Showing posts with label zine. Show all posts
Showing posts with label zine. Show all posts

Thursday, June 28, 2012

"bertemu filmmaker Shalahuddin Siregar ( @salahcetak )" ditulis oleh @cgpramanayogi

Negeri_di_bawah_kabut

Saya baru pertama kali bertemu dengan Shalahuddin Siregar ketika screening dan diskusi film dokumenter beliau "Negeri Di Bawah Kabut" di minihall Irama Indah Denpasar - Bali, Rabu 27 Juni 2012. Sebelum menyaksikan film ini saya tidak membaca tentang sinopsis maupun profil filmmakernya yang disampaikan secara jelas melalui sosial media (facebook) karena saya ingin belajar sesuatu yang baru bagi otak saya khususnya film dokumenter agar tidak menimbulkan persepsi sendiri ketika membaca sinopsi maupun profil filmmakernya yang menurut saya akan berdampak pada kenikmatan dalam menikmati film dokumenter tersebut. Beliau seorang sarjana S1 akuntansi mengerjakan film ini dalam jangka waktu 5 tahun (2 tahun research, 1.5 tahun shooting, dan 1,8 bulan editing). Mengolah 118 jam menjadi 105 menit bersama team. Tetapi ketika diskusi itu berlangsung saya lupa bertanya "dalam jangka waktu 5 tahun itu bagaimana cara mempertahankan rasa semangat untuk menyelesaikan film itu?" pertanyaan ini menjadi penting ketika kejenuhan, kemalasan, kebimbangan, permasalahan lain yang mempengaruhi semangat melanjutkan yang sering bergantian dirasakan oleh kita.
 
Transparansi menjadi kunci. Semua diperbincangkan di awal tanpa interaksi ataupun intervensi yang mempengaruhi perubahan kebiasaan dan kealamian pemikiran dan kelakuan penduduk desa setempat. Kisah dialog tanpa skenario yang menggambarkan bagaimana sebenarnya mereka. Tahun 1997 menjadi tahun pengenalan desa. Shalahuddin Siregar mulai menjelajahi desa sebagai penjelajah alam yang menjadikan alam di Merbabu sebagai inspirasi utama dalam fotografi dan tulisan. Tetapi alam sebenarnya tidak sendiri, ada penduduk desa yang tinggal disana yang belum dikenal dan disini malu menjadi rasa yang menentukan sikap. Kemudian proses mengenal penduduk desa pun dilakukan dengan tata krama yang benar. Sebuah gagasan menciptakan portrait penduduk desa itu menjadi bagian dari akar proses cerita film dokumenter ini berikutnya. Ketika kita ingin memotret seseorang, harus ada ijin dari orang tersebut dan untuk mendapatkan ijin itu kita harus dekat dengan mereka. Cara untuk dekat adalah mengobrol dan bercerita. Pendekatan dengan interaksi ini menghasilkan berbagai macam cerita tentang kehidupan mereka khususnya sebagai petani. "Sesuatu yang kita tak pernah kenal tapi kita selalu merasa kenal" seperti "Negeri Di Bawah Kabut".
 
Alur cerita dibentuk dari penggabungan informasi dan emosi. Suara dan tingkah laku yang alami dari suasana cerita tanpa adanya musik tambahan menggambarkan kehidupan mereka secara mendalam. Itulah mereka. Ritme cerita bersumber dari kehidupan 2 keluarga yang berbeda karakter. Arifin adalah sosok pemuda desa yang menjadi karakter utama sekaligus menjadi alur cerita kehidupan mereka yang diselesaikan dengan canda tawa anak kecil di sebuah perkebunan yang mengagumkan.
 
Film ini menjadi guru saya yang mengajari banyak hal. Kealamian, sikap, proses, interaksi, kehidupan, pemahaman, pemikiran, kerja sama, keluhuran, yang terwujud dalam rasa yang menyempurnakan setiap langkah yang penuh makna.
 
terima kasih Shalahuddin Siregar
 
salam hormat,
Cok Gung Pramanayogi

Posted via email from youth corner bali

Saturday, June 02, 2012

Personal Branding at Social Media - interacZINE | by: @lindiapalupi

Personal Branding at Social Media - interacZINE

sebuah zine interactive yang mengajak para pembaca untuk tidak sekedar membaca, namun juga menuliskan yang diminta + langsung mempraktekkan langsung. 
Zine ini merupakan zine workbook yang memberikan kiat-kiat bagaimana untuk mem-branding diri kita melalui media sosial, seperti misalnya twitter, facebook, blog, dan sebagainya.

ingin mendapatkan zine yang lainnya lagi?
cek caranya di:

8

PERSONAL BRANDING_zine_Lindia_2011.pdf Download this file

Posted via email from youth corner bali

Monday, May 28, 2012

Friday, May 11, 2012

zona asyik buat nambah pengetahuan, gabung yuk di ZINE CORNER

Use this area to offer a short teaser of your email's content. Text here will show in the preview area of some email clients.
Email not displaying correctly?
View it in your browser.

YOUTH CORNER
BALI.

Hi helloo sobat Youth Corner, gabung yuuk di:

ZINE CORNER

zona nya anak muda berbagi pengetahuan, kreativitas, cerita, dan inspirasi. Dapetin eMagz, eBook, eClass yang sesuai kebutuhanmu.
gabung aja jadi member ZINE CORNER sekarang juga!
 
Penasaran? pengen gabung?
 
baca info lengkapnya di sini:
www.zinecorner.weebly.com
learn about Zine Corner  »
Follow on Twitter | Friend on Facebook | Forward to Friend 
Copyright © 2012 YOUTH CORNER Bali, All rights reserved.
You are receiving this email because you subscribed on our website www.youthcorner.org

Our mailing address is:

YOUTH CORNER Bali
Jl. Tukad Musi VI no. 17
Renon, Denpasar
Bali 80235
Indonesia

Add us to your address book

Email Marketing Powered by MailChimp
unsubscribe from this list | update subscription preferences 

Posted via email from youth corner bali

Monday, April 16, 2012

Yang Mau Hemat dan Sehat , Yuk Baca

Apel_by_mbf

Makanan Sehat dan Hemat

*Penunda Lapar lho ^_^*

 

Setiap orang tentu punya kekawatiran menjadi gendut ketika mengkonsumsi makanan , padahal dengan memilih milih makanan sehat kita semua bisa makan kenyang tanpa ada resiko menjadi gendut. Nah, apalagi yang sedang diet… Wah, pasti berharap tidak lapar ya ? ^_^ Ya, pasti lapar, soalnya lapar itu manusiawi lho.. Tapi disini ada tips tentang makanan sehat penahan lapar plus murah lagi..Alternatif dari makanan penuh “karbo dan karbo”, hehe

Ini nih contohnya : ^_^

Apel

Pektik yang ada pada apel dapat menurunkan nafsu makan secara alami . Apel sebagai makanan sehat banyak sekali digunakan sebagai makanan pengganti untuk diet. Selain itu, kandungan serat yang ada pada apel pasti akan menjaga kita tetap kenyang dalam waktu yang lebih lama.

Ikan

Ikan, seperti halnya kacang kacangan juga sebagai salah satu makanan sehat sumber protein. Ikan seperti mackarel, hering, tuna, salmon mengandung asam lemak omega-3 , asam lemak ini akan membantu menurunkan kolesterol dan juga akan mempercepat metabolisme. Cara membuat makanan sehat dengan ikan pun ikut menentukan kualitas makan sehat itu sendiri ,secara umum dipanggang atau di kukus lebih baik daripada di goreng ataupun di bakar.

 

Kacang Kacangan

Protein memiliki index kenyang tertinggi dibanding bahan makanan lainnya dan Kacang adalah salah satu sumber protein nabati yang baik. Selain itu kacang juga mengandung serat yang tinggi pula. Untuk mencerna kacang tubuh memerlukan waktu yang lebih lama hasil akhirnya adalah anda akan merasakan kenyang yang lebih lama ketika mengkonsumsi makanan sehat ini.

 

Sayuran Hijau

Sayuran adalah makanan yang rendah kalori, selain itu sayuran seperti brokoli, asparagus, bayam memiliki efek termal dalam tubuh karena kalorinya telah habis digunakan dalam proses pencernaan. Sayuran hijau juga mengandung kadar serat yang tinggi, serat ini berfungsi sebagai anti oksidan,vitamin, mineral dalam jumlah yang minim dan yang pasti serat akan memberikan rasa kenyang.

