Workshop Merancang Video Art Seniman Kontemporer Bali
16 Agustus 2012
mulai jam 6.30 pm
di Bentarabudaya Bali
Sejak era 1980-an, karya-karya video seni (video art) mulai hadir di ranah seni rupa kontemporer, bersamaan dengan adanya fotografi seni (art photography) di Amerika.
Kemunculan video art yang termasuk dalam kategori New Media Art tersebut dipandang sebagai capaian dalam sejarah seni rupa paling mutakhir dari Eropa yang memprovokasi persoalan budaya dan juga perihal apa estetika itu sendiri.
Bekerjasama dengan BatuBelah Art Space (BBAS), Bentara Budaya Bali menyelenggarakan workshop perihal video art dan upaya seniman kontemporer Bali terkait hal itu.
Sebagai bagian dari studi, akan dihadirkan karya-karya video seni yang diproduksi oleh Photo-Video Art Project, disingkat PVAP (salah satu divisi kreatif di BBAS), Banjar Lepang, Klungkung, Bali, di bawah arahan seniman multitalenta Wayan Sujana “Suklu”, yang mengeksplorasi proses kreatif seniman atau perupa kontemporer sebagai hasil akhir dari proses penciptaan sebuah karya seni (lukisan, patung, seni instalasi, fotografi, pertunjukan, dll.). Misi video seni yang diproduksi PVAP di BBAS adalah sebagai sarana edukasi kepada publik luas mengenai karya seni rupa kontemporer sekaligus ditujukan sebagai dokumentasi seni rupa untuk kebutuhan penelitian karya seni rupa kontemporer di Indonesia, khususnya seniman dan perupa Bali.
Workshop kali ini akan menghadirkan seniman I Wayan Sujana “Suklu” yang melalui BBAS yang dipimpinnya mencoba melakukan berbagai kerjasama dan kolaborasi berbagai bidang. I Wayan Sujana Suklu lahir di Klungkung, 6 Februari 1967. Karya-karyanya memperoleh berbagai penghargaan tingkat nasional dan internasional, semisal The Winner of Indofood Art Awards Competition, serta kerap diundang dalam pameran prestisius di dalam dan di luar negeri, tunggal ataupun bersama, antara lain Olympics Fine Art, Beijing, China; Beijing International Art Biennale, China; Exploring Culture, Verona Italy, Coln Jerman; Bali Jeju, Korea Selatan; Bangladesh XI Biennale; Asian Art Mosaic, Yaddo Art, Singapore, dan sebagainya.
No comments:
Post a Comment