan tetapi sebagaai lahan yang utama digunakan . Sebuah infrastruktur hijau harus memasukkan area habitat alami, formulasi tanah , lembah , pantai , jurang , area pendinginan dan pemanasan , tanah pedesaan , taman warisan , kebun raya , jalan kecil , tempat terbuka lainnya pada site yang alami.
Dugaan dari petunjuk infrastruktur hijau pada pendekatan holistic terhadap populasi,keanekaragaman dan batas pengeringan air. Lebih dari itu, laporan regenerasi terus terang janggal tentang kekurangan keberadaan politik dan perencanaan hukum dalam mengurangi masalah lingkungan yang secara rutin melebihi batas mereka. Negara “ di masa lalu, tekanan parochial dari birokrasi dan pemerintahan pilihan rakyat telah hampir memaksa mereka untuk tak bereaksi terhadap isu penyimpangan hukum. Ketika semua orang berada di muatan, tak seorang pun yang berada di muatan. “Komisi kerja merupakan usaha perjanjian untuk menciptakan dialog yang penuh pengertian antara ilmu disiplin desain.
Yayasan Langkah Alami di Swedia telah menerima suatu proyek ambisius lagi: menciptakan suatu kedisiplinan consensus alami yang kuat pada penyebab utama krisis lingkungan. Langkah Alami telah membawa para ilmuwan dan profesional secara bersama dari berbagai bidang di dalam penelitian demi kebersamaan pemahaman dan visi. Hasilnya telah disimpulkan didalam sesuatu yang indah, contoh penulisan buku dibagikan ke setiap rumah di Swedia. Langkah Alami telad dengan dalam mempengaruhi penentuan kebijaksanaan, pebisnis dan kebiasaan warga negara.
Hingga saat ini, banyak debat lingkungan telah mempunyai karakter monyet yang bergelantungan di antara dahan yang merusak pohon yang mewakili permasalahan isolasi yang spesifik. Kita dihadapkan dengan suatu keharusan pertanyaan yang tampaknya sulit untuk diselesaikan. Di tengah-tengah dari semua anggapan tentang dedaunan, sangat sedikit dari kita yang telah memberikan perhatian pada cabang dan batang lingkungan. Mereka memburuk sebagai hasil dari proses sekitar dimana ada sedikit kontroversi atau tidak dan ribuan masalah individu merupakan subyek dari begitu banyaknya debat, kenyataannya, penjelmaan dari kesalahan sistem yang menggangsir dasar masyarakat.
Kedua tepi laut Toronto dan proyek Langkah Alami berdialog yang mencerminkan skala tauta mata rantai dari prosess alami. Mereka jembatan bahasa, sikap dan ketakutan yang sudah memelihara keanekaragaman ilmiah dan desain disiplin yang terpisah. Desain ekologi merupakan suatu ajakan untuk berdialog yang serupa, karena tanpa hal itu, kita akan terus hanya menemukan solusi bagian-bagian yang hanya pendahuluannya saja ke permasalahan selanjutnya. Kita akan terus merusak yang utuh. Di lain pihak, jika kita mulai seperti berdialog dengan jujur, kita mungkin mulai menemukan nuansa desain yang cukup untuk menghormati keanekaragaman dan kompleksitas hidup sendiri.
Apabila kita memperhatikan curah hujan harian, kita akan menemukan beberapa fenomena yang disembunyikan oleh legenda-legenda di suatu tempat yang misterius, danau-danau di pegunungan Alpin, persediaan air di perbatasan kota, lapisan es Antartika, kesemuanya itu berputar bersama-sama dalam sebuah lingkaran tunggal, meskipun terkadang potensi alam itu diatur oleh Negara masing-masing. Siklus air di alam semesta mengitari Australia ke Greenland dan mata air dari Pegunungan Rocky yang kemudian berkumpul menjadi satu. Siklus alam lainnya yang menyelimuti bumi ini membawa zat-zat makanan dan mineral-mineral yang berasal dari bumi, udara dan air.