 

Nah, makanan-makanan di atas udah sehat, enak juga kawan. Selain itu mudah di dapat lagi. Nah, faktor-faktor sehatnya udah dibahas kan, sekarang faktor hematnya nih. Harga apel, ikan, kacang-kacangan, sama sayuran hijau juga kan tidak terlalu mahal. Bisa beli di pasar tradisional sambil jalan-jalan pagi. Selain itu, efek *kenyang lebih lama* membuat kita lebih hemat, terutama buat yang suka ngemil. Okay, silahkan dicoba kawan.

 

Putri Puspitaningrum

source : http://doktersehat.com/makanan-sehat-penahan-lapar/ dan sumber-sumber lainnya

 

 

Posted via email from youth corner bali

Puisi cantik belaian pantai

Negeri Berpasir


Mertasari sanur, 27-05-2011



Dan hanya binar lampion temani sunyi
Diantara deru ombak pesisir
Bisikan buih buih yang semakin memudar
Menghempas karam aku yang terdiam

Kemana aku mencari bintang?
Ketika nelayan tak lagi tebarkan jala
Para burung camar hilang ke negeri antah berantah
Dan senja tak lagi berupa jingga

Ketika awan bercertia tentang angin
Berhembus diantara pesisir berpasir rindu
Menyapa aku yang terdiam diantara binar lampion
Menunggumu,

membawakan aku sebuah kecupan

dan cerita tentang fajar yang esok kan menyapa pesisir

Ini bukan sebuah istana yang terbuat dari pasir.
Tapi hanyalah sebuah istana, yang terbuat dari rindu yang mendesir seiring angin di pesisir.

 

 

 

 

Pande Parwata

Posted via email from youth corner bali

SsSsssstttt, jangan ribut

Pacarku Putri Tidur

 

“Hallo Selamat Siang, bisa bicara dengan Umi? ", aku menelepon ke rumahnya

"Lagi tidur Mas. Ini siapa ya?" jawab seorang wanita.

"Aku Bagas, tadi aku menelpon ke hp-nya tapi tidak diangkat. Dengan siapa ya aku bicara?"

"Ih ini si Mbok, iya Uminya dari pagi belum keluar kamar, seperti biasalah Mas, orangnya suka molor, nanti

mbok kabarin ya kalau dia sudah bangun" jawab si Mbok sambil cekikikan.

"Makasi ya Mbok. Kita janjian sarapan bareng tadi pagi tapi sampai jam makan siang aku tunggu, dia belum

datang juga" kataku sangat kesal.

 

***

Namaku Bagas. Aku masih kuliah di jurusan Ekonomi Manajemen, semester 6. Seperti anak muda yang kuliah lainnya, aktivitasku adalah kuliah dan bermain dengan teman - teman. Kelulusan tentu saja impian semua anak muda. Tetapi impianku selain itu adalah mempunyai pacar yang cantik. Tidak salah kan jika ingin mempunyai seorang pacar yang cantik apalagi yang baik hati. Mungkin itu adalah satu kebanggan bagi kaum lelaki. Boleh kan jika kita mempunyai mimpi seperti itu. Tapi, kata teman - temanku, mimpiku itu hanya sebuah mimpi rakyat jelata yang ingin menikahi seorang putri raja. Uh, sedikit membuat semangatku berkurang !


"Hai Gas, ingat ya nanti ikut rapat panitia penerimaan mahasiswa baru!" teriak Baharudin teman kampusku dari Fakultas MIPA.

Aku hampir lupa kalau tahun ini harus mengisi kekosongan dalam panitia, yaitu bidang P3K. Sebenarnya, sedikit kurang berkenan sih, karena aku dipaksa padahal tak ingin mengikuti kegiatan kampus lagi. Aku hanya ingin berkonsentrasi pada kuliah. Tapi tak apalah, sebentar lagi aku yakin aku lulus dari kampus ini. Akhirnya aku mengiakan dan siap menjadi Tim P3K untuk penerimaan mahasiswa baru.


Tugas hari pertama pun tiba dan sebalnya aku harus bangun pagi untuk mempersiapkan diri karena pukul 6 pagi harus sudah di kampus. Mataku masih belum terbuka lebar, kaki serasa melayang - layang. Ternyata para Maba alias mahasiswa baru sudah berkumpul sejak jam 5 pagi, mungkin karena begitu tegangnnya kepada para senior yang sok galak - galak itu. Mereka pun berbaris rapi di lapangan depan auditorium dengan wajah yang ketakutan. Aku hanya ketawa cekikikan melihatnya.


"Hahahaha, mereka mau saja ditipu sama lo ya Din?", bisiku ditelinga Baharudin, yang saat itu menjadi ketua panitia pelaksana.

"Eh kita juga dulu kan lebih disiksa, ini aja udah baik perlakuan kita", sahut Baharudin.

Tiba - tiba Baharudin berteriak kencang, "DIAAAAAAAAAAAAMMM kalian semua, mau jadi apa kalian semua? mulutnya bisa diam tidak. Disuruh berbaris saja masih cerewet. Anak Pasar!"


Serentak anak - anak Maba diam dan tak bergerak. Semua hening. Satu persatu maju sambil dimaki - maki para kakak panitia. Aku hanya melihat barang kali ada yang sakit atau butuh bantuan P3K. Diam di barisan belakang. Aku menjaga para Maba andai kata ada yang sakit.

 

Hampir habis semua Maba di data dan masuk ruang auditorium. Tetapi ada yang aneh, ada satu Maba yang dipanggil hanya diam tak bergerak. Akhirnya para panitia mendatangi dia. Seorang wanita. Gdubraaaaaaaaaak, dia jatuh ke tanah. Semua panik. Aku pun menjadi panik, aku berlari mendatanginya. Tim P3K mengangkat dia dengan tandu dan dibawa ke pinggir lapangan. Entah kenapa aku sedikit tegang melihat orang pingsan seperti ini. Semua tim panik. Anak - anak Fakultas Kedokteran yang berada di tim ku sibuk memeriksanya.


"Huaaaaaem, ospeknya sudah selesai ya kak?”, kata Umi, si mahasiswa baru itu.


 

Putra Wira Adnyana

Posted via email from youth corner bali

Cerpen menarik yang judulnya Yummy ^_^

Yogurt

Erin Moniaga

 

 

Aku menerima semangkuk plastik yogurt yang disodorkan padaku dengan senyum.
Kukatakan terima kasih padanya yang berdiri di balik konter.
Hanya sebatas itu dan kulahap yogurtku sambil lalu.
Tak kuingat seberapa sering aku mengunjungi tempat itu
Hanya untuk membeli yogurt.
Tak kuingat seberapa sering dia bertugas di sana.
Saat itu, aku tak menggubrisnya sama sekali.

Lambat laun kukira aku mengingatnya yang berdiri di balik konter.
Dan kurasa diapun begitu.
Tanpa kusebutkan namaku, dia telah merekamnya dalam memorinya.
Terucap secara refleks.
Dan kuterima mangkuk plastikku.
Ada yang janggal, apa ya?
Baru kusadari dia menambah topping-nya ketika yogurt sudah setengah jalan kuhabiskan.
Aku menoleh dan mendapatinya tersenyum.
Untukkukah?


Ah, dia hapal dengan topping favoritku.
Tercetus begitu saja dari bibirnya.
Aku pun tertawa pelan.
Kukatakan terima kasih.
Di balik kertas tissu alas mangkuk plastik baru kusadari ada pesan yang tertulis ketika aku hampir membuangnya.
Yang tertulis di sana membuatku tersenyum geli.

Astaga, aku begitu ceroboh.
Terjatuh karena terburu-buru ingin kembali ke mejaku.
Yogurtku pun tumpah.
Sial sekali pikirku sebal.
Tak dinyana dia menghampiriku.
Memberiku selembar kertas tissu sembari membantuku berdiri.
Lagi-lagi, ada pesan di kertas itu.


Pipiku memerah seketika membacanya.
Kucari dia dan dia berdiri di balik konternya.
Mengulurkan semangkuk plastik yogurt dan tersenyum manis.
Untukkukah?
Yogurtku yang biasanya asam dan hambar terasa semanis gula.
Aku tersenyum sendiri.
Aku menoleh dan lagi mata kami bertemu.

.

Posted via email from youth corner bali

Friday, March 16, 2012

@worldsilentday - Merayakan Keheningan Demi Bumi, 21 Maret

Rekan-rekan penghuni bumi,

 

Pada 23 Maret 2012 Bali, pulau yang terkenal di seluruh dunia sebagai surga, akan hening dan gelap. Bandar Udara Internasional akan tutup 24 jam penuh; tidak ada orang atau kendaraan di jalan, di seluruh pulau. Listrik akan dipadamkan kecuali di rumah yang ada anak kecil, di kantor polisi dan di Rumah Sakit. Ini adalah kejadian tahunan untuk menyambut Tahun Baru Saka, dikenal sebagai Tapa Brata Penyepian. Saat Nyepi, pulau Bali mengurangi  20,000 ton karbon dioksida. Bila anda berpartisipasi maka lebih banyak lagi karbon dioksida yang berkurang.

