Showing posts with label sajak. Show all posts
Showing posts with label sajak. Show all posts

Sunday, April 29, 2012

kolase kala.

suatu pagi..
ketika aku memandang dirimu yang didekap kabut tipis..
sapa lirih dan senyum manis..
selamat datang pagi..
ku bawa nampan saji..
secangkir teh dan sepotong roti..
sarapan pagi penuh arti..
dirimu menemani..

sepasang pipit bercengkrama di dahan gamal, berbagi kisah pagi..

cicit riang bagai melodi harmoni..
merangkak pelan sang mentari..
digiring bidadari menari nari..
wajah lugu dan suci..
jiwa tulus dan murni..
aku, kamu yang kau sapa dalam hati..
sanubari yang kau sebut teman sejati..
itu aku.., kamu yang selalu kau nanti..
kau tak mengerti..
aku pun tak mengerti..
hening..
sepi..
sendiri..
memangut diri..
tepat di hadapan cermin tanpa tepi..
yang tak pandai memanipulasi kedirian..
yang tak lihai mengulik pemahaman hakiki..
pasrah pada kekinian..
tersungkur dalam ratap pedih..
diri ku, diri mu kala ini..
dalam satu ruang dan waktu yang kau titip..

Posted via email from Lindia Palupi

pada sebongkah batu tanpa nama.

mengapa sekarang bungkam? 
lalu ini apa?
potongan gelisah masa lalu?
tabel kemunafikan yang kau sumbar?
tabungan kebencian yang kau tagih bunganya?
apa?
apa?
apa?
iya aku mau tahu..!

mengapa sekarang bungkam?
tak perlu menjadi sungkan!
mana keping kepercayaan diri yang kau dewa dewa kan?
mana luap kasih yang kau tabur di tepian samudra pengharapan?
mana kedigdayaan yang membuat sosok lain kerdil di hadapanmu?
mana?
mana?
mana?  
iya aku mau tahu..!

mengapa sekarang bungkam?
jawab!
jawab!
jawab!
iya aku mau tahu..!

Posted via email from Lindia Palupi

ilalang meringkuk di sisi pohon gaharu

tutur kata yang terkulum dalam bibir terkatup..
binar binar sayu termaktub dalam percik banyu biru..beku..
dekap akhir sebelum sang kala menancapkan panji yang kau sebut kemenangan semu..
darah mu bergejolak bagai riak yang berarak tak menentu.. 
satu..
lalu menjadi baru..
hingga kamu tahu itu bukan aku..
kirap panjang kau pandu menjemput aku yang bukan aku..
bingar genderang membahana di segenap penjuru..
padu..
ragu..
gagu..
aku termangu..
siapa aku..?!

Posted via email from Lindia Palupi

dia datang.

sudah malam..
tiada yang meminta mu bermalam..
dalam rupa rupa kau tak bergumam..
lelap berkepanjangan..
lelah dalam perjalanan..
pijar fajar yang urung datang..
dalam sekap malam kau teriakkan pekik kemenangan..
meski tak satu pun yang kau perjuangkan..
termenung, duduk tersungkur di suatu sudut sembari kau cabut onak yang meradang..
menggigil kau sebut dia yang usai bertandang..
dia.. bukan, dia.. ahh bukan, dia.., iya dia sosok malam yang senyumnya baka..
lekang dalam temaram..
dia.. iya dia.. 

Posted via email from Lindia Palupi