Siklus alam ini terhubung menjadi sebuah fenomena di dalam suatu ruang yang berbeda skalanya ( dalam satuan panjang yang spesifik ). Apabila kita melintasi jarak ribuan kali bagian demi bagian di alam semesta ini, maka kita akan mendapati curah hujan dalam jarak 1 milimeter, tanah berlumpur setiap 1 meter, danau setiap 1 kilometer, dan lapisan es Antartika setiap 1000 kilometer.
Proses alam menjadi sebuah satu kesatuan yang padu di dalam siklus alam, perpaduan tersebut bergantung pada aliran energi dan material-material. Sisa-sisa oksigen yang berasal dari Ganggang Hijau – Biru diserap oleh Ikan Paus Biru, sedangkan karbondioksida yang terbuang akan dimanfaatkan dalam proses fotosintesis oleh pohon Oak. Siklus alam di seluruh jagat raya ini yang berasal dari organisme-organisme di alam bersama-sama membentuk suatu system siklus yang efektifitasnya 10 kali lebih besar daripada 10 juta meter ( dari jumlah fotosintesis ) untuk setiap 10.000 km (jumlah alam semesta itu sendiri).
Pada setiap aliran anak sungai, pusaran air, karangan bunga dalam semua ukuran pertumbuhan dan penurunannya, mengeluarkan cabang-cabangnya untuk melakukan penyerapan di lingkungan sekitarnya dan meneruskan penyerapan tersebut. Air menangkap organisme-organisme mikroskopik dan menghindarkan penimbunan berlebihan terhadap organisme-organisme mikroskopik tersebut, hal ini dilakukan untuk menciptakan keseimbangan di alam. System siklus alam berarti “ Suatu hubungan dimana akan mempengaruhi pada semua ekosistem di alam, atau potensial untuk dipengaruhi, hal ini menyangkut keseluruhan ekosistem alam, karena kesemuanya itu saling berinteraksi satu dengan yang lainnya.” Alam memberikan keseimbangan yang dinamis dan maha luas. Unsure-unsur energi senantiasa tersedia di alam.
Kita cenderung untuk melihat proses awal dalam jumlah yang terbatas, yang kemudian diungkapkan dalam sebuah disiplin bahasa, metafora dan alat-alat. Didalam kehidupan nyata, pendapat ini tidaklah cukup untuk dijadikan batasan-batasa dalam menemukan penyebab utama dari suatu fenomena. Kita seringkali memberi batasan-batasan yang sempit atas terjadinya hujan asam. Lalu apakah yang menjadi penyebab terbentuknya batubara-minyak bumi, muntahan nitrogen dan sulfur dioksida yang terjadi terus menerus? Atau berapakah jumlah rumah-rumah penduduk yang memerlukan minyak bumi? Apakah tolak ukur terhadap danau tidak sehat, ikan-ikan apa sajakah yang mati karena penimbunan asam di perairan? Mungkin ada pendapat yang memperdebatkan permasalahan-permasalahan tersebut secara regional dan mencakup semua jaringan minyak bumi. Canada dianggap oleh Amerika sebagai penyebab berkurangnya sumber batubara di danau mereka dan hutan-hutan di Amerika, serta sebagai penyebab terjadinya hujan asam universal. Dan mungkin kita melupakan point penting : apakah benar jumlah molekul-molekul hujan asam menyelimuti berbagai proses kimiawi yang berliku-liku dari pembakaran batubara? Hal ini membuktikan bahwa masing-masing analisis memiliki tingkat keakuratan yang berbeda-beda.
Hujan asam menunjukkan dampak ekologi dari kegiatan desain skala silang dan politik yuridis. Sebuah rumah, sebuah bendungan air elektrik dan sistem pembuangan air mempunyai dampak yang tidak bagus pada skala kecil/tunggal. Apa yang kita lakukan pada satu skala memiliki banyak dampak, baik positif dan negatif, begitu juga dengan skala lainnya. Hubungan antar skala mengingatkan kita pada konsekuensi lingkungan yang lebih luas dari hasil desain kita.