 

Tim World Silent Day kembali mengajak anda meniti  HENING UNTUK BUMI pada 21 Maret 2012. Mari bersama-masa berbuat hal kecil untuk Bumi.

 

Kami ingin mengingatkan  langkah sederhana:

  1. Rabu 21  Maret 2012
  2. Hanya Empat jam: Pukul 10 pagi hingga 2 siang, atau pilih waktu anda. 
  3. Matikan peralatan listrik, kurangi penggunaan kendaraan bermotor dan aktivitas boros sumberdaya lain, tanam pohon, bina hubungan dengan keluarga, rekan kerja, tetangga
  4. Tuliskan pengalaman hening anda ke mysilent@worldsilentday.org.

 

Langkah ini akan mengurangi pemanasan global dari gerakan individu dan kelompok. Apabila anda berhalangan pada 21 Maret, maka bisa melakukannya pad 23 Maret bersama Masyarakat Bali.

 

 

BERI SATU HARI UNTUK BUMI BERNAFAS
HARI HENING SEDUNIA – 21   MARET

 

Salam Hening

 

Tim Muda World Silent Day

Kolaborasi Bali untuk Perubahan Iklim

Jl. Pengubengan Kauh no. 94

Kerobokan, Kuta, Bali

Email: bali.climatechange@gmail.com


Posted via email from youth corner bali

Thursday, March 15, 2012

resensi film: The Artist “Kebisuan Versus Berbicara” (by: @sukma_arisanti )

5

The Artist

“Kebisuan Versus Berbicara”

 

 

Apa yang paling pertama kita pikirkan jika mendengar kata “film bisu?”  Tanpa warna, hitam putih, tua, ketinggalan jaman,cinematography masih standar, scoring dengan orchestra dan pemainnya berwajah klasik, isi cerita sepanjang film hanya memperlihatkan aktivitas masyarakat jaman dulu yang monoton, bahkan ada yang berpendapat film bisu itu membosankan. Salah besar setelah kalian menonton film The Artist.


Film peraih penghargaan Academy Award sebagai film terbaik ini bercerita tentang kehidupan George Valentin (Jean Dujardin) sebagai seorang artis film bisu yang berjaya di era tahun 1929. Sebagaimana halnya seorang artis pastinya memiliki banyak pengemar wanita, salah satu pengemarnya adalah Peppy Miller (Berenice Bejo) seorang gadis biasa-biasa saja namun memiliki sebuah obsesi dan rasa ketertarikan yang tidak biasa kepada George Valentin. Pada suatu ketika di acara premiere film terbaru George Valentin, Peppy Miller secara tidak sengaja menjatuhkan bukunya dan spontan ia mengambil kesempatan untuk lebih berdekatan dengan laki-laki yang dipujanya tersebut. Alhasil tindakan spontanya mencium pipi artis pujaanya tersebut menjadi berita besar yang terbit di headline utama di koran Variety. Mengambil kesempatan emas tersebut, Peppy Miller yang memiliki obsesi sangat besar untuk semakin dekat dengan pujaanya itu mengikuti audisi yang sedang diadakan oleh perusahaan rumah produksi Kinograph, yakni rumah produksi yang banyak menghasilkan film bisu paling populer di eranya. Singkat cerita, Peppy Miller berhasil menjadi seorang artis terkenal menyamai ketenaranya dengan George Valentin. Prubahan pun terjadi seiring perkembangan jaman dimana masyarakat lbh menyukai sebuah terobosan baru yakni film “berbicara”.  Akan tetapi justru ketenaran Peppy Miller dengan sikapnya yang tidak menghargai film bisu dibarengi dengan terobosan baru dalam dunia perfilman tersebut membuat kehidupan George Valentin semakin terpuruk.  Disamping itu faktor minat masyarakat dalam menonton juga berangsur-angsur berubah, mereka lebih suka dengan “fresh meat” alias artis-artis muda yang bisa berbicara ketimbang artis tua yang hanya bermain dalam sebuah film bisu.  Istilahnya bisa dibilang “masyarakat bosan hanya melihat, mereka lebih suka hal baru yaitu mendengar”.  Disinilah idealisme seorang artis film dipertaruhkan dan pada akhirnya bukti bahwa bakat serta kreatifitas artislah yang membuat eksistensinya tetap bertahan. Seperti apa kreatifitas yang mengalahkan inovasi baru itu? Terjawab di akhir film J   


(foto yang menjadi berita utama di koran Variety dengan headline “Who’s That Girl?”)

Menurut saya, salah satu aspek film bisa dikatakan sebagai film yang bagus atau bermutu itu adalah film yang dapat memberikan sebuah informasi baru atau membuat penontonnya mendapatkan pengalaman dalam hal baru yang belum pernah mereka dapatkan dari film lainnya. Hal inilah yang banyak saya dapatkan setelah ataupun saat sedang menonton film The Artist. Film ini sangat pintar mengambarkan bagaimana kehidupan artis bisa berubah hanya karena inovasi baru di teknologi perfilman yaitu “berbicara”  (bahkan mungkin kita tak pernah berpikir sampai sejauh itu akibatnya).

 Selain itu melalui film ini kita bisa mengerti bagaimana sebuah karya harus ikut berubah mengikuti perkembangan keinginan pasar (mungkin inilah penyebabnya film horror Indonesia yang bertemakan sex sempat marak). Tidak hanya itu, selama menonton secara tidak sengaja kita juga belajar bagaimana teknis perfilman jaman dulu, ketika hanya masih hitam putih, bagaimana teknis pembuatan filmnya yang masih memakai meteran untuk mengukur jarak kamera dengan pemain, dan bagaimana teknis mereka dalam pembuatan poster film. Wow..! bayangkan dalam 1 jam 36 menit itu saya belajar banyak hal! 

Yeah..thats why I love this movie J  Rate 9/10 (VERY RECOMMENDED buat kalian yang ingin menikmati film dengan cara baru)



-Shiho-

 

 

 

Posted via email from youth corner bali

sajak: suara tiada makna (oleh: @pandeparwata )

18

Suara suara tiada makna.
Dalam ketiadaan akan semesta.
Yang bingar akan syair-syair para dewa.
Membahana dari pelosok belantara.

Suara suara tiada makna.
Ditengah hentak tarian bumi.
Menggertak batin yang dikebiri.
Bahkan syairpun melukai hati.

Suara suara samar ditelan mentari.
Saat syair benamkan hati.
Dan semesta mulai sendiri.
Mencari cari mata hati yang terjatuh di setapak tadi.

Antara hening dan sendiri.
Samar terdengar suara hati.
Suara semesta yang dikebiri.
Bahkan tak sempat tuk diperawani.

Maret 2012

Pande Parwata

Posted via email from youth corner bali

cerpen: Elysium (by: @ErindaMoniaga )

Judul : Elysium

Keyword : rajah, salju, cerpelai, rasi, palung

 

Ra berlari sekencang-kencangnya menuju arena pertempuran. Isi pikirannya kini bercabang. Benar, memang, bahwa misi membunuh sang Phoenix Air masih berada di urutan teratas dalam daftarnya, namun perkataan si Phoenix Air sudah mengganggunya sedemikian rupa. Bahwa sesungguhnya Ras Manusialah yang bersalah. Bahwa para Makhluk Mistis hanyalah korban, kambing hitam semata dari cerita busuk yang dikarang-karang para petinggi Ras Manusia. Bahwa mereka sesungguhnya bersedia untuk tinggal berdampingan di Elysium. Di surga.

      Semua itu terbalik dari apa yang dia ketahui, dari apa yang sudah dicamkan para penguasa di tanah kelahirannya. Mana sebenarnya kenyataannya?

      Ra harus menemukan Varuna, si gadis penjelmaan Phoenix Air. Gadis itu berutang penjelasan lebih lanjut. Dan jika dia berdusta, tiada ampun lagi, dia harus mati. Mestinya sewaktu tadi Varuna menyembuhkan luka-lukanya, Ra tidak usah ragu. Kenapa dia tidak bisa membunuh gadis itu? Satu lagi hal yang mengusiknya, perkataan Varuna bahwa meskipun di masa ini lagi-lagi mereka tidak bisa bersatu, dia yakin mereka akan bersatu nanti, di suatu masa yang akan datang. Apa maksudnya? Mengapa dia berbicara seolah-olah sudah mengenalnya lama sekali, padahal ini kali pertama mereka bersua? Bagaimana gadis itu bisa mengetahui namanya? Dan, yang paling penting, kenapa musuhnya itu mau menyembuhkan luka-lukanya?

      Ra harus menemukannya, tidak bisa ditunda-tunda lagi. Benang yang terlampau kusut ini harus diuraikan.

      Suara-suara pedang yang saling bersilang terdengar nyaring saat Ra mencapai arena perang di tepi pantai. Rangkaian mantra sihir terucap bagai lagu kematian. Teriakan-teriakan haus kekuasaan para manusia. Makhluk mistis yang berusaha sesedikit mungkin untuk melukai para manusia dan sedapat mungkin hanya melakukan sihir pertahanan. Darah. Mayat-mayat bergelimpangan dengan luka-luka mengenaskan dan menganga. Mata-mata yang terbuka namun tidak lagi memandang.

      Ra menjerit dalam hati, inikah perangai manusia? Manusia yang katanya adalah ciptaan paling mulia?

      Dia berlari, giginya menggertak keras. Tinggi-tinggi diangkatnya pedangnya pada tangan kanannya dengan gerakan mengancam, tapi tidak menusuk siapa-siapa. Dia melihat ke segala arah, matanya mencari-cari Varuna.

      Kemudian dari pusat medan tempur terjadilah ledakan cahaya biru. Sinarnya sangat menyilaukan, semua yang ada di sana sampai harus menutup mata sejenak. Terdengar teriakan Orion Ptolemaus, Jendral Ras Manusia, kakaknya, membahana, “Dasar Makhluk Mistis tolol! Saudaramu si Naga Api Hyperion setengah mati berusaha menyembunyikanmu, tapi kau sendiri datang ke mari! Sudah siap mati rupanya kau?“

      Wajah Ra memucat ketika mendengar perkataan itu. Dia akhirnya sampai di sana, terengah-engah, melihat Varuna berdiri dengan tenang dan anggun. Gadis perwujudan Phoenix Air itu berambut cokelat madu dan bermata biru, ekspresinya begitu lemah lembut. Dengan nada tegas dia menyahuti ucapan Orion, “Perang konyol ini tidak perlu terjadi, wahai Manusia. Sudah kami katakan bahwa kami bersedia hidup bersama-sama. Kami bersedia membagi buah dari Pohon Kehidupan. Kami bersedia membagi Elysium, membagi surga. Mengapa kalian tidak mau?“

      Orion tertawa terbahak-bahak, lalu menyeringai sadis serta dipenuhi hawa nafsu, “Berbagi katamu? Yang benar saja! Kami harus menjadi penguasa mutlak surga ini, tidak perlu dibagi-bagi! Makhluk seperti kalian tidak pantas hidup! Hanya kamilah,“ Orion memperlihatkan rajah dengan simbol-simbol kuno yang terlukis di lengan kanannya, penuh kebanggaan; rajah yang menandakan dia adalah keturunan manusia bukannya makhluk mistis, “Ras Manusia, yang pantas menghuni surga!“

      Kernyitan pada dahi Varuna semakin dalam. Dia teringat Pohon Kehidupan yang bersemayam di pusat Elysium. Pohon Kehidupan yang menyokong surga ini dari dalam. Dia teringat padang yang mengelilingi Pohon Kehidupan, bunga-bunga sewarna lembayung sedang bersemi dengan cantiknya. Gunung-gunung dengan puncak salju putih menjulang di selatan pulau. Pantai dengan pasir putih yang begitu lembut terserak di utara pulau. Perkampungan para Makhluk Mistis berada di segala sisi Elysium, hidup saling berdampingan dengan damai. Hewan berbagai jenis hidup dengan tenang di hutan, singa dengan domba, cerpelai dengan ular, harimau dengan kelinci, tidak ada saling membunuh. Sebuah sungai yang berpusat dari tengah hutan Elysium terbagi menjadi empat, masing-masing mengaliri empat penjuru pulau, sisi utara, timur, selatan, dan barat.

      Segalanya terproyeksikan dengan jelas dalam benak Varuna. Elysium yang indah dan damai. Hatinya merana dan bertanya-tanya, mengapa perang ini harus terjadi?

      “Varuna!“ Ra mendongak, tidak jauh dari sana seorang laki-laki berjuang untuk mendekat. Ra bisa mengetahui bahwa laki-laki itu sangat khawatir dan ketakutan. Matanya yang sewarna langit senja kemerahan sudah bertutur segalanya. “Varuna, jangan, hentikan, kembalilah ke Pohon Kehidupan, hanya kau yang bisa menjaga¾ugh,” lalai tidak berkonsentrasi, sebuah pedang sukses menembus perutnya. Varuna seketika menjerit.

      “Hyperion...“ lutut gadis itu goyah melihat sang Naga Api Hyperion terluka, ia terjatuh. Air mata dengan deras mengalir, “Kumohon, hentikan, jangan lukai saudara-saudaraku lebih dari ini!“

      Kepuasan liar tergambar dengan jelas pada mata Orion. “Jadi?“

      “Bunuh aku, bunuh saja aku, hentikan perang ini, jangan lukai saudara-saudaraku lagi, jangan ada lagi manusia yang mati sia-sia! “

      Adegan yang terjadi di depan matanya membuat Ra muak. Tempat tanah kelahirannya sudah sangat sekarat. Banyak manusia yang keracunan. Mulanya Ra tidak tahu apa sebabnya, dia menerima segala cerita yang dijejalkan padanya, bahwa kehancuran dan kematian Ras Manusia disebabkan oleh para Makhluk Mistis, oleh karena itu Ras Manusia harus merebut Elysium, tempat tinggal Makhluk Mistis, sebagai ganjaran atas perbuatan jahat mereka. Namun setelah melihat bagaimana cara kakaknya memperlakukan Varuna serta sesama bangsa penghuni Elysium, Ra mulai tidak meyakini apa yang diceritakan padanya. Mungkin Varuna memang benar. Mungkin memang manusia yang telah merusak tanah kelahiran mereka sendiri dengan berusaha melakukan sihir-sihir terlarang, dan gagal total. Akibat tidak mampu mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, akhirnya mereka membuat cerita seolah-olah para Makhluk Mistislah yang berbuat keji.

      Ra merasa gamang.

      Orion melihat sekelilingnya. Perang masih berlangsung, tapi sebagian pasukan yang berada di dekat-dekat sana terdiam akibat mendengar pembicaraan mereka. Kemudian dilihatnya Ra berdiri tidak jauh dari sisinya, “Wahai, Ra, adikku sang pemanah terbaik, kuberi kau kehormatan untuk membunuh si Phoenix Air ini. Phoenix yang daging dan darahnya mampu memberikan kesembuhan dan hidup abadi! Lakukan, adikku, demi saudara-saudara kita yang sekarat di tanah kelahiran kita!“

      Varuna menoleh ke arah Ra. Tatapannya seolah-olah mengatakan ‘lakukan saja.’

      Ra menelan ludah. Bukan situasi begini yang ia harapkan.

      “Ayo, pasukanku, beri semangat pada pahlawan kita, Ra Ptolemaus!“ Orion meraung pada pasukannya sembari tertawa buas.

      “Varuna!“ seekor serigala berbulu perak, sang Serigala Angin Zev, dan rusa jantan berbulu cokelat kemerahan, sang Rusa Tanah Jord, muncul. “Varuna, terbang ke sini, cepat!“

      Ra tidak mengerti. Kenapa gadis itu justru menggeleng dan tersenyum? Kenapa dia pasrah? Kenapa dia tidak melawan, tidak membunuh pasukan manusia satu per satu? Dia Makhluk Mistis terkuat, penjaga Pohon Kehidupan, penjaga Elysium, penjaga surga!

      “Ra, jangan biarkan kami menunggu terlalu lama!“ Orion berkata memperingatkan. “Lakukan segera!“

      Pikiran Ra kosong.

      Busur Ra terangkat. Panah saktinya, Silverataca, siap dilepaskan.

      Jord dan Zev, yang telah berubah ke wujud manusia namun masih tetap melayang di langit, mengambil ancang-ancang akan membunuh Ra, tapi Varuna berkata, “Jangan lakukan apa-apa. Rasi bintang di langit sudah mengatakan ramalannya. Aku tidak mau itu terjadi, kalian mengerti kan?“

      Pikiran Ra kosong.

      Matanya menatap mata Varuna. Suara riuh hiruk-pikuk dari arena perang lenyap ditelan kesunyian, seakan-akan sekeliling mereka membelesak lenyap, dan hanya tersisa keheningan. Arus waktu membeku.