Jika kita tidak bekerja secara natural pada skala yang saling berhubungan, maka kita akan membahayakan kehidupan di bumi. Kita telah menimbulkan atmosfer karbondioksida pada 14 tahun semenjak masa pra indutrial, dengan implikasi yang penting untuk iklim global. Baik di daerah terpencil, tingkatan besi telah meningkat dan berlipat seribu kali. Indstri dan pertanian kita telah memproduksi besi berat, sulfur dan elemen lain setiap tahunnya yang lebih besar dari bagian alam kita.
Apabila kita menggabungkan masalah ekologi ke dalam desain dengan benar, kita pasti mendapat tantangan hebat yang ditawarkan oleh hubungan skala. Kita harus menemuan cara untuk menyatukan proses desain kita melalui tingkatan level skala dan membuat proses ini sejalandengan perputaran air secara natural, energi dan material.
Sekitar tahun 1920, seorang pria inggris yang eksentrik bernama Lewis Richardson menanyakan sebuah pertanyaan sederhana : “Berapakah panjang garis pantai inggris?” Saat dia benar – benar melihat pada peta, dia menyadari adanya tampilan baru. Ternyata garis lurus pantai pada peta terdapat selat, teluk, tanjung dan peninsula. Banyak tingkatan skala pada peta sehingga garis pantai terlihat serupa.
Saat sebuah persegi tidak memiliki detail yang tersembunyi, pada skala yang lebih kecil garis pantai Inggris akan menampakkan tampilan – tampilan baru setiap kali di perbesar. Luarbiasanya, bagian tersebut merupakan bagian pantai scara keseluruhan. Ini disatukan oleh jenis geometri baru yang menghubungkan skala. Pada geometri ini, bentuk pada satu skala mencerminkan skala yang lain karena proses pembentukkan secara esensial identik dengan banyak skala. Geometri ini memberikan metafora yang berguna bagi percobaan kita untuk menjembatani disiplin desain yang menjangkau segala skala.
Pada tahun – tahun terakhir, para ahli matematika telah memulai penelitian mengenai bentuk geometri yang menyerupai bentuk dari garis pantai Inggris. Sementara bentuk idealis ini tidak dapat disamakan dengan bentuk – bentuk alamiah dengan segala tekstur dan ketidaksamaaannya, bentuk ini juga dapat memberikan contoh sederhana dari bentuk geometri yang saling menyambung dalam berbagai skala. Marilah kita mengambil contoh konstruksi dari Kurva Koch.
* Dimulai dari sebuah garis.
* Lalu garis tersebut dibagi menjadi tiga segmen.
* Selanjutnya kita menarik sebuah segitiga dari tengah garis dan menghapus dasarnya. Sehingga sekarang kita memiliki empat segmen, masing – masing dengan sepertiga dari garis awal.
* Sekarang kita tambahkan proses yang sama pada setiap empat segmen yang baru, menambahkan tingkatan detail yang lebih baik.
* Menambahkan proses yang sama terus – menerus dgn tidak terbatas, maka kita mendapatkan kurva koch.
Setiap tingkatan dari konstruksi dari kurva koch menambahkan detail yang lebih terperinci. Bagian terkecil dari bentuk kurva koch merupakan kerangka dari bentuk berikutnya yang bahkan lebih kecil lagi dalam skala. Dalam setiap tahap, struktur dibentuk dengan cara mendorong bagian tengah ketiga setiap bagian sehingga membentuk suatu segitiga. Setiap bagian dari kurva koch dibentuk dari proses yang sama yang membentuk keseluruhan kurva, setiap bagian menggambarkan bentuk keseluruhan. Dengan begitu dapat dengan mudah dilihat bahwa kurva koch terdiri dari 4 bagian 3 : 1 yang terus digandakan.
Baik garis pantai Inggris maupun kurva koch merupakan manifestasi dari sebuah simetri yang luar biasa dalam berbagai skala. Simetri tersebut sederhana, keseluruhan bentuk merupakan bagian – bagian kecil yang di kopi terus sehingga menjadi bentuk keseluruhan. Kesimetrisan ini dapat dikatakan sebagai “self – similarity” dan bentuk prosesnya merupakan “fractals”. “Self – similarity” merupakan konsekuensi langsung dari proses pembentukan yang identikal dalam berbagai skala/ukuran.