      Lagi-lagi nuansa itu. Lembar-lembar lama dari suatu masa pelan-pelan menyeruak. Ada sesuatu yang sedari awal mengusiknya mengenai Varuna. Matanya, suaranya...

      “Ra...“ bisik Varuna.

      Ada suara-suara terdengar, Ra tidak tahu dari mana, tapi dia mendengarnya. Suara-suara itu memanggilnyakah?

      Siapa... siapa itu yang memanggilnya?

      Ra...

      Pemahaman mendadak muncul.

      Itu suara jiwa. Suara jiwanya yang memanggilnya dan membangunkan apa yang telah lama tertidur.

      Itu suara paruhan jiwanya yang telah lama terpisah.

      Segalanya menjadi jelas bagi Ra.

      Mengapa Varuna tahu namanya. Mengapa Varuna berkata suatu saat nanti mereka akan bersatu, meskipun di masa lalu dan kini tiada mungkin.

      Ya, segalanya menjadi jelas bagi Ra.

      “Varuna...“ ganti Ra berbisik.

      Anak panahnya dilepaskan.

      Varuna tidak memejamkan matanya sama sekali, siap menerima kematiannya. Jord, Zev, Hyperion, dan segenap Makhluk Mistis yang berada di sekitar sana berteriak. Orion mengeluarkan tawa kemenangan sementara pasukannya bersorak-sorai.

      Panah itu menancap di dahi salah satu perwira tinggi Ras Manusia yang berdiri di belakang Varuna.

      Ra menurunkan busurnya, tersenyum pada Varuna.

 

      Aku percaya padamu.

      Sungguh?

      Ya. Tidak akan kubiarkan siapapun mati lagi.

Terima kasih, Ra.

      Varuna, aku sudah tahu...

Apa yang kauketahui?

      Bahwa sesungguhnya kita adalah¾

 

      Mata Ra membelalak ketakutan saat melihat Orion berseru murka, menarik pedangnya keluar dari sarungnya, membabi buta berlari ke arah Varuna, berniat menghabisinya. Mulutnya merapalkan mantra-mantra, membuat Varuna yang tidak siap untuk bertahan menjadi tidak bisa bergerak. Ra melolong.

      Dia melempar badannya menjadi tameng antara Varuna dan kakaknya.

      Tertusuk persis di jantung. Semua makhluk yang ada di sana terdiam. Darah muncrat, membasahi Varuna yang dilindungi oleh Ra.

      Keheningan sungguh merayap di sekeliling tempat itu.

       Varuna memandangi telapak tangannya yang basah oleh darah Ra. Gelombang demi gelombang emosi berkecamuk dalam palung hatinya, merangkak naik, siap muncul di permukaan untuk meledak.

      Orion menarik pedangnya, matanya melebar dibanjiri keterkejutan yang amat sangat.

      Ra terbatuk, gumpalan darah keluar, “Varuna...“ mata hitam dan mata biru bertemu, “maafkan...“ dia terjatuh menimpa si gadis.

      Varuna menunduk, memandang pemuda yang ada dalam pelukannya. “Ra?“

      Dia sudah tahu. Dia sudah tahu ini akan terjadi.

      “Ra?“ katanya putus asa. Air mata bagaikan butir permata berjatuhan. “Ra, jawab aku,“ tangannya mengeluarkan sinar biru penyembuh, berusaha menyembuhkannnya. “Ra...“

      Sia-sia, dia tahu ini sia-sia. Karena itu dia yang mestinya mati. Mestinya dia yang mati, dia saja, jangan orang lain. Sudah terlambat.

      Namun Ra tak menjawab. Tidak lagi. Tidak akan.

      Apa gunanya perang ini? Mengapa manusia-manusia itu begitu rakus? Mengapa harus mengorbankan begitu banyak nyawa? Mengapa mereka tidak bisa hidup berdampingan? Mengapa saudara-saudaranya, Jord, Zev, dan Hyperion mesti terluka? Mengapa dunia ini begitu rusak? Mengapa Ra harus mati? Mestinya dia saja. Cukup dia saja yang menanggungnya!

      Ra sudah pergi.

      Dan Varuna pun menjerit.

      Kekuatannya yang tersegel terlepas.

      Kiamat dunia pun terjadi.

      Semuanya sesuai penglihatannya, Varuna, sang Phoenix Air. Si gadis jelmaan Phoenix penguasa air yang mampu melihat masa lalu dan masa depan. Gadis dengan kekuatan luar biasa. Gadis yang berusaha mati-matian untuk membelokkan kenyataan tapi tidak berdaya.

      Dialah deus penghancur dunia.

 

Posted via email from youth corner bali

resensi buku; 9 Summers 10 Autumns Dari Kota Apel ke The Big Apple (by: @gasgisgus )

19

 

Judul buku        : 9 Summers 10 Autumns Dari Kota Apel ke The Big Apple

Penulis               : Iwan Setyawan

Penerbit            : PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Halaman            : 223

ISBN                    : 978-979-22-6766-2

Cetakan I           : Februari 2011

 

 

“Bu, percaya nggak? Aku ditawari kerja di Amerika, di New York!” 

 9 Summers 10 Autumns, hal. 190

 

Ketika pendidikan, keluarga, dan kerja keras dapat membuka jalan menuju kesuksesan. Itulah salah satu gambaran dari novel 9 Summers 10 Autumns : Dari Kota Apel ke The Big Apple , sebuah novel karya Iwan Setyawan ini terinspirasi dari kisahnya sendiri. Lahir di kota Batu dalam keluarga kurang mampu tidak menciutkan nyalinya untuk terus menuntut ilmu. Hingga akhirnya ia pun mendobrak batas ke kota New York. Cerita diawali dengan kerasnya kota terpadat di Amerika Serikat itu dan munculnya bocah kecil berseragam merah putih, yang  akhirnya menemani Iwan dalam kesepian jiwanya di kota itu. Membuka kembali kenangan masa kecilnya, mengingatkan selalu akan keluarganya di tanah air dan membuat cerita ini begitu menarik, sampai terus membuat kita melanjutkan lembar demi lembar novel ini. Siapakah bocah kecil berseragam merah putih itu? Dan apa  kaitannya dengan hidup seorang anak sopir angkot yang berhasil menjadi Direktur, Internal Client Management di Nielsen Consumer Research, New York?

Penuturan dengan alur maju-mundur ini ditulis Iwan dengan jujur dan polos tetapi begitu bermakna. Seakan Iwan menciptakan flash back dalam hidupnya. Kata – kata yang begitu sederhana membuat siapa saja dapat hanyut dalam kisah ini. Terlihat jelas dalam novel ini, jerih payah dan semangatnya untuk merubah nasib keluarga dan hidupnya. Berlatar kota Batu dan New York yang begitu kontras memberikan imajinasi hidup seolah kita bisa meraih The Big Apple. Novel ini memberikan motivasi, kenyataan, kejujuran, keharusan dan kesederhanaan dalam hidup. Iwan Setyawan membuka mata hati kita tentang arti sebuah mimpi, keluarga , cinta dan hidup dengan cara yang sederhana.

Dengan Segala ketekunan, aku lalui masa SMP dengan gemilang. Aku selalu berada di rangking teratas di sekolah. Prestasiku dan kakak – kakakku, menjadikan rumah mungil kami “terangkat”.

9 Summers 10 Autumns, hal. 72

 

by: Gustra

 

 

 

Posted via email from youth corner bali

istilah bahasa Inggris tentang shopping (by: @jagobhsinggris )

25

Jelang Nyepi sering terjadi 'Kalap Belanja' buat persiapan Nyepi, nah lhoooo Nyepi bukannya puasa, ini malah puas puasin :D
Kali ini BEC (baca: be easy) memberi beberapa istilah bahasa Inggris tentang shopping, simak yah kompilasi twitter dari @jagobhsinggris berikut ini:

browse = melihat-lihat tanpa membeli. Contoh: "During my vacation, I went to the mall and browsed through the shops."

window-shop = melihat barang dari kaca etalase (tanpa membelinya). Contoh: "On nice days I like to do window-shop on Robson Street."

head somewhere = pergi ke suatu tempat. Contoh: "Let's head to the mall after we finish class."

loot = koleksi barang-barang berharga. Contoh: "I got a lot of good loot for Christmas."

ring up = mencatat jumlah belanjaan ke mesin di kasir. Contoh: "I'll call you back, the cashier is ringing up my purchase at the moment."

rip-off = produk/layanan yang terlalu mahal. Cth: "When I took a taxi from the airport, it was a rip-off. Rp 500.000 is way too expensive."

shoplift = mencuri barang dari toko. Cth: "The man was arrested for shoplifting when the jewelry store employee found a ring in his pocket."

slash prices = mengurangi harga secara besar-besaran. Contoh: "They slashed the prices by 50%"

sweeten the deal = menambahkan sesuatu pada penawaran agar terdengar lebih menarik.Contoh: "If you buy this notebook, I'll give you a cooling pad to sweeten the deal."

swipe = mencuri. Contoh: "I didn't have any money, so I swiped a chocolate bar from the store."

tag = label harga. Contoh: "I can't find the tag, can you tell me how much this costs?"

take it or leave it = ambil atau tolak sesuatu. Contoh:"The only car left is pink. Take it or leave it."

throw something in = menambah barang secara cuma-cuma. Contoh: "If you buy this notebook, I'll throw a cooling pad in for free."

till = kasir/tempat pembayaran barang. Contoh: "I hate waiting in a long line at the till to buy something."

@jagobhsinggris  

Posted via email from youth corner bali

Menyusuri pantai seputar Bali (by @letsgotobali )

23

Asyiknya Pulau BALI

Bukan rahasia lagi kalau Bali memiliki banyak pantai yang indah dan menyenangkan. Tempat dimana kita bisa bersantai, menikmati deburan ombak dan pasir, bermain surfing, parasailing, diving, snorkeling, atau sekedar bersembunyi dari keramaian, mencari inspirasi, bahkan berbulan madu. Jika di ceritakan satu persatu pantai – pantai di sekeliling Bali, jumlahnya akan banyak sekali, beberapa yang terkenal dan menjadi tempat favorit saya adalah:

Mulai dari Denpasar menuju ke timur melewati Goa Lawah, terus ke timur. Pantai pertama yang akan kita temui berada di daerah Candi Dasa, daerah ini adalah daerah pariwisata pantai yang terkenal sebagai tempat menjauh dari keramaian, tujuan bulan madu atau liburan bersama keluarga. Di lokasi ini terdapat pantai yang bagus untuk berenang dengan suasana sekitar yang tenang, pasir putih, air pasang yang tinggi dan jernih, tanpa arus, benar – benar tempat yang menyenangkan untuk bermain air. Ketika
kita masuk dari jalan raya, kita akan melewati perkampungan penduduk kemudian masih harus terus berjalan melewati pura dan pepohonan. Saya biasa mengunjungi pantai ini dari pagi, dengan membawa buku, musik, bekal makanan dan minum saya melewati hari hingga sore dengan berenang, dan ketika lelah saya membaca buku, menikmati keindahan alam, mendengar musik, makan dan minum untuk mengisi perut, kemudian pulang dengan muka merah dan kulit gosong, tapi benar – benar pengalaman yang menyenangkan. Pantai di Candi dasa adalah tempat favorit saya untuk menghabiskan waktu. 

Dari Candidasa, jika kita meneruskan perjalanan kita akan tiba di daerah menyelam yang terkenal yaitu Tulamben dan Amed. Didaerah ini tidak hanya pemandangan bawah lautnya yang indah, bahkan pemandangan alamnya pun indah, dengan perbukitan kecil dan asri. Dalam perjalanan kita dapat melihat laut di sela – sela bukit hijau, sulit di ungkapkan betapa indahnya. Di tempat ini terkenal dengan pemandangan sisa – sisa pesawat perang di dasar laut, konon katanya pesawat perang itu bisa sampai ke dasar laut karena didorong batu – batuan muntahan gunung Agung. Tempat ini terkenal karena pemandangan sisa – sisa perang di dasar laut seperti ini memang jarang ada, dan juga karena letaknya yang dekat dengan pantai maka penyelam pemula pun dapat mencoba.

Jika kita meneruskan perjalanan, kita akan tiba di daerah Singaraja, di utara Bali. Pantai yang terkenal di Singaraja adalah pantai Lovina yang berpasir hitam. Untuk saya pribadi, berenang di Lovina tidak se-asik berenang di Candi Dasa, namun yang luar biasa disini adalah ikan bakar / seafood. Aroma ikan bakar segar benar – benar menambah nafsu makan, ditambah dengan sambal tradisional, benar – benar nikmat apalagi ditambah dengan pemandangan pantai yang masih tenang yang terdengar hanya suara
beberapa orang, deburan ombak, angin dan beberapa anak yang sedang bermain air. Tempat – tempat untuk menikmati ikan bakar ini juga sangat mudah didapat. Lovina adalah tempat favorit saya untuk menikmati makanan laut, dan juga tempat yang asik untuk tinggal beberapa hari dan bersantai.

Selanjutnya, dari Singaraja / Lovina jika kita meneruskan perjalanan kita akan tiba di daerah Grokgak yang berjarak sekitar 90 kilometer dari kota Singaraja, di Grokgak terdapat pulau Menjangan yang terkenal sebagai tempat diving dan snorkeling. Pada kedalaman 2 sampai 3 meter di sekitar pulau menjangan terdapat bermacam – macam terumbu karang yang membentuk dinding curam hingga kedalaman 50 meter. Penyelam luar negeri menyatakan bahwa perairan di sekitar pulau Menjangan ini sebagai salah satu daerah yang sangat menarik untuk menyelam karena jenis ikan dan terumbu karang yang sangat bervariasi. Bahkan dengan snorkeling saja kita sudah dapat menikmati pemandangan bawah lautnya, karena terumbu karang tumbuh mulai dari pinggir pantai hingga ke daerah dalam, sungguh luar biasa.

Yang terakhir adalah pantai Tanah Lot yang terkenal. Tempat ini menjadi tempat favorit saya untuk menikmati Sunset, menyaksikan matahari yang terbenam berwarna merah kekuningan memenuhi langit dengan warna keemasan. Sungguh pemandangan yang indah.

Selain kelima pantai diatas, masih banyak pantai – pantai lainnya di Bali yang masing – masing memiliki
keindahannya sendiri, layak untuk dibanggakan, dinikmati dan dijaga agar tidak rusak. 

@letsgotobali

Posted via email from youth corner bali

cerpen: Bara Jingga by @ouchart

21

Bara Jingga

Disini aku merana. Terdiam, hanya sunyi yang menemaniku dengan setia. Secangkir kopi yang sudah di hadapanku belum juga tersentuh. Aku tak tahu harus berbuat apa. Aku hanya bisa diam. Sudah lebih dari lima jam aku duduk di cafĂ© ini. Memikirkan sesuatu tetapi tak kunjung bertemu dengan solusi. Dan sudah lebih dari lima kali pramusaji itu menawarkan buku menu padaku, oleh karena itu aku memutuskan untuk memesan secangkir kopi. Tetapi tetap saja kopi tidak membuatku merasa lebih baik. Hanya akan membuat aku semakin tidak bisa memejamkan mata di saat nanti aku beranjak tidur, bagus. Itu artinya waktuku untuk berpikir akan lebih lama. Tapi apakah benar-benar bertemu solusinya? Aku tak tahu, kupasrahkan saja padaNya…

Jam dinding menunjukkan bahwa malam akan semakin gelap ditemani bulan dan pasukan bintangnya. Mungkin aku akan tetap disini untuk beberapa saat. Masalah ini sungguh menyiksaku, aku berani sumpah. Mungkin benar kata orang bahwa menghindari masalah bukanlah langkah yang tepat. Tapi memang inilah yang sedang kulakukan sekarang. Aku tidak bermaksud untuk menghindari, hanya saja aku stuck! Aku butuh more space untuk memikirkan jalan keluar ini semua. Toh tidak hanya untuk aku, tapi juga untuk semua. Dan lagi..