Geometri fraktal adalah geometri yang dibentuk dari menggabungkan skala/ukuran/ Hal tersebut memiliki jangkauan yang luas dari mulai dahan ke pohon, dari selokan ke bendungan. Bahkan tubuh kita terdiri dari bentuk – bentuk fraktal. Sistem limpa, usus kecil, paru – paru, tisu oto, pola yane membentuk otak, saringan pda ginjal, kesemuanya menunjukkan ( fraktal ) skala. Rancangan fraktal secara luas meliputi sejumlah wilayah yang dapat berfungsi sebagai distribusi, koleksi, penyerapan dan ekskresi cairanm – cairan vital, dan berbahaya di seluruh tubuh.wilayah dari sebuah paru – paru atau otak meningkat jioka dilihat dengan skala yang lebih kecil, sama halnya dengan garis pantai Inggris.
Pada alam, bentuk geometri mencermikan proses yang berlapis – lapis. Pada tulisan mengenai permukaan biologi, Paul Mankiewicz mendiskusikan kemampuan akar tumbuhan menetralkan air. Dengan cara yang konvensional, sistem pengolahan air limbah bakteri dapat mengalir dengan air yang diolah. Cara menyerap bakteri dengan cara yang tidak efisien. Sebaliknya pengolahan air limbah secara ekologi menghasilkan kimia yang kaya pada permukaan akar. Akar – akar ini secara aktif mengatur aliran energi kimia, sehingga mikro organisme yang ebrada didalamnya dapat bekerja. Penelitian lanjutan menandakan permukaan yang luas pada sistem akar menghsilkan saringan nutrisi yang sangat efisien.
Geometri alam adalah prinsip yang penting unutk rancangan ekologi. Hal tersebut menentukan batasan – batasan, baik itu ukuran sistem akar atau sebuah yemoat penampungan air. Sekitar seabad yang lalu, mayor John Wesley Powell, kepala dari badan survey geologi Amerika Serikat secara eksplisit mengenali prinsip – prinsip ini dalam menerapkan pada daerah barat sesuai dengan kondisi tanah dan keadaan air. Pada konvensi Montana Stachood di Helena pada tanggal 9 agustus 1889 John Wesley Powell mengusulkan untuk mengorganisir sebuah negara bagian baru Montana kepada negara dimana batasan berupa divisi dari hidrografi daripada garis politik pada peta. Hal serupa sudah dilakukan disekitar montana dan bagian barat oleh anggota survey geologi. Powell mengerti perlu diadakannya hukum akan air minum dan tempat tinggal untuk menjaga ekologi di negara barat.
Suatu proyek yang dilakukan di daerah pelabuhan San Francisco mengaplikasikan prinsip ini. Seorang ahli geografi, Josh Collins telah bekerja pada lahan 70 hektar rawa – rawa di tanah angkatan laut Amerika. Setelah rawa – rawa tersebut dilalui jalan mulai terdapat genangan – genangan air yang merupakan tempat berkembang biak nyamuk. Untuk menghindari hal ini digali selokan – selokan tambahan. Selokan ini sangat efektif .
Bagian saluran atas menimbuni jalan dari nyamuk abate yang berusaha untuk menghindar. Seperti cacatan Collinns,“Parit yang sebenarnya diciptakan untuk mengurangi nyamuk ternyata tidak mengurangi masalah. Kenyataannya, rawa dengan jaringan parit yang paling luas sering menghasilkan nyamuk terbanyak. Ini karena jumlah, ukuran dan pengaturan dari parit tidak ditentukan dalam hubungannya dengan geomorpologi dan hidrologi rawa.” Dengan tambahan total arus pasang surut,memotong daerah aliran sungai dan menambah parit baru, Collins dan rekannya telah mampu memugar kembali bagian yang asli antara petunjuk ilmu ukur pengeringan rawa dan karakter perubahan pasang surut. Sistem baru bekerja dengan baik dan rawa tidak hanya bebas nyamuk tetapi juga menarik burung pantai yang sebelumnya tidak mengetahui lahan tersebut.