“Aku mencarimu kemana-mana, dan kamu malah enak-enak ngopi disini?!”
“Apa urusanmu?”
“Aku peduli denganmu, Ngga. Aku berusaha mencarimu karena aku mengkhawatirkanmu, aku abangmu, Ngga..”
“Ya, aku tau..”
“Trus mana jilbabmu? Apa maksudmu berkeliaran tanpa jilbab?!” selalu saja orang ini mengoceh, tetapi rasa sayangnya padaku tak pernah hilang. Sampai saat ini...
“Aku stuck. Aku capek. Aku gak bisa kalau Mama begini terus tingkahnya, dan Papa selalu saja di luar rumah. Kamu nggak liat apa mataku udah hitam gini?!”
“Jingga, kita cuma perlu bersabar. Allah selalu punya cara untuk mendewasakan hambaNya, ngga… Dan kamu pasti tau apa maksudku”
“Iya, Allah punya caraNya sendiri. Lalu bisakah abang beri tahu aku rencana apakah itu?”
“Aku bukan Allah Yang Maha Agung, Jingga adikku. Tapi menurutku, mungkin Dia ingin kamu lebih dewasa lagi di saat kamu harus berhadapan dengan sebuah masalah”
Lebih dewasa lagi di saat harus berhadapan dengan sebuah masalah? Boleh juga. Kuhirup aroma kopiku yang masih hangat. Tak lama kemudian Bang Bara beranjak dari tempat duduknya dan memelukku. Bisa kurasakan aroma rokok dan cat minyak yang berpadu menjadi satu aroma khas abangku ini.
“Aku tahu rasanya sulit, tapi kamu masih punya aku. Aku juga merasakan yang sama, pusing melihat orang tua kita bertengkar setiap hari. Tapi aku yakin aku bisa kuat karena aku masih punya adikku yang paling keren ini…” pelukannya semakin erat, dan membuat aku hangat. Mengingatkan aku akan masa kecil kami yang bahagia. Aku rindu masa-masa itu.. Air mataku menetes tanpa kusadari, membasahi jaket kesayangannya.

“Bang..”
“Iya, Adikku?”
“Aku gak mau pulang ke rumah dulu. Aku tidur di studio abang aja ya?” rengekku, aku yakin dia pasti mengijinkan.
“Trus kamu tega liat aku tidur sendirian di rumah? Akika ogah, ciiiin” sahutnya manja seperti banci, ini salah satu triknya untuk membuatku tertawa.
“Hehe, abang pantes banget jadi waria perumahan kita. Yuk kite pulang, ciiiin” balasku sambil mengacak-acak rambutnya. Kurasa aku harus menemaninya ke salon minggu depan, rambutnya sudah mulai beruban lagi.
“Yakin nih mau pulang?”
“Lho? Trus tadi katanya nyariin supaya aku pulang, gimana sih?!”
“Jalan-jalan dulu yuk, temani aku lihat bintang malam ini. Sudah lama kan kita gak lihat pemandangan luar? Itung-itung kencan deh..” katanya lembut dan penuh canda. Mendengar permintaannya itu, aku hanya bisa mengangguk. 
“Makanya, jangan kelamaan jomblo. Akhirnya adik sendiri diajak kencan”
“Bawel lu ah”
Segera dia merogoh saku jaketnya, mencari kunci motor vespanya yang selalu bersih. Suaranya memecah sunyi yang sedari tadi memenuhi pikiranku. Bang Bara menyerahkan salah satu helmnya untukku.
“Ayo cepat naik”

Kami melaju di tengah angin malam yang menderu-deru. Hembusan angin menampar wajahku lembut. Mungkin sudah sekitar 5 tahun aku dan abang tidak menyempatkan diri untuk sekadar melihat pemandangan sekitar. Sudah bisa kupastikan kami pasti akan menuju taman kota yang sepi dan membuat kami bebas melihat rasi-rasi bintang di langit malam ini. Atau mungkin juga menuju sebuah lapangan luas lalu kami berdua akan tidur seenaknya menghadap langit dan berlomba menghitung bintang.
“Bang, kita mau kemana?”
“Ke lapangan sebelah perumahan itu, tau? Aku pernah kesana sendirian, sepertinya kalau malam begini tidur menghadap langit akan seru.” Dugaanku yang pertama, tepat.
Sesampainya kami di lapangan, entah kenapa aku ingin berlari sekencang mungkin. Aku berlari memutar lapangan. Bang Bara melongo melihat tingkahku, tapi tak lama mengikutiku berlari dan membalapku. Aku tidak terima, aku akan membalapnya lagi. Dan terus seperti itu, kami, dua orang mahasiswa gila berlomba lari mengelilingi sebuah lapangan di malam hari. Setelah terasa letih, aku berhenti berlari dan tidur menghadap bintang. Tak lama, Bang Bara juga tidur di sampingku. Kulihat jam tanganku yang menunjukkan pukul 20.00, tidak terlalu malam kurasa.

“Bang…”
“Iya, Neng. Pesen apaan?”
“Lu kira gue mau pesen bakso!”
“Hahahaha” tawanya berderai. Aku senang mendengar tawanya, membuatku ikut tertawa.
Malam ini langit terlihat sangat glamour dengan bintang-bintang bertaburan. Ah, aku sangat menyukai bintang. Mungkin nanti jika aku sudah berkeluarga dan memiliki anak, akan kuberi nama Bintang. Sedangkan abangku, penggemar berat matahari. Namaku dan nama abangku terinspirasi oleh matahari. Oleh karena itu, nama lengkapnya adalah Sakti Bara Pratama. Sedangkan namaku Gemilang Jingga. Sampai sekarang aku tak tau mengapa namaku terdengar seperti nama seorang laki-laki. Tapi kusyukuri saja, setidaknya namaku tidak pasaran.

Hmm, apakah Mama sudah makan? Apa pertengkarannya sudah berakhir? Bisakah keadaan ini semua berubah seperti semula sebelum mereka memutuskan berpisah? Oh Mama, Papa… Jingga sayang kalian… tapi kenapa kalian tetap lebih memilih perpisahan?
“Mau permen?” tawar abangku dengan beberapa butir permen di tangannya. Permen mint yang kupilih. Dan dia kembali mengoceh.
“Sudah jangan dipikirkan lagi soal Mama. Aku pun juga berusaha untuk kebaikan semua, kebaikanmu juga. Kamu bisa cerita apa saja padaku, kamu mengerti?”
“Iya aku paham, aku tahu point pembicaraan ini dimana dan kemana…”
“Anggap saja ini proses pendewasaan diri kita, Ngga…”

Lagi-lagi proses pendewasaan diri. Apa aku memang belum cukup umur untuk bisa dewasa. Kukira dengan usia 18 tahun aku sudah cukup dewasa untuk menghadapi ini semua.
“Mungkin memang kamu sudah 18 tahun, dan aku 20 tahun. Meskpin begitu, kita harus tetap intropeksi diri kita sendiri. Dan aku sangat tidak setuju dengan sikapmu untuk melepas jilbabmu di saat kamu merasa tertekan. Tolonglah, Dik… Jangan lepas jilbabmu, masih ada aku untuk melampiaskan emosimu.”
Aku tertegun mendengarnya. Betapa banyak sayangnya hanya tercurah untukku seorang, dia tidak akan membiarkan aku lemah begini. Abangku ingin aku kuat menjalani ini semua, kami bersama-sama menghadapinya. Aku bersyukur bisa memiliki kakak seperti dia. 
“Maaf, aku tadi gak bisa kendalikan pikiranku. Aku beku, mencoba mencari sensasi. Setidaknya membuat aku lupa tentang ini semua, walau hanya sebentar. Maaf ya, Bang”
Tangannya mengusap kepalaku lembut. Kubiarkan dia menatapku lekat-lekat, aku tak ingin kehilangan abangku satu-satunya. Akan kujaga dia, karena hanya dia milikku yg berharga saat ini dan sampai kapanpun. Aku akan berjanji menjadi lebih dewasa dalam menghadapi masalahku. Tak terasa dingin pun datang dan menusuk-nusuk badan kami.
“Bang, ayo pulang ke studio…”
“Dingin, ya?” sahutnya yang kubalas dengan anggukan.
“Baiklah, ayo pulang”
Dan kami pun pulang dengan membawa secercah harapan bahwa besok akan lebih baik dari malam ini.

****
Tumben sekali studio Bang Bara bersih. Peralatan lukisnya tertata rapi di raknya, kanvas-kanvas tidak berserakan seperti biasanya. Aku tidur terlalu lama dan Bang Bara sepertinya sudah pergi ke kantor. Eits, bukannya ini hari Sabtu? Harusnya dia tidak pergi kemana-mana? Apalagi hari ini ulang tahunku.
Saat aku berusaha mencarinya seantero studio, yang kutemukan hanya sebuah televisi tanpa penonton. Televisi itu dibiarkan hidup, mungkin Bang Bara yang terakhir menontonnya. Kupikir daripada aku diam saja, lebih baik aku menonton saja. Kuganti channel-nya ke berita pagi. Ah, itu-itu saja beritanya. Karena semua channel di televisi kuanggap membosankan, aku mematikannya segera.
Sayup-sayup kudengar suara riuh di luar sana yang membuatku penasaran dibuatnya. Seperti ada parade besar dan banyak orang berkumpul. Saat kubuka pintu studio…
“SELAMAT ULANG TAHUN, JINGGA!”
Semua orang yang kusayangi berkumpul di depan studio, memberikan kejutan ulang tahun untukku. Dan bayangkan, ada Mama dan Papa disana! Mereka berangkulan! Dan tidak ketinggalan yang lain seperti teman-temanku, termasuk abangku, Bang Bara. Semua yang mereka bawa serba berwarna jingga, warna favoritku. Dan ada kue tart dengan bertuliskan dalam bahasa Jepang yang berbunyi tanjoubi omedetou gozaimasu. Aku segera berhambur ke Mama, Papa, dan Bang Bara. Mereka memelukku erat.
“Ngga, maafkan Mama. Harusnya Mama tidak egois seperti sebelum-sebelumnya, Mama tidak peka dengan perasaanmu. Selama ulang tahun ya, Jingga sayang”
“Maafkan Papa juga, Jingga. Ini semua salah Papa, harusnya Papa tidak terlalu menghabiskan waktu Papa hanya untuk bekerja. Papa harusnya ingat bahwa ada permata-permata Papa yang harus Papa jaga. Selamat ulang tahun untukmu, Nak”
Aku tak dapat berkata-kata. Papa dan Mamaku kembali akur setelah satu tahun lamanya berpisah. Air mataku bergulir. Tapi ini bukanlah air mata sendu, melainkan air mata rindu. Rindu keluargaku yang teramat sangat. Kupeluk keduanya, dan bersyukur dalam hati.
“Aku senang kita bisa melaluinya. Ini semua sudah berakhir, Adikku” ucap Bang Bara menyejukkan. Kini aku memeluknya erat.
“Dasar banci kaleng! Gue cariin pagi-pagi udah ngabur aja. Hahaha” sahutku dengan tawa yang juga membuat Bang Bara tertawa.
“Akika seneng ciiin, bisa liat do’I ketawa lagi.” Sahutnya dengan gaya yang banci, seperti biasa.
Sungguh tak dapat kukatakan kebahagiaanku yang saat ini kurasakan. Kini aku tak butuh hadiah apapun lagi. Ini semua adalah hadiah yang teramat indah yang pernah aku terima. Terima kasih, Tuhan. Kau penuhi permintaanku, dan berkatMu, kini aku siap untuk mejadi lebih dewasa dalam menghadapi semua masalah. 
“Ma, Pa, Abang, I love you so much..”
****

penulis: Salsa Sabhila

Posted via email from youth corner bali

BALI Persiapan menuju SAWMA AWARDS 2012

26

Delapan belas aktor teater di Bali , saat ini sedang mempersiapkan diri dalam perhelatan THE 2nd SAWMA AWARDS - Sastra Welang Monologue Awards 2012 yang akan digelar di Balai Bahasa Provinsi Bali pada tanggal 7 dan 8 April 2012 dan untuk Malam Penganugerahannya ( Awarding Night ) akan digelar di Penggak Men Mersi pada 10 April 2012. SAWMA AWARDS ini merupakan program kerja tahunan Teater Sastra Welang yang tahun ini memasuki tahun ke 2. Ada delapan belas aktor dari seluruh pelosok pulau Bali yang saat ini sedang mempersiapkan garapan mereka guna memperebutkan ke 6 Piala SAWMA yang terdiri dari Piala SAWMA Aktor Terbaik , Piala SAWMA Sutradara Terbaik, Piala SAWMA Pementasan Terbaik, Piala SAWMA Manajemen Produksi Terbaik, Piala SAWMA Penata Musik Terbaik dan Piala SAWMA Penata Artistik Terbaik. Para Dewan Juri terdiri dari tokoh veteran teater Bali yakni Abu Bakar, Agung Eksa Wijaya dan Mira Astra. Mereka saat ini sedang mempelajari naskah wajib yang telah disusun panitia SAWMA yang bisa dipilih oleh para peserta di antaranya 

1. TRIK ( Putu Wijaya )
2. Gol ( Dadi Reza Pujiadi )
3. Prita Istri Kita ( Arifin C. Noer )
4. Nagina ( Nano Riantiarno )
5. Ibu Kita Raminten ( Ikun Sri Kuncoro)
6. Nyanyian Angsa ( Anton Chekov)
7. Namaku Skizo ( Herlina Syarifuddin )
8. Kucing ( Putu Wijaya )
9. Suara dari Seberang ( Putu Wijaya )
10. Nyai Dasima ( Dadi Reza Pujiadi )

Berikut daftar para penampil dalam ajang SAWMA AWARDS 2012

1. TEATER KINI BERSERI - TRIK ( Putu Wijaya )
Aktor : Jaka Erlangga
Sutradara : Indra Parusha

2. KELOMPOK 108 – NAGINA ( Nano Riantiarno)
Aktor : Benny Dipo Pratama
Sutradara : Kurniawan Curex Adiputra

3. TEATER OROK – NYANYIAN ANGSA ( Anton Checkov )
Aktor : Sri Prami Utari 
Sutradara : Lianita Gautama

4. TEATER OROK – NAMAKU SKIZO ( Herlina Syariffudin )
Aktor : Linda Trisnayanti
Sutradara : Febrian Niko Wijonarko

5. LENSA MERAH – SUARA DARI SEBERANG ( Putu Wijaya )
Aktor : Novi Dwi Jayanti
Sutradara : Ferry Bhatthara

6. HERI WINDI ANGGARA – SUARA DARI SEBERANG ( Putu Wijaya )
Aktor : Heri Windi Anggara
Sutradara : Heri Windi Anggara

7. TEATER ILALANG SINGARAJA – PRITA ISTRI KITA ( Arifin C Noer )
Aktor : Desi Nurani
Sutradara : Kadek Surya Kencana

8. ACHILLIES TEATER – NYANYIAN ANGSA ( Anton Checkov )
Aktor : Didi Saputra
Sutradara : Didi Saputra

9. AFIF MAHFUDZ – TRIK ( Putu Wijaya )
Aktor : Afif Mahfudz
Sutradara : Afif Mahfudz

10. KOTEKA SINGARAJA – IBU KITA RAMINTEN ( Ikun Sri Kuncoro ) 
Aktor : Dear Ramos Damanik
Sutradara : Kardian Narayana

11. TEATER SOLAGRACIA NEGARA – NAGINA ( Nano Riantiarno )
Aktor : Wiwik Dwijayanti 
Sutradara : Candra Krisdian

12. JOHAR MAKNUM – TRIK ( Putu Wijaya )
Aktor : Johar Maknum
Sutradara : Inne Meryanti

13. SUKMA NUSANTARA – GOL ( Dadi Reza Pujiadi )
Aktor : Sukma Nusantara
Sutradara : Cakra Nusantara

14. TEATER TOPENG – NYANYIAN ANGSA ( Anton Checkov )
Aktor : Syahrul Ardyansyah
Sutradara : Wira Darma

15. TEATER TIGA – NYAI DASIMA ( Dadi Reza Pujiadi )
Aktor : Putu Noviani Pradhana
Sutradara : Wisnu Wibawa 

16. TEATER ANTARIKSA – NAMAKU SKIZO ( Herlina Syarifuddin )
Aktor : Mira Windasari 
Sutradara : Prema Dewi

17. TEATER TERAS – KUCING ( Putu Wijaya )
Aktor : Nanda Wahyu Saputra
Sutradara : Miftahul Ulum

18. TEATER BHISMA – NYAI DASIMA ( Dadi Reza Pujiadi )
Aktor : Vivi Indah Lukita
Sutradara : Yuda Mahesa Darma

Untuk info lebih lanjut bisa hubungi Moch Satrio Welang ( 0878 6022 9862 )

-------

SAWMA AWARDS 2012 QUIZ :

Siapa saja bisa ikut, dapatkan hadiah
3 Buku Puisi Tema Ibu 'Karena Aku Tak Lahir dari Batu', Antologi 100 Penyair Indonesia 
1 Buku puisi 'Keranda Emas' , Antologi 21 Penyair Bali 
1 Album Madonna terbaru MDNA

Pertanyaannya :
1. Apakah kepanjangan dari SAWMA ?
2. Siapakah yang memprakarsai ajang SAWMA AWARDS ?
3. Sebutkan minimal 5 aktor dan nama komunitasnya yang akan berlaga di SAWMA AWARDS 2012 !

kirim jawaban melalui sms kedua nomer berikut ini ( wajib ) 0878 6022 9862 dan 08180 5570 169

dengan format
SAWMA YC_NAMA_KOTA_JAWABAN

11 pemenang akan diundi. Temukan jawabannya di FB Grup The 2nd SAWMA AWARDS. Batas pengiriman jawaban adalah 30 Maret 2012
Pengumuman pemenang Youth Corner zine edisi April 2012

Posted via email from youth corner bali