Proses beroperasinya geologi serupa dengan cara perbandingan cakupan luas, menghasilkan berbagai sistem fractal: garis pantai, kepulauan, pegunungan, penyerapan air, kesalahan bentuk, tambang mineral dan sebagainya. Vegetasi bereaksi terhadap corak pemandangan fractal, dengan tiap tanaman menyesuaikan iklim mikro tertenyu dan kondisi lahan. Vegetasi, pada saatnya, merupakan faktor penentu dari struktur ekosistem dan habitat binatang. Bentuk geologi fractal akhirnya dicerminkan kedalam habitat fractal.
Sebagai awal usaha menggagalkan nyamuk abate karena karena mereka mengabaikan geometri daripetunjuk pengeringan rawa arus politik dan batas perencanaan tidak mencerminkan hembusan struktur bawah dari corak pemandangan. Itu jika sel darah bergerak dari satu bagian tubuh ke bagian yang lain harus mendapatkan visum jalan. Penyerapan air kita dibagi antara kota, kabupaten, pusat kota dan negara. Secarik batas tanda sasaran tumbuhan dibersihkan Canada-AS. merupakan kemungkinan pada poto satelit, sebuah ekologi yang tak terganti segaris menutupi corak pemandangan dengan harmoni yang halus.
25 tahun yang lalu, perencana dan arsitektur lansekap Ian McHarg mengusulkan sebuah sistem peta ketidakleluasaan yang bermaksud untuk membantu perencana mengidentifikasi ekologi lahan yang sensitif. Permintaannya untuk mendapatkan metode yang lebih responsive terhadap sisa perencanaan lingkungan baru sah hari ini: “Dimana rencana yang tidak terpikir, merupakan instrument tunggal adalah penzoningan dan oleh alat subdivisi politik dialokasikan dengan mengabaikan kepadatan geologi, psiografi, hidrologi, tanah, vegetasi, pemandangan atau keindahan. Pengambilan metode ekologi akan lebih sedikit mengurangi sebuah struktur dari ruang terbuka dimana bentuk alami bekerja untuk manusia, atau dimana pembangunan adalah merugikan.”Suatu saat mungkin kita akan belajar untuk mempertajam intergitas dan continuitas, lawan dari geometrid dan hembusan, melekat di geologi wilayah, hidrologi, tanah, dan vegetasi.
Krisis pada ekologi kita telah terjadi sebagian, bentuk kegagalan untuk membandingkan hembusan energi dari manusia dan material ke batas corak pemandangan. Geometri dari corak pemandangan dimanifestasikan ke distribusi dari tanah pertanian, mineral, tanah lembab, hutan dan sumber daya alam yang lain. Kita tidak termasuk dalam ekologi ini. Kita telah melampaui batas setempat dan dipercaya dalam kebebasan bantuan ekologi. Sebuah contoh yang baik dibuktikan oleh proyek kehidupan air yang luas bahwa kehidupan utama di daerah gurun pasir seperti Los Angeles, Phoenix dan Las Vegas. Sementara itu penolakan terhadap persoalan batasan dari tempat yang mempunyai beberapa aspek, juga isu perencanaan. Jika kita meletakkan sumbu kartesius ke corak pemandangan fractal, penyelesaiannya akan terlalu luas atau kecil, aliran tidak akan menjadi ukuran yang akurat dan kami akan berkompromi dengan sumber ekologi dimana kami berada.
Suatu perbedaan, dengan membandingkan hembusan di corak pemandangan yang melekatke pada geometri, kita mengikuti bentuk ekologi untuk kerja kita. Kita bisa menggunakan drainase alami seperti saluran badai, kotoran pada permukaan rawa malahan dapat merawat tanaman dan material yang asli dari pada yang impor. Kita dapat bekerja dengan menerapkannya terhadap kemantapan tempat tinggal, disain dan geometri suatu tempat.
Kita dikelilingi oleh corak pemandangan fractal-awan, pegunungan, aliran sungai dan dengan kenyakinan ini telah telah meninggalkan pondasi untuk rekonsiliasi dan menjalin pilihan ukuran dari karakteristik geometri itu. Geometri ini mengajarkan kita suatu jenis yang baru tentang kekurang perhatian, salah satunya memperkenalkan bahwa “corak pemandangan merupakan wadah pengembangan bentuk yang hidup dan sejak kerusakan corak pemandangan dengan fractal, bentuk dari fractal sangat bagus”. Geometri ini mengingatkan kita bahwa alam merupakan mata rantai yang tetap, membawa pernapasan bersama dari paus biru dan potosintesis dari pohaon jati dalam sebuah tarian.
MENCIPTAKAN DESAIN SKALA JALUR DIALOG
Tingkatan penggabungan desain skala jalur kita saat ini mirip kelimpahan jalur kereta api di A.S. pada pertengahan abad 19, masing masing dengan jalur ukuran sendiri. Keberanian menyeberangi perjalanan kontinental menginginkan transfer frekwensi dari satu kereta api ke lainnya untuk mengetahui ketidak sesuaian. Arsitek , perencana kota , perancang profesional pada semua bidang mengukur skala yang menarik dan ahli . Sudah tentu, setiap lahan yang dikerjakan pada skala yang berbeda pasti dengan pengetahuan yang khusus ,tetapi setiap pekerjaan dengan skala latar belakang umum menghubungkan proses batasan kedisiplinan. Hambatannya yaitu menyusun dialog yang menghubungkan wawasan perancang pada skala level yang berbeda. Secara umum , bagian dialog akan melanjutkan pada kumpulan segregasi disiplin yang kaku : tidak dapat dimengerti dan desain yang dibuatuntuk mewujudkan maksud.
Pada perbedaannya, desain ekologi tidak merupakan batas untuk skala sebenarnya. Itu menyediakan cara penyatuan berbagai macam persfektif desain dan perbedaaan skala yang mewakili pengujian kembali ketidak leluasaan ekologi. Ketika kita menghubungkan skala perkalian desain, kesempatan akan terbuka. Dalam hal ini, kita menemukan bahwa perencana lingkungan bekerja tidak hanya membuka areal, tetapi menyediakan koridor margasatwa yang hampir punah dengan membuat cadangan biologis yang memisahkan 100 km . Pada teknologi baru, merupakan pilihan yang tepat untuk sebuah material bangunan posisi matahari yang baik dapat mengurangi kebutuhan akan penyediaan system pemanasan. Pada setiap kasus, sebuah dialog desain yang panjang membolehkan penyatuan bagian dalam desain dengan alam.
Sebuah royal komisi yang bekerja untuk kelangsungan tepi laut Toronto menawarkan model yang bagus untuk desain yang mengurangi profesi yang berlawanan dan politik yang over hak hukum. Sejak tahun 1988, sebuah komisi menyelesaikan secara bersama sama yang meliputi berbagai pemerintah agency dan kelompok masyarakat didalam “Pendekatan ekosistem “ untuk direncanakan. Hasil dari persetujuan komisi tersebut untuk kelangsungan : “Tepi Laut Toronto dan Menopang kota “ yaitu :
* Memasukkan pada semua sistem dan tidak hanya bagian dari itu.
* Mengakui dinamik ekosistem alam, pada masa kini mengalami perubahan dan diharapkan tetap pada gambarannya.
* Menggunakan perawatan lingkungan alam, phisik, ekonomi, social, dan budaya.
* Mencakup semua kegiatan baik dalam kota maupun pedesaan.
* Merupakan dasar geografi alam seperti batas air dari batasan politik.
* Melindungi setiap tingkatan kegiatan, local, region, nasional dan internasional.
Tepi laut Toronto mengalami banyak kerusakan yang berbeda. Dari ketidaklengkapan sebuah daftar akan memasukkan faktor-faktor pengeluaran dan pembuangan tanam-tanaman yang busuk, pertanian yang terhenti, tempat sampah rumah yang merupakan toksin di dalam saluran air. Hujan asam dan asap dari kegitan di dalam kota, terusan sungai kecil , habitat fragmentasi yang berkembang dan penebangan hutan. Komisi merespon dan mengakui “ Infrastruktur hijau “.
Bagaimana kita memulai dengan sistem alami ? berapa banyak tanah yang akan dialokasi untuk dialamikan ? Berapa macam-macam jenis dari tempat bukaan ? Apakah ekologi, estetik, desain kota, fungsi rekreasi dapat terpenuhi ?
Ini merupakan petunjuk cara yang berbeda pada struktur kota , menggunakan hubungan dari kelanjutan “ Infrastruktur hijau “ . Pada dasarnya sistem alam mengakui pembukaan tempat untuk meniadakan bangunan tetapi sebagaai lahan yang utama digunakan . Sebuah infrastruktur hijau harus memasukkan area habitat alami, formulasi tanah , lembah , pantai , jurang , area pendinginan dan pemanasan , tanah pedesaan , taman warisan , kebun raya , jalan kecil , tempat terbuka lainnya pada site yang alami.
Dugaan dari petunjuk infrastruktur hijau pada pendekatan holistic terhadap populasi,keanekaragaman dan batas pengeringan air. Lebih dari itu, laporan regenerasi terus terang janggal tentang kekurangan keberadaan politik dan perencanaan hukum dalam mengurangi masalah lingkungan yang secara rutin melebihi batas mereka. Negara “ di masa lalu, tekanan parochial dari birokrasi dan pemerintahan pilihan rakyat telah hampir memaksa mereka untuk tak bereaksi terhadap isu penyimpangan hukum. Ketika semua orang berada di muatan, tak seorang pun yang berada di muatan. “Komisi kerja merupakan usaha perjanjian untuk menciptakan dialog yang penuh pengertian antara ilmu disiplin desain.
Yayasan Langkah Alami di Swedia telah menerima suatu proyek ambisius lagi: menciptakan suatu kedisiplinan consensus alami yang kuat pada penyebab utama krisis lingkungan. Langkah Alami telah membawa para ilmuwan dan profesional secara bersama dari berbagai bidang di dalam penelitian demi kebersamaan pemahaman dan visi. Hasilnya telah disimpulkan didalam sesuatu yang indah, contoh penulisan buku dibagikan ke setiap rumah di Swedia. Langkah Alami telad dengan dalam mempengaruhi penentuan kebijaksanaan, pebisnis dan kebiasaan warga negara.
Hingga saat ini, banyak debat lingkungan telah mempunyai karakter monyet yang bergelantungan di antara dahan yang merusak pohon yang mewakili permasalahan isolasi yang spesifik. Kita dihadapkan dengan suatu keharusan pertanyaan yang tampaknya sulit untuk diselesaikan. Di tengah-tengah dari semua anggapan tentang dedaunan, sangat sedikit dari kita yang telah memberikan perhatian pada cabang dan batang lingkungan. Mereka memburuk sebagai hasil dari proses sekitar dimana ada sedikit kontroversi atau tidak dan ribuan masalah individu merupakan subyek dari begitu banyaknya debat, kenyataannya, penjelmaan dari kesalahan sistem yang menggangsir dasar masyarakat.
Kedua tepi laut Toronto dan proyek Langkah Alami berdialog yang mencerminkan skala tauta mata rantai dari prosess alami. Mereka jembatan bahasa, sikap dan ketakutan yang sudah memelihara keanekaragaman ilmiah dan desain disiplin yang terpisah. Desain ekologi merupakan suatu ajakan untuk berdialog yang serupa, karena tanpa hal itu, kita akan terus hanya menemukan solusi bagian-bagian yang hanya pendahuluannya saja ke permasalahan selanjutnya. Kita akan terus merusak yang utuh. Di lain pihak, jika kita mulai seperti berdialog dengan jujur, kita mungkin mulai menemukan nuansa desain yang cukup untuk menghormati keanekaragaman dan kompleksitas hidup sendiri.
Subscribe to:
Posts (Atom)